Pra Lokakarya Penyusunan Tata Ruang Wilayah Laut Kabupaten Teluk Bintuni

Kepala Bappeda Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni Dr. Ir. Alimudin, MM

Kepala Bappeda Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni Dr. Ir. Alimudin, MM

Bintuni, Papua Barat (Sergap) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Teluk Bintuni, pada akhir bulan Oktober yang lalu telah mengadakan kegiatan Pra Lokakarya dalam rangka Penyusunan Tata Ruang Wilayah Laut, bekerja sama dengan tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diikuti oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni.

Tampil sebagai pembicara pada hari Jumat (31/10/2014) pagi itu adalah, Prof. Dr. Ir. Sulistiono, MSc  dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan ITB dan Kepala Bappeda Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Ir. Alimudin, MM.

Prof. Ir. Sulistiono, MSc dalam paparannya  mengatakan bahwa Kabupaten Teluk Bintuni kaya akan sumber daya alamnya, baik itu di bidang Perikanan, Pertanian dan Kehutanan. Salah satu hutan yang dimiliki Kabupaten Teluk Bintuni adalah Hutan Mangrove, masyarakat harus menjaga dan melindungi akan kekayaan ini.

Prof. Sulistiono juga menggarisbawahi beberapa hal, antara lain adalah agar dilakukan pengembangkan potensi sumber daya laut yang seoptimal mungkin. Dalam peningkatan sumber daya laut ini, masyarakat wajib dilibatkan di dalamnya.

“Poin terpenting untuk Kabupaten Teluk Bintuni adalah pengembangan ekonomi di bidang infrastruktur dasar, yaitu transportasi laut yang lancar, sehingga daerah pesisir dapat terjangkau. Perlu juga ada sentra-sentra sehingga tidak terjadi tumpang tindih”, kata Prof. Sulistiono memaparkan.

Guru Besar ITB ini juga membenarkan, bahwa Kabupaten Teluk Bintuni mempunyai kekayaan laut yang melimpah dan mempunyai potensi ekonomi yang prospektif, karena nilai jualnya tinggi di pasar regional maupun internasional. “Kabupaten ini kaya dengan sumber daya laut di bidang perikanan seperti, kepiting, udang, dan berbagai jenis ikan lainnya,” kata Prof. Sulistiono menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Dr. Ir. Alimudin, MM, mengatakan bahwa Pemkab Teluk Bintuni sedang menyiapkan satu Studi Penyusunan Tata Ruang Laut, walaupun masih mempriotitaskan terlebih dahulu Tata Ruang Daratan.

Pemkab Teluk Bintuni sepakat bahwa potensi sumber daya laut Kabupaten Bintuni cukup besar. Dengan bentangan wilayah laut Kabupaten Bintuni ±200 Km, ±lebar 60 Km dengan kedalaman rata-rata 30 Km, banyak sekali potensi- potensi kelautan di pesisir Kabupaten Bintuni. “Selain hutan Mangrove, potensi ikan, kepiting, udang, ada pula jenis Ikan Hiu yang tidak ada di Kabupaten lain”, kata Kepala Bappeda penuh semangat.

Pemkab Bintuni segera mengidentifikasi semua potensi laut, sehingga dapat terjaga keseimbangan ekosistem dan sosial budaya masyarakat. Interaksi- interaksi positif yang terjadi dapat diseimbangkan, sehingga tidak terjadi konflik antar bagian.

“Kita tahu bahwa Teluk Bintuni adalah tujuan investasi dan akan dibangun Kawasan Ekonomi Khusus. Sudah ada beberapa perusahaan migas yang sudah exploitasi, ada juga  Beberapa perusahaan lain yang masih explorasi. Pemkab harus mengantisipasi dengan cara menyusun Tata Ruang Laut dan mengawasi kemanfaatannya secara berkelanjutan,” jelas Kepala Bappeda seusai acara kepada Tabloid Sergap. (Jemmy Mairuhu/adv )

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s