Perjalanan Jokowi ke Istana Merdeka

ICON Lapsus wpPasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), akhirnya menang dalam kompetisi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014–2019. Keputusan kemenangan pasangan Jokowi-JK diumumkan oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam rapat pleno KPU di Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Di pentas politik nasional Jokowi tergolong “pendatang baru”, walaupun dalam hal prestasi, mantan Walikota Surakarta ini bukan orang baru. Jokowi moncer saat dua periode menjabat walikota. Namanya bahkan mendunia karena gaya kepemimpinannya yang merakyat dan jujur. Apalagi setelah sukses mengalahkan Fauzi Bowo sang petahana dalam ajang Pilihan Gubernur Jakarta. Kepopuleran Jokowi seakan tak terbendung, sehingga berujung manis dengan sukses menuju Istana Merdeka sebagai Presiden Republik Indonesia.

91 lipsus cvrKesulitan hidup seakan menjadi makanan sehari-hari Joko Widodo kecil. Untuk bisa makan dengan layak di kesehariannya saja adalah sesuatu yang sangat sulit diwujudkan dalam keluarganya. “Tentu saja, biaya sekolah juga menjadi beban bagi keluarga pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi. Sebagai keluarga penjual kayu, saya tumbuh menjadi anak yang terbiasa hidup sulit. Kadang sulit makan, membayar sekolah juga kerap kesulitan biaya. Sayang, rumah masa kecil saya kini sudah digusur, jadi tidak bisa dilihat untuk mengenang seperti apa kehidupan saya dulu”, kata Joko Widodo sebagaimana ditulis Tabloid Nova.

Joko Widodo lahir di Solo atau Surakarta pada tanggal 21 Juli 1961. Dan seperti anak kecil pada umumnya, ia juga suka sekali bermain. Walaupun tergolong anak bandel, tetapi tidak nakal. Sebagaimana teman-temannya yang lain, dia suka mandi di sungai di belakang rumah, cari telur bebek di tepi sungai, memancing ikan, main layang-layang, main sepak bola di sepanjang sungai. “Dulu sungainya masih lebar, beda dengan sekarang yang sudah banyak dibangun rumah”, katanya  .

Joko Widodo adalah anak sulung dari empat bersaudara dan ketiga adiknya perempuan. Sebagai anak paling, salah satu tugasnya adalah mengasuh adik-adiknya, kadang mengantar mereka sekolah. “Kalau mereka ada masalah dengan PR (pekerjaan rumah, red), saya juga membantu mereka. Bahkan ketika adik-adik beranjak besar, saat ada masalah dengan pacarnya, saya turut membantu memecahkan masalahnya”, kata Joko Widodo.

Tentang kisah masa sekolahnya, Joko Widodo membanggakan nilai sekolah yang selalu bagus. Sering menjadi Ranking I, tapi juga kadang hanya masuk di 5 besar. “Padahal belajar saja saya tidak pernah, lho”, katanya kepada Antara.

Foto-foto Jokowi ketika masih SMA, mahasiswa dan ketika diwisuda

Foto-foto Jokowi ketika masih SMA, mahasiswa dan ketika diwisuda

Masa SMP hingga SMA dilalui tanpa hal yang istimewa. Di luar jam sekolah Jokowi remaja punya tugas membantu orangtua, misalnya menagih pembayaran kepada pelanggan yang membeli kayu atau menaikkan kayu yang sudah dibeli ke gerobak atau becak.

Selepas SMA Joko Widodo yang akrab dipanggil Joko itu meneruskan kuliah ke Jurusan Teknologi Kayu, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1985. Joko bisa mengenyam pendidikan tinggi karena jasa keluarga besar ayah dan ibunya yang secara patungan membiayai kuliahnya. Bahkan Kakek Joko, juga ikut membantu dengan menjual sapinya. “Intinya, banyak orang membantu saya.” katanya.  Selama kuliah, Joko Widodo kost di Yogyakarta. Rumah kosnya cari yang murah, karena itu sempat pindah kost sampai lima kali. Seminggu atau sebulan sekali pulang ke Solo naik bus.

Foto Jokowi dan Iriana di buku nikah

Foto Jokowi dan Iriana di buku nikah

Baru setahun kuliah, Joko muda berkenalan dengan seorang gadis cantik nan sederhana yang bernama Iriana dan berlanjut dengan pacaran yang bahkan berlanjut ke jenjang pernikahan. “Dia teman adik saya yang sering bermain ke rumah, jadi kami sering bertemu. Sejak kenal Iriana, saya tak pernah pindah ke lain hati sampai akhirnya kami menikah pada 24 Desember 1986”, kata Joko Widodo sambil tersenyum lebar. Dapat dikatakan sebuah cinta pertama yang sukses menuju pelaminan.

