Angin Puting Beliung Kembali Terjang Grobogan

Empat ruang kelas Pondok Pesantren Darul Istiqomah roboh

Empat ruang kelas Pondok Pesantren Darul Istiqomah roboh

Grobogan (Sergap) – Angin puting beliung kembali menerjang Kabupaten Grobogan. Kali ini, Kamis (13/11/2014) angin kencang yang disertai hujan lebat itu menghempas Desa Sambung Kecamatan Godong, sekitar jam 15.30 WIB.

Tercatat 67 rumah rusak, dan 38 rumah rusak parah. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Darul Istiqomah, di mana 4 ruang kelas bangunan kayu itu roboh. Tidak ada korban luka ataupun meninggal dan kerugian diperkirakan sekitar Rp. 46 Juta.

Selanjutnya Warga bersama sama bergotong-royong memperbaiki rumah warga yang terkena musibah dibantu anggota Koramil Godong. “Setiap ada bencana kita harus siap,” kata Serma Bambang, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sambung, Kecamatan Godong.

Suradi (60th), warga Desa Sambung yang rumahnya ikut terkena bencana sangat berharap pemerintah dan masyarakat lainnya segera memberikan bantuan, untuk meringankan upaya perbaikan yang dilakukan warga. “Hujan deras dan genting rumah terbang kemana-mana seperti debu,” kata Suradi kepada Tabloid Sergap.

Dalam satu bulan terakhir, sudah 7 desa di Kabupaten Grobogan yang merasakan hempasan angin puting beliung. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Titi Rahayuningsih melalui Kasi Kedaruratan Masrikan mengatakan angin puting beliung berpotensi merusak di 50-an desa. Bukan sekadar memprediksi, BPBD telah mengalkulasi data kejadian serupa seenjak tahun 2008.

“Ada beberapa desa yang jadi langganan angin puting beliung. Diantaranya, dua desa di Kecamatan Toroh yakni Krangganharjo dan Bolo. Dua desa di Kecamatan Penawangan yakni Pengkol dan Karangwader dan Desa Pulokulon Kecamatan Pulokulon. Yang lainnya bersifat sporadis,” kata Masrikan, Selasa (4/11/2014) yang lalu.

Dari Data BPBD, tren puting beliung tiap tahunnya meningkat. Jumlah rumah rusak akibat angin juga cukup banyak. Faktor penyebabnya adalah kemarau yang ekstrem, bertambahnya hutan yang gundul sehingga desa minim penahan angin. Bertambahnya, perumahan yang menempati lokasi di pinggir atau yang sebelumnya, merupakan area persawahan. Sehingga angin yang bertiup kencang dengan mudah  menerpa rumah.

“Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat saat ini baru memasuki bulan November. Intensitas hujan juga masih jarang turun. Diperkirakan, angin puting beliung akan terjadi di sejumlah wilayah langganan dan wilayah lain yang berpotensi,” kata Masrikan mengingatkan. (Ans)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s