Festival Kuliner Grobogan 2015, Upaya Kreatif Membranding Kuliner Lokal

Anggota DPD RI Bambang Sadono (tengah) saat berbincang di Festival Kuliner Grobogan 2015

Anggota DPD RI Bambang Sadono (tengah) saat berbincang di Festival Kuliner Grobogan 2015

Grobogan (Sergap) – Bila baru sekarang melakukannya, Grobogan termasuk ketinggalan dalam hal membranding kuliner khas lokal dibanding daerah-daerah lain seperti Blora, Tegal, Kudus, dan lain sebagainya. “Namun, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” kata anggota DPD RI Bambang Sadono dalam Bincang Kuliner “Membranding Kuliner Grobogan” di panggung utama Festival Kuliner Grobogan 2015 di Alun-laun Purwodadi, Senin (23/2/2015).

Ditambahkan oleh  Bambang Sadono, bahwa kuliner merupakan bagian dari kebudayaan yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang menghargai kebudayaannya. “Diperlukan terobosan-terobosan kreatif dalam membranding sebuah kuliner khas lokal dan butuh perjuangan keras dari seluruh elemen masyarakat dalam jangka waktu yang panjang”, kata Bambang menambahkan.

Sementara itu, Ketua Grobogan Corner (GC) Badiatul Muchlisin Asti menyatakan, bahwa selama ini bila membincang kuliner Grobogan selalu identik dengan Swike Kodok, padahal, selain Swike, banyak kuliner lain yang entitasnya asli khas Grobogan yang potensial untuk dibranding menjadi ikon kuliner Grobogan. “Kuliner-kuliner yang potensial itu antara lain Becek, Sego Janganan Godong, Mi Tektek, dan Pecel Gambringan”, kata Baidataul.

Menurut Badiatul, Becek merupakan salah satu kuliner khas Grobogan yang potensial untuk dibranding menjadi Ikon Kuliner Grobogan. Dulunya kuliner ini hanya dapat ditemui di hajatan-hajatan warga Grobogan di kampung-kampung. Namun dalam dua atau tiga tahun terakhir, Becek telah menjadi menu andalan di berbagai warung dan rumah makan di Grobogan. Bahkan sudah ada sebuah resto di Semarang yang menawarkan menu kuliner Becek.

Upaya mengangkat citra kuliner lokal seperti Becek ini patut diacungi jempol. Penyelenggaraan Festival Kuliner Grobogan 2015 merupakan salah satu upaya membranding kuliner lokal tersebut. “Maka saya berharap festival kuliner seperti ini perlu dilakukan secara rutin setiap tahun dan didukung penuh oleh pemerintah daerah serta elemen lainnya sebagai upaya memperkenalkan dan mengangkat citra kuliner khas daerah,” tutur Badiatul.

Ketua Komunitas Pelestari Budaya Grobogan (KPBG) HM. Sutirto yang juga menjadi penyelenggara Festival Kuliner Grobogan 2015 menyatakan, Festival Kuliner Grobogan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Grobogan yang ke-289.  “Saya berharap, tahun depan acara ini bisa terselenggara lagi secara lebih terkonsep dan didukung oleh berbagai pihak sehingga tujuan untuk mengangkat kuliner khas Grobogan dapat tercapai sesuai yang diharapkan”, kata HM Sutirto bersemangat. (ans)

Iklan

One thought on “Festival Kuliner Grobogan 2015, Upaya Kreatif Membranding Kuliner Lokal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s