Penembakan Aktivis Anti Korupsi Bangkalan, Sebuah Aksi Teror

Mathur Husairi sedang dirawat di di RSUD dr Soetomo Surabaya

Mathur Husairi sedang dirawat di di RSUD dr Soetomo Surabaya

Bangkalan (Sergap) – Mathur Husairi (47th), Direktur LSM CIDe (Center for Islam and Democracy Studies) dan Sekjen Madura Corruption Watch ditembak di depan rumahnya di Jalan Teuku Umar, Kota Bangkalan, Selasa (20/1/2015) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu, Mathur baru saja sampai dan sedang membuka pagar rumahnya.

Diperkirakan pelakunya 2 orang yang menghamoiri Mathur dari arah belakang. Tembakan itu mengenai pinggangnya. “Luka tembaknya ada di pinggang bagian kanan dan ususnya luka,” kata adiknya Rofi’i, Selasa (20/1/2015) pagi. Korban sempat dilarikan ke RSUD Bangkalan dan akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Saat ini, penyidik Kepolisian Resor Bangkalan dibantu Unit Kejahatan dan Tindak Kekerasan serta Tim Cobra Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mendalami keterangan saksi kunci peristiwa penembakan terhadap aktivis antikorupsi ini.

Kabid Humas Polda Jatim AKBP Awi Setiyono mengatakan, pelaku menembak satu kali dan mengenai perut korban, lalu pelaku lari ke arah selatan dengan menggunakan sepeda motor. “Pelaku dua orang, yang satu mengemudikan sepeda motor, yang dibonceng yang melakukan penembakan,” kata Awi, Rabu, (21/01/2014) kepada wartawan di Mapolda Jatim.

Ditambahkan oleh Awi, bahwa sejak Selasa lalu penyidik berurutan sudah memeriksa lima saksi, yaitu dua anggota keluarga korban dan tiga rekan korban. “Di antara lima saksi, ada satu orang yang melihat kejadian (penembakan). Itu yang akan kami dalami,” katanya.

Keterangan saksi kunci itu, kata Awi, sebenarnya telah diambil kemarin. Namun karena saat itu, para saksi masih dalam suasana ketakutan, maka polisi akan melakukan pemeriksaan ulang. “Kami melakukan pendekatan persuasif untuk mendapatkan data,” kata Awi.

Polisi masih belum dapat menemui Mathur Husairi yang sedang dirawat di di RSUD dr Soetomo Surabaya, karena belum mendapat izin dokter. Namun, berdasarkan laporan dokter, korban sudah siuman dan kondisinya berangsur-angsur membaik.

Senjata rakitan

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Sulistiyono memastikan bahwa Mathur Husairi ditembak dengan senjata api rakitan. “Dari hasil pemeriksaan, proyektil peluru di tubuh Mathur berasal dari senjata api rakitan,” katanya, Rabu, (21/10/2015). Namun Kapolres Sulistyono belum bisa memastikan kaliber peluru dan jenis senjata api itu karena belum menerima hasil penelitian proyektil itu secara resmi.

Para sahabat Mathur Husairi, menduga penembakan Mathur dilatarbelakangi status Mathur sebagai saksi kunci KPK dalam kasus Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron.  “Dia bercerita, KPK memintanya jadi saksi kasus Fuad dan dia siap untuk bersaksi,” kata rekan Mathur, Mahmudi Ibnu Khotib, Rabu, (21/01/2015).

Mahmudi juga menduga penembakan itu bertujuan untuk membungkam Mathur, dan membuat kawan-kawannya takut. “Mereka keliru, penembakan ini justru membuat kami tambah semangat membongkar korupsi di Bangkalan,” ucap Mahmudi bersemangat.

Bambang Widjojanto

Bambang Widjojanto

Mahmudi juga meluruskan, malam sebelum penembakan, Mathur memang melakukan pertemuan. Namun bukan dengan tokoh masyarakat, melainkan dengan para pegiat antikorupsi Bangkalan. “Kami bertemu dan ngopi di Citos, Surabaya.”

Atensi KPK dan Komnas HAM

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku prihatin atas kekerasan yang dialami aktivis antikorupsi Bangkalan ini. “KPK turut berduka cita atas apa yang terjadi pada Mathur Husairi di Bangkalan Madura,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Selasa (20/01/2015).

“Kenapa hal ini menjadi perhatian KPK? Karena Mathur Husairi pernah memberikan pengaduan ke KPK dan kami sangat prihatin dan mudah-mudahan bukan karena aktivis dia, sekarang Kapolres di bangkalan sedang mencari tahu dibantu dengan Polda Jawa Timur, mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama bisa mengetahu apa motifnya,” harap  Bambang, sebagaimana ditulis Antara.

Maneger Nasution

Maneger Nasution

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) juga menyayangkan kejadian penembakan itu. “Komnas HAM berduka cita atas penembakan aktivis antikorupsi Bangkalan Jatim, Mathur Husyairi. Kami tengah mencari informasi lebih jauh lagi,” kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, Rabu (20/1/2015), sebagaimana dikutip Antara.

Kasus ini menjadi perhatian karena sejumlah hal penting yang dinilai Komnas HAM dapat membuat teror dan orang akan takut mengungkap kasus korupsi. “Pertama, ada upaya menghilangkan hak hidup orang lain, dan kedua ada pesan kuat menebar ketakutan dan rasa aman terhadap warga negara khususnya terhadap aktivis prodemokrasi. Dan ketiga, Komnas HAM memandang Tipikor adalah berimplikasi terhadap pelanggaran HAM,” kata Maneger Nasution menjelaskan.

“Ini bukan kriminal biasa karena tidak ada barang yang dicuri misalnya, ini adalah peristiwa kemanusiaan. Dengan demikian penembakan Mathur juga ancaman terhadap pegiat HAM. Untuk itu Polri harus mengusut dan menuntaskan kasus ini dengan profesional dan mandiri,” tambah Maneger.

Aksi teror

KH. Hasyim Muzadi

KH. Hasyim Muzadi

Terkait penembakan pegiat anti korupsi ini, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH. Hasyim Muzadi meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. “Aksi teror seperti ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus terjadi. Polisi harus segera mengungkapnya,” ujarnya di sela menjenguk korban di lantai 3 IRD RSU dr Soetomo Surabaya, Rabu (21/01/2015).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang tersebut disambut sejumlah aktivis, antara lain Sukur (Madura Corruption Watch), Mahmudi (Poros Pemuda Jawa Timur), mantan Ketua DPRD Jatim Fathurrosyid dan mantan Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf.

Menurut mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut, kondisi Mathur sampai saat ini masih tergolek lemah dan belum bisa diajak berbicara karena masih menggunakan bantuan alat pernafasan di ruang isolasi. (tim)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s