Petani Kediri Tuding Bupati Telah Melanggar HAM

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak manusia lahir yang tidak dapat diganggu gugat dan bersifat tetap. Secara universal HAM adalah hak dasar yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir sampai mati sebagai anugerah dari Tuhan YME. Ruang lingkup hak asasi manusia itu adalah: Hak Untuk Hidup, Hak Untuk Memperoleh Pendidikan, Hak Untuk Hidup Bersama-sama Seperti Orang Lain, Hak Untuk Mendapatkan Perlakuan yang Sama, dan Hak Untuk Mendapatkan Pekerjaan. Dasar-dasar HAM tertuang dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan juga tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia.

Kediri (Sergap) – Petani Kediri yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sipil Kediri (Formassi), Front Perjuangan Rakyat Kediri Bersatu (FPPKB), bersama para mahasiswa dan aktivis Kaum Miskin Kota (KMK) serta Kaum Marhaen Menggugat Kediri, menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional  dan Hari Agraria Nasional 2014, pada tanggal 24 September 2014.

Petani dan aktivis saat berangkat, orasi di Monumen SLG dan di gerbang DPRD. Hadiah 2 Kampret yang dititipkan kepada polisi.

Petani dan aktivis saat berangkat, orasi di Monumen SLG dan di gerbang DPRD. Hadiah 2 Kampret yang dititipkan kepada polisi.

Agustianto, Koordinator Ujuk Rasa mengatakan, demo ini bertujuan untuk mengingatkan penguasa Kabupaten Kediri untuk lebih membela petani dan mematuhi Undang– Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. “Kami melihat selama 15 tahun pemerintahan Bupati Kediri, yang terjadi justru para petani di Kabupaten Kediri mendapatkan perlakuan yang buruk dari Bupati Kediri,” kata Agus kepada Tabloid Sergap, Rabu (24/08/2014) di area Terminal SLG, saat menunggu peserta demo lainnya berkumpul.

“Bahkan Bupati Kediri telah kami laporkan ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM), pada tanggal 1 April 2014, karena telah merusak lahan milik petani di Dukuh Simbarlor, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri,” kata Agus menambahkan.

Perusakan lahan menggunakan alat berat itu, telah merusak tanaman petani berupa tebu, nanas dan ketela pohon. Perusakan ini dipimpin oleh Gembong Sujatmiko, Direktur Perusahaan Perkebunan Daerah (PDP) Margomulyo, sebuah perusahaan plat merah milik Pemkab Kediri, dan Anastasius Irwan Hidayat, Kepala Desa (Kades) Plosokidul.

Agustianto, Koordinator Demonstrasi

Agustianto, Koordinator Demonstrasi

Mereka ini membolduser tanaman petani berpayungkan Keputusan Bupati Kediri Nomor : 188.45/282/418.32/2012, tertanggal 25 Mei 2012 tentang Pembentukan Tim Penertiban Tanah Hak Guna Usaha (HGU) PDP Margomulyo Kabupaten Kediri yang ditandatangani Bupati Haryanti Sutrisno.

“Kami menilai tindakan itu brutal dan tidak berperikemanusiaan. Bukan hanya tindakan pidana biasa, tetapi sudah tergolong tindak kejahatan kemanusiaan yang luar biasa dan melanggar HAM”, kata Agus menegaskan.

Komnas HAM turun tangan

Berdasarkan laporan Formassi, Komnas HAM telah mengirimi Bupati Kediri, surat bernomor : 1.447/K/PMT/VII/2014, tertanggal 18 Juli 2014, yang ditandatangani oleh Komisioner Komnas HAM, Dianto Bachriadi, Ph.D.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Komnas HAM telah melakukan pemantauan dan peninjauan ke lokasi terjadinya perusakan tanaman petani di Dukuh Simbarlor, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, pada tanggal 27 Mei 2014.

Berdasarkan hasil peninjauan itu, maka Komnas HAM meminta kepada Bupati Kediri untuk :

  1. Melakukan upaya peninjauan kembali peneritan HGU Nomor 512, 513, 514, 515, 516, 517, 518, dan 519 milik PDP Margomulyo, agar tidak ada hak-hak warga yang terlanggar.
  2. Menghentikan sementara aktivitas penertiban lahan dan aktivitas PDP Nargomulyo, hingga sengketa selesai secara berkeadilan.
  3. Memberi kesempatan kepada penggarap lahan untuk melanjutkan usaha taninya, hingga tercapai penyelesaian sengketa lahan, karena sebagian besar penghidupan ekonominya bergantung kepada lahan tersebut.

Selanjutnya Komnas HAM mengingatkan kepada Bupati Kediri, selaku Aparatur Penyelenggara Negara harus menghormati, menegakkan dan memajukan Hak Azasi Manusia, khususnya hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia dan ICESCR yang telah diratifikasi oleh Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005.

Unjuk rasa petani dan aktivis di Hari Tani Nasional dan Hari Agraria Nasional tersebut sasaran utamanya adalah para Wakil Rakyat di gedung DPRD Kabupaten Kediri. “Kami melapor kepada para wakil rakyat, bahwa Bupati Kediri telah melakukan rangkaian tindakan melanggar HAM, yang sangat dilarang di sebuah negara beridiologi Pancasila, negara yang berdemokrasi, negara hukum, bukan negara yang berdasarkan kekuasaan. Kami mohon dengan hormat, agar DPRD Kabupaten Kediri secepatnya membentuk Pansus Pelanggaran Kontitusi dan HAM oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti,” kata Agus saat berorasi di depan pintu gerbang gedung DPRD Kabupaten Kediri.

Dihadiahi Kampret

Permintaan para pengunjuk rasa untuk bertemu dengan bupati dan para wakil rakyat tidak dapat dipenuhi, tanpa keterangan yang jelas. Pada akhirnya mereka menitipkan dua anak kelelawar (kampret), masing-masing untuk Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Kediri, melalui petugas polisi yang berjaga.

Setelah itu para demonstran yang sebelumnya juga sempat beraksi di di depan monumen SLG itu, membubarkan diri dengan tertib, sambil berjanji akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar.

Sebelumnya, pada hari Senin tanggal 22 September 2014, para petani Dukuh Simbarlor, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri juga telah menggugat perdata Kepala Desa Plosokidul, PDP Margomulyo dan Bupati Kediri, ke Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Sidang pertama, sebagaimana berita acara perdata masuk pada tahap mediasi dengan mediator yang ditunjuk oleh Majelis Hakim, yaitu Komang Ari Anggara, SH dan Anjar Anggara, SH, dengan batas waktu 2 minggu. (Tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s