Perang Terhadap Narkoba dan HIV/AID di Desa Dorolegi, Kabupaten Grobogan

Puryanto, SKM, MM dari Badan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, sedang melakukan penyuluhan.

Puryanto, SKM, MM dari Badan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, sedang melakukan penyuluhan.

Grobogan (Sergap) – Epidem HIV/AIDS di Indonesia sudah berlangsung selama kurang lebih 15 tahun dan diduga masih akan berkepanjangan karena masih banyak faktor yang memudahkan penularannya. Cara penularan infeksi HIV/AIDS adalah melakukan seks yang tidak aman dan mengkonsumsi napza ((Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) melaui jarum suntik yang tidak steril, dan saat transfusi darah. Pengaruh modernisasi berupa pergaulan bebas, adalah salah satu gaya hidup remaja, patut diduga menimbulkan dampak negatif, terjadinya penularan HIV/AIDS di masayarakat.

Untuk membentenginya maka Karang Taruna “Rukun Santoso” Desa Dorolegi, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Negeri (STAIN) Kudus yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dorolegi Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, didukung oleh Badan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, menggelar penyuluhan melawan efek negatif Narkoba dan HIV/AID.

Penyuluhan dilaksanakan pada hari Minggu malam (22/3/2015), bertempat di Desa Dorolegi, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, diawali dengan pemaparan oleh Puryanto, SKM, MM dari Badan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan.

Dikatakan oleh Puryanto, bahwa HIV/AIDS mulai ditemukan di wilayah Kabupaten Grobogan pada tahun 2002. Sedangkan data sementara pada tahun 2015, penderitanya sebanyak 590 orang. Pada tahun 2014, sebanyak 142 orang, sedangkan di Kecamatan Godong tercatat sudah ada 39 orang penderita HIV/AID.

“Terjadi peningkatan yang sangat tajam, pada data tahun 2014 jika dibanding tahun 2015. Karena itu untuk pecegahannya, janganlah melakukan hubungan seks secara bebas berganti-ganti pasangan, setia pada pasangan masing-masing, gunakan kondom untuk penyegah penularan, tidak memakai narkoba suntik,” tutur Puryanto menjelaskan.

Sebagai petugas Pemerintah Kabupaten Grobogan, Puryanto meminta agar tidak melakukan hubunagn seks sebelum menikah. “Dan saya ingatkan, agar jangan coba-coba untuk mengobati sendiri, jika terkena penyekit ini, karena bisa mengakibatkan kekebalan terhadap obat-obatan sehingga semakin sulit untuk disembuhkan,” kata Puryanto wanti-wanti.

Diingatkan pula bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang menular dan menyerang sistem kekebalan tubuh dan sulit untuk disembuhkan, karena belum ditemukan obat yang tepat untuk menyembuhkannya. Obat antiretroviral (ARV) yang ada saat ini, hanya bisa untuk menghambat perkembangbiakan virus HIV saja. Puryanto juga menjelaskan bahwa, mayoritas penularan HIV/AID di wilayah Kabupaten Grobogan, diakibatkan oleh hubungan seksual.

Sedangkan gejala klinis HIV/AIDS adalah demam berkepanjangan lebih dari 1-3 bulan, diare kronik 1 bulan terus-menerus, penurunan berat badan, batuk kronik 1 bulan berkelanjutan, serta terjadinya infeksi pada mulut dan tenggorokan yang disertai pembengkakan, serta munculnya bercak-bercak gatal di seluruh tubuh.

Pemuda, Karang Taruna “Rukun Santoso” Desa Dorolegi, serta mahasiswa STAIN Kudus saat mengikuti penyuluhan

Pemuda, Karang Taruna “Rukun Santoso” Desa Dorolegi, serta mahasiswa STAIN Kudus saat mengikuti penyuluhan

Maulida Fajeria, salah satu mahasiswa STAIN Kudus yang sedang KKN di Desa Dorolegi, melihat penyuluhan ini sangat penting bagi masyarakat, pemuda dan mahasiswa. “Dari data yang disampaikan tadi, Kecamatan Godong termasuk sangat tinggi potensi penularan HIV/AIDnya. Semoga dengan penyuluhan ini, kita semua, khususnya para pemuda Karang Taruna dan semua warga Dorolegi ini bebas dari HIV/AIDS”, katanya kepada Tabloid Sergap seusai acara.

Pemerintah Desa Dorolegi juga menyambut positif acara penyuluhan HIV/AIDS ini. “Saya merasa senang karena Karang Taruna bersama mahasiswa mengadakan kegiatan penyuluhan ini, agar masyarakat bisa tahu tentang betapa bahayanya penyakit HIV/AIDS ini. Saya sangat berharap agar kita semua selalu menghindari perbuatan yang tidak baik yang bertentangan dengan norma agama,” kata Kepala Desa Widjanarko, SH sembari mengacungkan jempolnya.

Pada acara penyuluhan ini, juga diputar beberapa film tentang dampak penyakit HIV/AIDS, di mana menggambarkan dengan jelas para penderita HIV/AIDS. ”Saya ngeri melihat orang terkena HIV/AIDS dalam film tadi. Semoga para pemuda Karang Taruna kita terbebas dari penyakit yang berbahaya dan sangat menular itu. Kita harus perang melawan HIV/AIDS, setelah kita tahu dan faham penyebab dan bahayanya”, kata Purwinto, Ketua Karang Taruna  Rukun menegaskan. (ans)

NARKOBA MUSUH KITA BERSAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s