PAMSIMAS Tingkatkan Kualitas Kehidupan Warga Magetan

Program  Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Magetan

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Magetan

Magetan (Sergap) – Program  Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat  terutama  untuk menurunkan angka penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Ruang lingkup kegiatan program PAMSIMAS mencakup 5 (lima) komponen kegiatan :

  • Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan Lokal;
  • Peningkatan Kesehatan  dan  Perilaku  Hidup  Bersih  dan  Sehat  dan  Pelayanan Sanitasi;
  • Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Umum;
  • Insentif Desa/Kelurahan dan Kabupaten/kota; dan
  • Dukungan Pelaksanaan dan Manajemen Proyek.

Program PAMSIMAS dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat  melalui pelibatan dan partisipasi masyarakat dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (demand responsive approach). Kedua pendekatan tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa, inisiatif, dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan, merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, mengoperasikan dan memelihara sarana yang telah dibangun, serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat termasuk di lingkungan sekolah.

Program PAMSIMAS bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota (peri-urban) yang dapat mengakses fasilitas air minum dan sanitasi yang layak serta mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat, sebagai bagian dari usaha pencapaian target MDG sektor air minum dan sanitasi melalui upaya pengarusutamaan dan perluasan program berbasis masyarakat secara nasional.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ditetapkan tujuan antara sebagai berikut:

Pemerintahprovinsi dan kabupaten/kota memiliki kelembagaan untuk mendukung upaya-upaya peningkatan perbaikan pemakaian air minum, perilaku hidup bersih dan sehat, dan sanitasi masyarakat di wilayah perdesaan dan semi perkotaan.

Masyarakat sasaran menerapkan  perilaku dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),dan sanitasi.

Masyarakat sasaran di wilayah perdesaan dan peri-urban memperoleh akses perbaikan pelayanan sanitasi dan air minum serta menggunakan, mengelola dan memelihara keberlanjutan secara efektif.

Pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat dalam mengupayakan keberlanjutan serta perluasan pelaksanaan program pendukung sektor air minum dan sanitasi dengan menggunakan pendekatan yang sama dengan program PAMSIMAS.

Pembiayaan PASIMAS didukung oleh Bank Dunia, bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia membuat program pembangunan berbasis komunitas melalui Third Water Supply and Sanitation for Low-Income Community Project (WSLIC-3) PAMSIMAS II melalui IBRD Nomor 8259-ID yang merupakan kelanjutan dari Program PAMSIMAS I.

Di dalam pelaksanaanya sumber pembiayaannya dilakukan secara konperhensif dan intergratif, baik dari dana kredit IBRD (International Bank of Reconstruction and Developmet) rupiah murni (APBN dan APBD) maupun dana kontribusi swadaya masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Magetan mengalokasikan APBD yang diperlukan untuk pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi serta perluasan yang diperlukannya.

Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah membuka peluang yang luas bagi daerah untuk mengembangkan dan membangun daerahnya sesuai dengan kebutuhan dan prioritasnya masing-masing .

Berdasarkan kedua undang-undang tersebut membawa konsekuaensi bagi daerah dalam bentuk pertanggung-jawaban atas pengalokasian dana yang dimiliki dengan cara yang efektif dan efisien, khususnya dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pelayanan umum kepada masyarakat, termasuk di dalamnya pelayanan air minum dan sanitasi. Namun demikian pada daerah-daerah dengan wilayah pedesaan yang luas dan berpenduduk tinggi pada umumnya memiliki kemampuan finansial yang terbatas sehingga memerlukan dukungan dari Pemerintah Pusat khususnya untuk membiayai investasi yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kemampuan pelayanan kepada masyarakat, baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana, maupun investasi non fisik dalam bentuk manajemen, teknis dan pengembangan sumber daya manusia.

Tahun ini Kabupaten Magetan untuk pertama kalinya mendapatkan PASIMAS, yang berlokasi di 5 desa, yaitu: Desa Bungkuk, Desa Trosono (Kecamatan Parang), Desa Sombo, Desa Genilangit (Kecamatan Poncol), dan Desa Ngiliran (Kecamatan Panekan).

Pelaksanaan dengan system swakelola oleh Kelompok Kerja Masyarakat (KKM). Ketua KKM Desa Bungkuk, Mariyadi kepada Tabloid Sergap mengatakan, ”Secara pribadi saya sangat senang dengan adanya program ini, dan berusaha bekerja bersama masyarakat yg tergabung dalam KKM secara masimal, agar program ini cepat selesai dan hasilnya bisa di nikmati masyarakat di desa saya”.

Sedangkan Sutiyah, salah seorang warga Desa Bungkuk mengatakan, ”Saya gembira sekali, karena kebuthan air minum tidak akan ada kendala lagi, walaupun musim kemarau. Dulu saat kemarau, saya sangat susah mendapatkan air bersih, sini kan daerah pegunungan.”

Pada tahun 2015, Kabupaten Magetan akan mendapat program PAMSIMAS sebanyak 5 desa. Saat ini telah disosialisasikan di tingkat kabupaten dan sedang diseleksi desa manakah yang memerlukannya. (hadi/adv)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s