Joko Widodo resmi menyandang gelar insinyur pada tahun 1985. Ia berhasil bekerja di sebuah BUMN di Aceh dan menikahi cinta pertamanya Iriana, hingga kini dikaruniai tiga buah hati, Gibran Rakabumi (25), Kahiyang Ayu (21), dan Kaesang Pangarep (17).

Jadi  Eksportir

Namun kemudian, Joko Widodo memutuskan berhenti kerja dari BUMN dan pulang ke Solo untuk merintis bisnis mebel dengan modal minus. Itu berarti harus pinjam uang ke bank dengan agunan sertifikat tanah milik orangtuanya. “Risiko yang harus saya tanggung, jika tidak bisa mengembalikan uang berarti tanah melayang. Tetapi sejak dulu saya orangnya optimis, karena untuk memulai satu pekerjaan modalnya hanya itu. Selain optimis, saya juga menyertainya dengan kerja keras. Sembilan tahun lamanya saya kerja dari pagi hingga pagi lagi karena merasa tak punya apa-apa,” katanya.

Sebagian besar orang Solo tahu tempat usaha mebel itu dimulai dari sewa tempat yang terbuat dari gedheg (anyaman bambu, Red) dan hanya mampu mempekerjakan tiga tenaga, sehingga mulai dari masrah kayu hingga membuat konstruksi dan nyemprot mebel, banyak dilakukannya sendiri, termasuk urusan marketing.

“Saya kerja melebihi jam kerja orang lain. Kalau enggak percaya, tanya saja istri saya. Kadang saya sampai tidur di pabrik untuk menyelesaikan pekerjaan. Ini saya lakukan selama sembilan tahun! Buat saya, kesempatannya hanya itu. Kalau tidak saya pergunakan dengan baik, habislah saya,” kata pria bertubuh kurus ini berkisah.

“Saat itu saya baru punya satu anak. Karena sering tidur di pabrik, saya jadi jarang membimbing anak belajar atau membantu mengerjakan PR-nya. Tetapi antar-jemput anak ke sekolah masih bisa saya lakukan. Selama itu pula istri menemani saya jatuh bangun merintis bisnis. Dulu, rambutnya sering kotor terkena serbuk gergaji kayu karena dia juga sering menemani saya hingga malam hari di pabrik

Buku "Pemimpin Berjiwa Rocker"

Buku “Pemimpin Berjiwa Rocker”

Dalam buku “Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker,” karya Yon Thayrun, Joko Widodo menuturkan bahwa mebel paling awal yang dibuatnya adalah bedroom set, yang dijual hanya di Solo saja.

Setelah tiga tahun berjalan, sudah mulai bisa mengekspor, karena berhasil menjadi anak angkat Perum Gas Negara. “Saya mengenal Perum Gas Negara melalui Desperindag. Saat itu saya diikutkan dalam kualifikasi sehingga bisa mendapatkan “bapak angkat”. Begitulah Tuhan memberi jalan”, katanya berucap syukur.

Awalnya oleh Perum Gas Negara hanya dipinjami deposito untuk modal pinjam uang ke bank. Semula saya hanya akan dipinjami Rp 50 juta. Saya bilang, “Maaf, saya ingin bikin ‘nasi’. Kalau cuma dipinjami Rp 50 juta, ‘bubur’ saja tidak akan jadi. Saya tidak mau.”

Setelah itu saya tunjukkan rencana kerja saya kepada mereka. Akhirnya mereka percaya dan mau meminjami lebih. Saat itu tahun 1996, saya berhasil meminjam uang yang kalau sekarang nilainya sekitar Rp 600 juta. Saya diberi target, setelah dua tahun saya harus bisa ekspor. Ternyata baru enam bulan saya sudah mampu mengekspor. Utang pun mampu saya lunasi dalam waktu tiga tahun. Malah tahun berikutnya saya dapat pinjaman lebih besar lagi.

Pertama kali menjadi eksportir, dalam jangka waktu tiga bulan baru mampu kirim satu kontainer. Setelah rajin ikut pameran, dalam satu bulan sudah ada permintaan 18 kontainer. “Awalnya saya ikut pameran di Jakarta, lalu ke Singapura dan akhirnya ke Eropa, Amerika Eropa Timur, dan Timur Tengah. Rasanya semua benua sudah saya datangi. Pokoknya kalau ada pasar baru, sudah dipastikan saya bisa masuk. Hasilnya, hampir semua negara jadi tujuan ekspor usaha mebel saya”, katanya kepada Tabloid Nova.

