Oknum Polisi Diduga Terlibat Debkolektor Berkedok Adira Finance

Ismail dan Anita sedang duduk menunggu di Mapolsek Kapuas Timur

Ismail dan Anita tampak sedang duduk menunggu di Mapolsek Kapuas Timur

Palangkaraya (Sergap) – Tahun Baru 2015, menjadi hari tak terlupakan bagi Agati Sansyah (40th). Pasalnya di hari yang bayak dirayakan dengan gembira ria oleh kebanyakkan orang itu, AG justru mengalami kejadian yang menegangkan.

Pada hari Kamis (01/01/2015) itu, dengan mengendarai sepeda motor, kedua anak Agati, yaitu Ismail (20th) dan adiknya Anita (18th),  yang sedang berbocengan sepeda motor dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Palangka Raya, mengalami kejadian yang menegangkan.

Kejadian itu terjadi saat kedua remaja itu berada di Kilometer 1, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Tiba-tiba mereka berdua dicegat oleh 5 orang yang sama sekali tak mereka kenal. Salah seorang mencabut kunci kontak motor.

Kelima pria tersebut mengaku sebagai debkolektor dari perusahaan leasing, Adira Finance. Dengan nada bicara cenderung kasar, salah seorang dari mereka mengatakan, bahwa mereka ditugaskan oleh Adira Finance untuk mengambil/menarik sepeda motor Nopol KH 4300 TA yang dikendarai oleh kakak beradik ini.

Dalam suasana gugup dan takut, Ismail segera menelpon ayahnya. Setelah mendengar kejadian yang menimpa kedua anaknya, Agati Sansyah langsung menelpon salah seorang keluarganya yang berprofesi sebagai polisi.

Dengan cepat, kejadian ini sampai ke telinga Kapolsek Kapuas Timur, Iptu Joko Setiyono. Kapolsek disertai anggotanya, segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP), dan hanya menemukan Ismail dan Anita. Sepeda motornya juga masih ada, namun para pencegatnya tak nampak lagi batang hidungnya. Kapolsek memutuskan untuk membawa kedua remaja kakak beradik ini ke Mapolsek, untuk diperiksa lebih lanjut.

Sementara itu, Agati Sansyah yang juga Ketua Umum LSR-LPMT (Lembaga Swadaya Rakyat – Laskar Pembela Rkyat Tertindas) ditemani anggotanya dan 3 orang wartawan, belum sampai di TKP. Diperlukan 3 jam untuk sampai di KM1, Kapuas Timur.

Saat menuju TKP tesebut, Agati menerima telpon dari salah seorang pencegat anaknya, yang belakangan diketahui namanya berinisial H. Agati yang belum tahu, bahwa kedua anaknya sudah dibawa ke Mapolsek, diminta untuk menyediakan uang sebesar Rp. 1,8 juta.

Agati mengatur siasat untuk menjebak para pencegat anaknya. Ia bersedia membayar uang sesuai dengan permintaan H. Namun sebelumnya, nomor seri uang yang akan dibayarkan sudah difoto, dan 3 wartawan yang ikut serta juga sudah menyiapkan kameranya.

Sesampai di TKP, nampak 5 orang pencegat itu. Tetapi 3 orang di antara mereka melarikan diri, begitu melihat bahwa Agati ditemani oleh anggotanya dan melihat para wartawan yang membawa kamera.

Uang diterima oleh H dan SS. Semua kejadian ini direkam dalam bentuk foto dan video oleh 3 wartawan yang salah satunya wartawan Tabloid Sergap, Ahmad Bakri. Setelah itu, para anggota LSR-LPMT keluar dari mobil dan meringkus dua orang pencegat tersebut.

Oknum polisi diduga terlibat

Dua orang yang tertangkap tangan ini, kemudian dibawa ke Mapolsek Kapuas Timur. Di sini diketahui, bahwa SS salah seorang pelaku adalah anggota Polri berpangkat Brigadir. Oknum polisi ini berdinas di Polsek Marabahan, Kabupaten Marabahan, Kalimantan Selatan.

”Benar bahwa salah satu pelaku adalah anggota polisi. Jika memang benar terbukti adan indikasi perampasan dan pemerasan, maka kami akan menindak secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku”, kata Kapolsek Kapuas Timur, Iptu Joko Setiyono, kepada Tabloid Sergap.

Dalam rangka penegakkan hukum dan untuk menjaga stabilitas kemanan dan ketertiban, para pelaku masih menjalani pemeriksaan di di Mapolsek Kapuas Timur. Sementara ketiga temannya, sampai berita ini ditulis, masih menjadi buron pihak yang berwajib.

Sedangkan Adira Finance Palangkaraya, yang berkantor di jalan RT Meluno KM 2, saat dikonfirmasi tentang kejadian ini pada Kamis (06/01/2015), tidak bersedia memberikan keterangan apapun. (ab)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s