Jalan Alas Simpenan Ditutup, Resahkan Warga

Jalan aspal ditutup tanpa pemberitahuan, tanpa sosialisasi ke warga sekitar

Jalan aspal ditutup tanpa pemberitahuan, tanpa sosialisasi ke warga sekitar

Kediri (Sergap) – Cagar Alam Manggis Gadungan adalah hutan lindung yang di bawah naungan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan RI, yang ditetapkan dengan SK.6B. No.83/Stbl.No382/1919, dengan luas 12 hektare.

Hutan lindung yang disebut oleh warga sekitarnya dengan nama Alas Simpenan ini, berada di antara perbatasan tiga desa yaitu desa Wonorejo, Manggis dan Satak, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.

Namun sudah beberapa bulan Alas Simpenan menjadi semacam hutan terlarang, dan tak lagi akrab bagi warga di sekitarnya. Pasalnya jalan tembus dalam hutan tersebut ditutup, tanpa penjelasan apapun yang membuat warga paham dan memakluminya.

Penutupan hanya dilakukan dengan memasang pipa besi melintang di pintu gerbang masuk Alas Simpenan tersebut. Bahkan sama sekali tidak ada tulisan atau pengumuman yang menjelaskan mengapa jalan itu ditutup dan siapa yang menutupnya.

Sehingga banyak yang baru tahu bahwa ternyata jalan itu ditutup, setelah dekat dan terpaksa putar balik sambil menggerutu. Sebab sebelunya juga tidak ada tanda dan rambu yang menunjukkan penutupan itu.

Padahal jalan beraspal mulus itu, merupakan satu-satunya jalan pintas yang bisa mengemat waktu dan bahan bakar, dari arah Puncu ke Pare atau sebaliknya. Kini warga harus lewat jalan lain yang kondisinya bergelombang dan belum diaspal, serta jaraknya lebih jauh.

“Jalan itu sudah ada sejak jaman mbah saya dulu. Bahkan sejak tahun 1971 sudah diaspal, sehingga anak-anak sekolah warga Satak dan Puncu yang sekolah di Pare suka lewat situ karena lebih dekat,” kata Bejo, warga Desa Satak.

Selain itu, Alas Simpenan ini sudah lama menjadi obyek wisata murah meriah, karena selain pemandangannya indah, kera-kera yang menghuninya lucu-lucu, yang kata warga bisa goyang Moreno ala Syahrini.

Sujarno, Kepala Desa Satak mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu, apa alasan penutupan jalan aspal yang juga merupakan urat nadi perhubungan bagi warga sekitarnya itu. “Sangat disayangkan jalan yang beraspal bagus itu ditutup tanpa alasan yang jelas. Sehingga kami harus melewati jalan lain yang belum diaspal”, kata Sujarno.

Pak Kades meminta kepada pihak berwenang, jika memang jalan aspal yang penting bagi keseharian warga ini ditutup, maka jalan alternatif yang belum diaspal itu segera diaspal sehingga warga tidak merasa resah karena dirugikan kepentingannya.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kediri, sampai berita ini naik cetak belum bisa diminta pendapat dan komentarnya. Beberapa kali Tabloid Sergap menyambangi kantornya, Kepala Dinas selalu tidak ada, karena ada acara. (yus)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s