Walaupun sudah jadi eksportir, ia masih tetap terjun langsung ke lapangan. Semua order yang masuk selalu diterima. Kalau tak mampu memenuhi, order diberikan kepada teman-temannya, namun tetap dikontrol kualitasnya.

Nah, sejak saya jadi walikota, bisnis mebel kemudian ditangani adik saya, sebab ketiga anak saya belum ada yang tertarik ke dunia mebel. Si sulung Gibran yang saya sekolahkan di bidang marketing di Singapura dan Australia justru tertarik ke bisnis katering. Walau sedikit kecewa, tapi saya bangga dia berhasi dengan usaha pilihannya.

Nama Jokowi

Ketika masih aktif menangani ekspor mebel, punya pembeli asal Prancis bernama Michl Romaknan yang mengaku bingung. Pasalnya Michl yang membeli mebel dari Jepara, Semarang, dan Surabaya selalu bertemu orang bernama Joko. Begitu juga saat di Solo, ia bertemu Joko Widodo yang juga disapa Joko. “Untuk membedakan dengan Joko-Joko yang lain, ia menyapa saya dengan nama Jokowi. Saya tidak keberatan dengan sapaan itu, malah senang. Seperti ada personal brand tersendiri. Apalagi nama itu terdengar seperti nama petenis dunia Djokovic,” kata Joko Widodo yang kemudian sejak 1991 menggunakan nama Jokowi pada kartu namanya dan bahkan tetap memakai nama Jokowi saat menjadi Walikota Solo.

Calon Walikota

Di kalangan tukang kayu, nama Jokowi memang dikenal. Tetapi ketika mencalonkan diri sebagai calon walikota, tak ada yang mengenal siapa Jokowi. Jujur, keinginan mencalonkan diri ini tidak datang dari diri pribadi, tapi didorong-dorong teman-teman di Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo), di mana Jokowi pernah menjabat Ketua Asmindo periode 2002-2005. Merekalah yang meminta saya terjun ke dunia politik. “Ketika kemudian benar-benar jadi walikota, bagi saya itu ‘kecelakaan’ karena tidak ada persiapan sama sekali, ha ha ha,” kata Jokowi sambil tertawa.

Kendati demikian, sebelum akhirnya nyalon Jokowi membuat kalkulasi yang matang. Peta lapangannya dihitung dan dikuasainya. “Untuk apa nyalon walikota kalau untuk kalah? Saya akhirnya bersedia maju, ya, untuk menang. Hasil kalkulasi saya, kesempatan menang ketika itu 50 persen. Semisal bila hasilnya 30 persen, saya tidak akan mau maju”, katanya.

Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo

Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo

Saya merasa optimis karena saat itu calon lain banyak-banyakan pasang gambar billboard , sementara saya memilih door to door . Saya dan Pak Rudy (FX Hadi Rudyatmo, pasangannya dalam mencalonkan) mendatangi sendiri warga dari RT ke RT. Hampir setiap hari seperti itu. Yang kira-kira termasuk ‘pasar’ saya, saya masuki. Saya sodorkan visi-misi saya menjadi walikota. Ketika bertemu warga, saya ajak mereka bicara. Dari sini saya tahu apakah orang itu mendukung saya atau tidak.

Kepada warga pula, ketika itu saya menawarkan tiga hal. Yakni soal perbaikan kesehatan, pendidikan, dan penataan kota. Saya memang merasa penataan Kota Solo semrawut, tidak rapi dan tertata. Kawasan kumuh ada di semua titik. Pedagang kaki lima bertebaran di mana-mana sehingga pasar tradisional melimpah ke jalan, becek, bau dan kotor.

Pada Pemilukada Kota Solo pada tahun 2005, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), untuk maju sebagai calon wali kota Surakarta dan berhasil memenangkan pemilihan tersebut dengan persentase suara sebesar 36,62%.

Karier Jokowi sebagai pejabat publik semakin bersinar di masa jabatannya yang kedua (2010-2015). Konsekuensinya, ia semakin sibuk sehingga tak bisa lagi ‘menghilang’ dari Solo selama akhir pekan, sebagaimana dulu rutin ia lakukan. Beruntung, Jokowi punya cara jitu untuk refreshing , yakni nonton konser musik cadas kesukaannya.

