Tanam Padi TNI Bersama Rakyat Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Peragaan Mesin penanam padi (rice transplantor)

Peragaan mesin penanam padi (rice transplantor)

Grobogan (Sergap) – Masih dalam rangka melanjutkan program TNI Angkatan Darat (AD) Mendukung Ketahanan Pangan (TMKP) 2014, TNI AD bersama Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah,  mengadakan acara gerakan Tanam Padi Bersama Rakyat dan TNI, di Desa Kluan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Kamis (16/10/2014).

Acara dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan SDM Kementrian Winy Dian Wibawa, Wakil Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Brigjend TNI Komaruddin Simanjuntak, Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro, pejabat Deptan Grobogan, Kodim 0717.

Brigjend TNI Komaruddin Simanjuntak

Brigjend TNI Komaruddin Simanjuntak

Acara dilaksanakan dalam rangka program TNI untuk mendukung terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Nasional. “Tugas pokok TNI AD, selain perang, memberdayakan masyarakat sehingga dengan adanya program ini diharapkan bisa lebih kuat karena masyarakat sebagai pertahanan dan kekuatan pendukung. Kedaulatan pangan akan memperkuat Ketahanan Nasional kita. Acara ini terlaksana atas kerjasama Kementrian Pertanian, TNI AD dengan tentu saja melibatkan Pemprov Jateng dan Pemkab Grobogan, dengan rakyat ada di dalamnya.”, kata Brigjend TNI Komaruddin Simanjuntak menjelaskan.

Grobogan merupakan lumbung padi nasional yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sistem bercocok tanam pola lama mulai ditinggalkan, karena dengan teknologi yang terbaru pengerjaan lahan lebih cepat dan efisien serta hemat biaya. “Tentara itu bisa bertani bersama rakyat. Orang tua saya petani”, ujar Brigjen Komaruddin menambahkan.

Pada kesempatan itu, jenderal bintang satu ini juga mengajak kepada semua Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk melakukan hal-hal positif.  “Babinsa yang baik dan berprestasi akan dipanggil ke Jakarta dan akan dinaikkan pangkatnya satu tingkat. Namun jika mereka ada yang nakal maka akan dikenakan sanksi”, katanya menegaskan.

Di akhir acara dilakukan peragaan mesin penaman padi (rice transplantor), disaksikan oleh anggota kelompok tani dan warga serta para undangan. Selanjutnya rombongan melanjutkan penanaman kedelai di Desa Pandanarum Kecamatan Gabus.

Sebelumnya, Kabupaten Grobogan sudah pernah mendapatkan bantuan mesin-mesin pertanian dari Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementrian Pertanian Tahun Anggaran 2014, sejumlah 96 unit traktor seharga Rp23 juta/ unit dan 3 rice transplantor seharga Rp74 juta/ unit, 46 dikelola kelonpok tani, 50 unit dan 3 rice transplantor  yang di kelola Dinas Pertanian Grobogan. (Ans)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s