Kasus Pengadaan Beras Fiktif, Kejaksaan Tetapkan 11 Tersangka

Kajari Pamekasan Sudiharto. Tumpukan beras di gudang Bulog

Kajari Pamekasan Sudiharto. Tumpukan beras di gudang Bulog

Pamekasan (Sergap) – Menindaklanjuti hilangnya 1.504,7 ton beras di Gudang Bulog Sub Divre XII Madura, maka Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menetapkan sebanyak 11 orang tersangka.

“Dua diantara tersangka yang telah kami tetapkan hari ini adalah Mantan Kepala Bulog Sud Divre XII Madura dan Wakilnya,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan Sudiharto di Pamekasan, Jumat (20/02/2015) yang lalu.

Kesebelas orang tersangka tersebut berbagai pihak, seperti pejabat Bulog Madura, Pengawas Bulog, bagian administrasi, dan rekanan pengadaan beras di Gudang Bulog Madura. Para tersangka itu masing-masing berinisial SU, PA, ES, HA, SM, PA, MA, KA, ID, NS dan SU.

Kajari menjelaskan, 11 orang ini ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan maraton kepada 30 orang, baik dari pihak Bulog, tim pengawas dan mitra rekanan pengadaan beras Bulog. “Status mereka sama, dan kami belum melakukan penyidikan lebih lanjut siapa aktor intelektual dibalik kasus ini,” katanya menjelaskan.

Berdasarkan hasil penyidikan tim penyidik Kejari Pamekasan tersebut, hilangnya beras di Gudang Bulog Sub Divre XII Madura itu, bukan karena hilang, akan tetapi karena pengadaan beras fiktif yang dilakukan oknum pegawai Bulog bekerja sama dengan mitra kerjananya atau rekanan pengadaan beras.

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pamekasan Samiadji Zakaria, juga menjelaskan, “Kesimpulan tentang adanya pengadaan beras fiktif di Bulog Madura itu, setelah kami melakukan pemeriksaan kepada sekitar 30 orang, terkait kasus hilangnya beras di Gudang Bulog Madura yang dilaporkan ke Kejari Pamekasan.”

Jumlah beras di gudang Bulog Sub Divre XII Madura yang dilaporkan hilang oleh pihak Bulog ke Kejari Pamekasan itu sebanyak 1.504, 07 ton, atau setara dengan Rp1,8 miliar.

Sebagaimana diketahui, kasus hilangnya beras Bulog itu terungkap setelah Bulog Sub Divre Jatim melakukan audit internal di Bulog Sub Divre XII Madura. Dari hasil audit itu lalu ditemukan bahwa sebanyak 1.504,07 ton beras hilang, dengan kerugian negara mencapai Rp1,8 miliar.

Jumlah kerugian negara sebesar Rp1,8 miliar ini belum termasuk termasuk kerugian tahunan yang dialami oleh negara sebesar Rp 58 miliar lebih, karena digelapkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sebab berdasarkan hasil kajian Farum Kajian Kabijakan Publik (FPPK), setiap bulannya beras yang disalurkan kepada masyarakat hanya sekitar 3 kilogram, dari seharusnya 15 kilogram. Bahkan beberapa desa di Kabupaten Pamekasan pencairan raskin hanya dilakukan sekitar 6 bulan dalam setahun. Padahal, jatah yang sebenarnya 12 tahun, termasuk bantuan Raskin ke-13. (ms)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s