Ketika Komnas HAM Memprotes Eksekusi Paksa Labora Sitorus

Fredinan Fakdawer menunjukkan Surat Rekomendasi Komnas HAM yang memperotes eksekusi paksa Laora Sitorus

Fredinan Fakdawer menunjukkan Surat Rekomendasi Komnas HAM yang memperotes eksekusi paksa Aiptu Labora Sitorus

Sorong Papua Barat (Sergap) – Pelaksanaan eksekusi terhadap Aiptu Labora Sitorus menuai protes keras dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, dengan secara resmi mengirimkan surat rekomendasi ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI bernomor : 880/K/PMT/II/2015, tertanggal 23 Februari 2015. Dalam surat rekomendasi tersebut, Komnas HAM menilai bahwa eksekusi atas Labora Sitorus yang tidak manusiawi.

Selanjutnya, sebelum eksekusi dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2015, Komnas HAM juga telah mekakukan pertemuan dengan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua dan Polda Papua Barat untuk melakukan koordinasi terkait dengan pelaksanaan eksekusi.

Ada tiga hal yang diajukan untuk disepakati demi kelancaran pelaksanaan eksekusi yang manusiawi. Namun kenyataannya pelaksanaan eksekusi di luar kesepakatan yang di sepakati bersama.

Demikian yang diuraikan Fredinan Fakdawer selaku adik angkat Labora Sitorus, ketika melakukan jumpa pers, hari Selasa (24/02/2015) yang lalu di Cafe Kopi Hitam di Kota Sorong.

“Pelaksanaan eksekusi sudah tidak sesuai kesepakatan. Tiga jaminan yang disepakati oleh Kajati dan Kapolda tidak dilaksanakan,” kata Ferdinan kepada para wartawan.

Tiga jaminan terhadap Labora Sitorus tersebut adalah : 1. Mendapatkan perawatan di luar Lapas, karena yang bersangkutan sakit stroke. 2. Mendapatkan hak pemotongan masa tahanan. 3. Jaminan atas asset milik perusahaan, mengingat fungsi sosialnya lebih berat agar digunakan bagi kepentingan yang lebih besar dari para karyawan dan warga sekitar.

Labora dan Komnas HAM  meminta agar kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk tertulis. “Kapolda juga menjamin dan akan berkoodinasi dengan Kajati untuk membuat kesepakatan bersama setelah selesai apel pagi. Namun fakta yang terjadi, pihak Kejaksaan dan Polda telah melakukan eksekusi sekitar pukul 07.00 pagi sebelum surat kesepakatan bersama di keluarkan,” kata Fredinan dengan nada kesal.

“Sudah disiapkan 720 personil dengan bersenjata lengkap yang berjaga-jaga dari jam 6 pagi sudah berkumpul di depan pabrik PT Rotua. Seperti jemput perampok saja. , Labora bukan seorang teroris atau seorang pencuri sehingga pelaksanaan eksekusi melibatkan 720 personil, padahal Labora sendiri juga anggota Polisi sehingga terlalu berlebihan,” protes Fredinan.

Andrew Warmasen, pemerhati (OAP) Orang Asli Papua, memberikan dukungan dan apresiasi penuh terhadap kepada Komnas HAM. “Saya sebagai pemerhati Orang Asli Papua memberikan apresiasi kepada Komnas HAM terkait tindak lanjut kasusnya Labora. Surat Rekomendasi Nomor : 880/K/PMT/II/ 2015, ini menandakan adanya arogansi lembaga penegak Hukum Mahkamah Agung, karena dari sisi sosial telah diabaikan sehingga terjadi pelanggaran HAM”, tegas Andrew Warmasen

Ketika warga Kota Sorong unjuk rasa menolak eksekusi Labora Sitorus

Ketika warga Kota Sorong unjuk rasa menolak eksekusi Labora Sitorus

Andrew Warmasen berharap supaya penegak hukum menghentikan arogansi-arogansi yang akan menambah ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga penegak hukum itu sendir. “Saya kira kasus- kasus korupsi lebih penting, untuk diselesaikan”, tambah Warmasen yang juga Ketua LSM Labaki yang gencar dalam gerakan anti korupsi di Kota dan Kabupaten Sorong.

Warmasen mengatakan masalah aliran dana yang diduga mengalir ke petinggi Polri di Polda Papua, seharusnya lebih penting untuk diusut. “Ini jelas, dan ada barang bukti berupa cek juga rekaman video. Namun masih menuggu hasil PK (Peninjauan Kembali, red). Kita menunggu dan menghargai proses yang sedang berjalan, dan tetap akan terus kita kawal masalah aliran dana tersebut,” tutup Warmasen. (Jemmy Mairuhu)

Surat Rekomendasi Komnas HAM Republik Indonesia

halaman 1

Halaman 1

Halaman 2

Halaman 2

Halaman 3

Halaman 3

Halaman 4

Halaman 4

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s