HPKD Wadah Peternak Grobogan Berpacu Raih Prestasi

Rumah Makan Gubug Istana, tempat pelaku usaha peternakan Grobogan membentuk HPKD

Rumah Makan Gubug Istana, tempat pelaku usaha peternakan Grobogan membentuk HPKD

Grobogan (Sergap) – Para pelaku usaha peternakan menunjukkan dukungannya dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional, melalui sektor peternakan pangan rakyat, guna menuju Indonesia sebagai Negara swasembada daging hewan ternak yang sehat, berkualitas, halal dan murah dan demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang berkelanjutan.

Untuk itu maka para pelaku usaha peternakan di Kabupaten Grobogan membentuk wadah organisasi yang dinamakan Himpunan Peternak Kambing dan Domba disingkat HPKD, dalam acara yang dikemas penuh kesederhanaan itu, Minggu (8/3/2015) di Rumah Makan Gubug Istana, Jln. Purwodadi-Semarang.

Mereka juga menyepakati sebuah kepengurusan peternak tingkat Kabupaten Grobogan, yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapa seksi-seksi. Acara juga dihadiri Teguh Widodo, Marketing Bank BRI Syariah Semarang, selaku pendamping dalam rangka permodalan bagi para peternak.selain terbentuk nya kepengurusan dan membahas kesulitan antar peternak

“Setelah ini, kita akan membentuk kepengurusan sampai tingkat desa,“ kata Nurhadi Ketua HPKD terpilih periode 2015-2020. Nurhadi juga mengatakan, bahwa HPKD bertekat melindungi dan memajukan setiap sektor usaha peternakan di Grobogan, khususnya yang dikelola rakyat dalam peternakan kambing dan domba yang sudah berbadan hukum maupun yang masih perorangan.

Sementara itu, Teguh Widodo selaku Marketing Bank BRI Syariah Semarang, menginformasikan bahwa untuk mendapatkan pendampingan pinjaman permodalan untuk peternak, ada beberapa syarat di antaranya karakter penerima  pinjaman, kapasitas dan jaminan/agunan.

”Sebenarnya itu syarat umum di dunia perbankan. Pelaku usaha peternakan yang sudah beternak lebih dari dua tahun akan lebih mudah mendapat pinjaman,” kata Teguh Widodo menjelaskan.

Sistem informasi deibitur ini juga menentukan, berhasil tidaknya mendapatkan pembiayaan, misalnya riwayat pembayaran tepat waktu, ketika calon peminjam mempunyai pinjaman di bank lain sebelumnya,

Pertemuan juga membahas beberapa kesulitan para pelaku usaja peternakan terkini. Musyarif, salah satu anggota kelompok peternak misalnya mengeluhkan terjadinya penurunan harga daging saat ini.

“Kemarin harga daging Rp 47.000,- sekarang Rp 43.000,- per Kg. Saya berharap kita mempunyai koperasi sehingga dapat melakukan cara pemasaran dengan baik, ketika harga tidak stabil dan menjaga pasokan pakan ternak yang lebih murah dan efesien,” kata Musyarif mengusulkan.

Tentu saja, dengan telah terbentuknya HPKD, maka permasalahan para pelaku usaha peternakan di Kabupaten Grobogan dapat dicari solusinya dengan lebih mudah.

Mendampingi Nurhadi sebagai Ketua, juga terpilih Ali Makmun sebagai Wakil Ketua dan Tumino, sebagai Bendahara. Sedangkan seksi-seksi akan dilengkapi di kemudian hari, untuk lebih memberdayakan kepengurusan secara keseluruhan. (ans)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s