Kapal Rudal Cepat Trimaran Terbaru Akan Lebih Canggih

Ilustrasi Kapal Rudal Cepat TNI AL sedang beraksi dalam sebuah operasi

Ilustrasi Kapal Rudal Cepat TNI AL sedang beraksi dalam sebuah operasi

Banyuwangi (Sergap) – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio memastikan kapal perang jenis trimaran (berlunas tiga) yang dipesan TNI AL dari PT. Lundin Industry Invest akan lebih canggih dari kapal KRI Klewang yang terbakar pada 28 September 2012. Kapal Republik Indonesia (KRI) Klewang dengan nomor lambung 625, adalah tipe Kapal Rudal Cepat (KRC) yang juga berjenis trimaran tersebut, terbakar saat bersandar di Lanal TNI AL Banyuwangi.

Berbicara kepada wartawan di Banyuwangi saat mengunjungi PT Lundin Industri Invest, Jumat (24/10/2014) Laksamana Marsetio mengatakan, kapal trimaran ini menggunakan beberapa spek baru sehingga lebih canggih dari pendahulunya.

Tanpa merinci detail kecanggihan dan keunggulan terbaru tersebut, Laksamana Marsetio memastikan kapal trimaran, selain juga mengusung teknologi siluman (tak terdeteksi radar), juga dilengkapi  beberapa teknologi tingkat tinggi dan persenjataan canggih lainnya.

“Desainnya juga akan ada perubahan struktur. Yang lama kan desain tahun 2011. Ini juga menggunakan material baru yang lebih canggih, lebih tahan api dan lebih siluman,” kata KSAL menambahkan.

Dalam pembuatan kapal ini, selain PT Lundin Industri Invest dan perusahaan Swedia yakni Saab, TNI juga meminta bantuan PT PAL dan PT Pindad dalam proses desain dan beberapa hal lainnya.

Seperti rencana awal, TNI AL akan memesan empat buah kapal. Belum ada kepastian kapan kapal jenis tiga lambung ini selesai. Namun, satu kapal sudah dalam proses pembuatan.

“Kita akan buat empat. Dan kapal pertama  sudah dibangun dengan desain baru yang lebih bagus dan canggih. Ini Indonesia yang pertama di Asia, bahkan Amerika lihat ini desai baru,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Laksamana Marsetio menjelaskan, Indonesia harus mampu membuat produk unggulan dalam hal ini, produk pertahanan. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produk tersebut harus memiliki keunggulan agar bisa dijual ke luar negeri.

Sementara itu pihak PT Lundin enggan memberikan komentar apapun terkait kapal pesanan TNI AL ini. Kasus kebakaran KRI Klewang pada September 2012 lalu membuat perusahaan ini tidak mau memberikan komentar apapun.

Berdasarkan data KRI Klewang yang pernah diliris oleh PT Lundin, spesifikasi KRI Klewang adalah sebagai berikut : Panjang keseluruhan (length overall) 63 meter. Panjang kapal di permukaan air (lenght on waterline) 61 meter. Panjang total 63 meter, water draft 1,2 meter. Beam overall 16 meter. Bobot 219 ton. Berat bobot mati: 53,1 GT. Kecepatan maksimum 35 knot. Jangkauan (range) 2000 nm (mill laut). Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK [3]+ 4x waterjet MJP550. Memiliki tiga dek, mempu mengangkut pasukan hingga 29 orang, termasuk tim pasukan khusus. (af)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s