Jembatan Dipalang Besi dan Retak, Mengganggu Warga

Jembatan dipalang besi, drum diletakkan di tengah dan juga sudah ada retak-retaknya.

Sorong (Sergap) – Sebuah pemandangan tak lazim terlihat di sebuah jembatan. Palang besi dan sebuah drum warna merah dengan tulisan STOP warna putih, berada di tengah jembatan, sehingga mengganggu warga yang akan lewat jembatan.

Jembatan berkonstruksi besi ini, berada di Kawasan SP3, Kabupaten Sorong. Di beberapa bagian pondasi jembatan tampak retakan yang menganga, padahal menurut warga, jembatan ini baru selesai pembangunannya kurang dari setahun yang lalu.

Kepala Dinas PU (Kadis PU) Kabupaten Sorong, Sukadi, SE ketika ditemui di ruang  kerjanya, Selasa (22/09/2014)  mengatakan, bahwa dirinya baru tahu tentang kejadian ini dari SMS yang diterimanya.

“Saya tidak tahu kalau jembatan dipalang. Tapi ketika menerima SMS, saya langsung ke lokasi dan betul dipalang juga ada keretakan”, kata Sukadi menjelaskan.

Selanjutnya dia akan koordinasi dengan kontraktor pelaksana dan Balai Satuan Kerja Kementrian PU Sorong, karena sekecil apapun masalahnya harus diperbaiki. Menjawab pertanyaan, Kadis PU menginformasikan bahwa, kontraktor pelaksana pembangunan jembatan tersebut adalah PT. Cipta Sarana Membangun (PT. CSM).

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IX Wilayah Kabupaten Sorong, Albert Marauje, ST mengatakan bahwa pihaknya akan segera menghubungi para pihak terkait dengan jembatan itu.  “Saya segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab dalam proyek ini dan mengusahakan secepatnya agar jembatan dapat difungsikan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/08/2014) yang lalu.

Tentang penyebab keretakan, Albert Marauje mengatakan peyebabnya kemungkinan besar adalah pemasangan tiang pancang yang belum berada di lapisan tanah yang keras, sehingga terjadi penurunan pondasi jembatan. “Namun keretakan tersebut tidak berpengaruh terhadap seluruh konstruksi jembatan,” katanya menjelaskan.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, jembatan yang dibiayai dengan dana APBN ini, tendernya dimenangkan oleh PT. CMS. Namun kemudian dalam pengerjaannya di sub kontrakkan lagi ke sebuah kontraktor lokal.

Tabloid Sergap juga menemui Effendi Nur, Pengawas Pelaksana PT. CSM yang menjelaskan bahwa yang memberi palang besi dan drum, adalah perusahaan sub kontraktor lokal ketiga.

Rupanya dari PT. CSM disubkontrakkan kepada pihak kedua, dan pihak kedua kemudian mengsubkontrakkan lagi beberapa jenis pekerjaan kepada pihak ketiga, yang memborong penyediaan tenaga kerja lapangan. “Kewajiban pembayaran PT. CSM kepada pihak kedua sudah beres. Pembayaran pihak kedua kepada pihak ketiga yang mungkin belum terselesaikan, sehingga terjadi pemasangan palang besi”, kata Effendi Nur.

Harold Robert Manderos, Direktur PT. Cipta Sarana Membangun, kontraktor pelaksana pembangunan jembatan tersebut, saat dikonfirmasi di kantornya, menolak untuk memberi keterangan apapun. (Jemmy Mairuhu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s