Parahnya Kabut Asap Melanda Kota Palangkaraya

Kabur asap menyelimuti Kota Palangkaraya

Kabur asap menyelimuti Kota Palangkaraya

Palangkaraya (Sergap) – Kabut tebal semakin pekat menyelimuti Kota Cantik Palangkaraya. Jarak pandang hanya 10-15 meter saja, mengharuskan para pengendara berhati-hati di jalan. Upaya pemadaman juga belum dapat optimal dilaksanakan karena berbagai sebab. Bahkan helikopter juga terkendala dalam upaya pemadaman ini. Jarak pandang dari udara yang hanya sekitar 400 meter, membuat helikopter Bolkow yang dikerahkan ke lokasi tak bisa memuntahkan air.

“Dengan jarak pandang terbatas, titik yang akan dibasahi tidak bisa terlihat dari atas. Dalam pemadaman udara, yang diperlukan pilot adalah visual,” ujar Indiyarto, petugas tim pemadaman udara dari Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (17/10/2014).

Kondisi ini diperparah oleh munculnya titik-titik api baru hasil pembakaran secara sengaja. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 649 titik api di Kalteng hasil pantauan satelit Modis. Setiap titik berukuran lebih dari enam hektare. Itu artinya, seharian kemarin lebih dari 3.900 hektare lahan dan hutan di provinsi tersebut hangus.

Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pangkaraya, Kalimantan Tengah, sudah sangat parah. Bahkan, data dari Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya, kondisi pencemaran udara berbahaya sudah berlangsung hingga enam kali.

Pertama kondisi pencemaran menurut Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berbahaya tercatat pada tanggal, 4,6,7,8,10 dan 12 Oktober 2014, sedangkan sangat tidak sehat berlangsung hingga enam kali, dari tanggal 1,2,3,5,911. “Kondisi pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya yang menyebabkan kabut asap, statusnya beberapa kali berbahaya,” kata Andrie Manurung, Kepala Laboratorium Lingkungan, Senin (13/10/2014).

Data ISPU hari Sabtu Tanggal 4 Oktober 2014 status berbahaya dengan nilai ISPU 304 dan konsentrasi pencemaran 423,5 dengan parameter  PM10, sedangkan untuk status ISPU Hari Minggu tanggal 5 Oktober 2014 status menjadi sangat tidak sehat dengan konsentrasi asap 407 dengan parameter Pm10

Menyikapi hal ini, Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, meminta pos simpul komando (posko) tingkat provinsi diikuti kabupaten/kota untuk meningkatkan koordinasi dan distribusi informasi guna mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

“Utamakan pencegahan melalui sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat petani terkait persiapan pembukaan lahan pertanian, mengintensifkan patroli di wilayah yang rawan terbakar, dan memadamkan sedini mungkin demi menghindari kebakaran yang lebih luas,” kata gubenur menegaskan.

Selanjutnya Gubernur Kalteng juga memandang penting penegakkan hukum terhadap para pembakar hutan dan lahan yang tak bertanggung jawab itu, agar menimbulkan efek jera. “Selama ini, para pembakar hutan, lahan dan pekarangan di pengadilan hanya dikenakan denda yang ringan, sehingga tidak menimbulkan efek jera,” kata gubernur.

Ketika polisi sudah bekerja keras menangkap pelaku pembakaran lahan, namun di pengadilan hanya didenda Rp. 250.000,-, padahal dalam Peraturan Gubenur (Pergub) Kalteng Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan/atau Lahan, sanksinya cukup berat.

Sanksi pidana

Sanksi tersebut, tercantum pada Bab VIII tentang Ketentuan Pidana, pasal 25 ayat (1) di mana pelaku pembakaran hutan/lahan diancam hukuman penjara 6 bulan atau denda Rp5 juta. Bahkan kalau mengacu kepada Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bab XV tentang Ketentuan Pidana, pasal 97, ayat (1), bilamana pembakaran hutan itu menimbulkan bahaya kesehatan manusia, diancam hukuman pidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp4 milyiar rupiah dan paling banyak Rp12 milyar.

Dengan pertimbangan gangguan kesehatan juga, para guru di Palangkaraya terpaksa memulangkan peserta didiknya kembali lebih awal dan meliburkan sekolah hingga 2 hari, karena kabut asap di kota ini semakin memburuk.

Standar Pencemaran Udara (ISPU) kota Palangkaraya berada pada level sangat tidak sehat, hal ini tentunya berbaya bagi kesehatan. Ini jelas-jelas merugikan perjuangan ribuan siswa di Palangkaraya untuk menggapai cita-citanya.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kota Palangkaraya mengambil kebijakan untuk meliburkan seluruh jenjang pendidikan selama tiga hari. Dimulai dari Senin (13/10/2014) sampai Rabu (14/10/2014).

Seiring dengan itu, Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya juga sudah membagikan ribuan masker gratis. Namun, beberapa pelajar tidak mengenakan masker, padahal sudah dibagikan gratis. Sebagian dari mereka tetap melakukan aktivitas di luar ruangan yang penuh dengan kabut asap.

Jelas sekali kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan, telah menyebabkan kerugian yang luas kepada masyarakat. Sosialisasi yang gencar, sekaligus penegakkan hukum bagi yang terbukti melanggar aturan yang berlaku, wajib diberlakukan secara tegas. (AB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s