Tentang hobinya yang satu ini, jokowi berkisah bahwa sejak duduk di SMAN 6 Solo adalah mendengarkan musik rock. Grup-grup musik rock yang disukainya misalnya Sepultura, Led Zeplin, Deep Purple, Metallica, Palm Desert, Linkink Park, dan Lamb of God.

Hobi mendengarkan dan nonton pertunjukan musik itu terus berlanjut hingga Jokowi duduk di Fakultas Kehutanan, bahkan sampai sekarang. Bedanya, bila zaman SMA atau kuliah saya hanya bisa memburu nonton konser musik rock di Jogja dan Solo, sekarang saya bisa mengejar nonton sampai ke Jakarta atau Singapura.

Begitu kesengsemnya pada musik rock, Jokowi juga pernah ikut-ikutan memanjangkan rambut hingga sepunggung. “Biar keren seperti para pemusik idola saya. Foto masa muda saya yang berambut gondrong juga masih saya simpan. Tapi maaf, ya, saya tidak mau mempublikasikannya kendati sudah banyak media yang meminta. Malu, ah! Sekarang kalau ingat masa-masa gondrong itu, saya suka jadi malu sendiri. Anak sulung saya sempat ikut-ikutan gondrong seperti saya di masa muda. Anehnya, saat melihat dia gondrong, saya kok, jadi jijik, ya…hahaha”, kata Jokowi terkekeh-kekeh.

Alasan Jokowi suka musik rock, karena musik metal itu memberi semangat. Baginya seorang pemimpin harus bersemangat. Harus berani mendobrak, memberi semangat kepada rakyatnya. “Bukan berarti saya tidak suka musik klenengan dan keroncong, lho… Saya juga suka. Nyatanya saya terpilih jadi Pembina Hamkri (Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia) Solo. Tapi koleksi musik saya yang terbanyak, ya, musik rock”, jelas Jokowi.

Walikota Teladan

Berkat gaya kepemimpinannya yang aspiratif, Jokowi menang telak atas rivalnya Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi pada Pemilukada 2010. Ia pun kembali menjabat sebagai Walikota Solo periode 2010-2015 dengan mengantongi kemenangan sebesar 90,09%.

Jokowi aktif membangun kota Surakarta atau yang juga disebut kota Solo hingga blusukan menyambangi warganya. Ia juga kerap mengampanyekan gerakan anti korupsi, yang membuatnya mendapatkan reputasi sebagai politisi jujur di Indonesia.

Sepanjang perbincangan Jokowi memperlihatkan slide suasana Kota Solo sebelum dan sesudah ditata olehnya. Bagaimana dulu pedagang pasar tradisional tumpah hingga ke jalan raya. Di bawah komandonya, titik kota yang dulu kumuh itu berhasil dirapikan dan dibangun pasar yang bersih dan tertata. Pedagang harus berjualan di dalam pasar tanpa dipungut bayaran, kecuali retribusi Rp 2.500 per hari.

Jokowi juga memperlihatkan kondisi ruangan pelayanan KTP dan ruang tamu di kantornya yang semula “berantakan”, padahal ia harus mendatangkan investor ke kotanya. Ruang tamu untuk para investor dan pelayanan KTP itu lantas ia “sulap” menjadi serupa lobby sebuah bank, ada layar sentuh yang berisi prosedur dan tata-cara berinvestasi. PNS yang melayani para investor ia beri seragam jas biru, bukan busana PNS warna cokelat kakhi. Pelayanan KTP pun dipermudah dan dipercepat.

Selama lima tahun kepemimpinannya Jokowi memenuhi janjinya, bukan saja menata kota tetapi juga memutus mata rantai kemiskinan dengan meluncurkan dana untuk biaya pendidikan dan kesehatan. Termasuk program perbaikan gizi anak serta menekan angka kematian ibu dan anak pasca persalinan. Inovasi itulah yang akhirnya membuahkan penghargaan sebagai Walikota Teladan dari Mendagri pada April 2011.

Ruang kerja Walikota Jokowi

Walikota Jokowi di ruang kerjanya

Saya sadar, anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu saya memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu agar bisa terus sekolah. Menurut saya, satu-satunya yang bisa memutus tali kemiskinan adalah pendidikan. Karena itu saya kemudian menawarkan solusi membuat kartu Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) dari jenjang SD hingga SMA.

Untuk anak yang memperoleh kartu Platinum, ia akan memperoleh seragam, buku, beasiswa dan sepatu gratis. Sementara pemegang kartu Gold bisa membayar sekolah setengahnya saja. Sementara ini memang hanya berlaku untuk sekolah tertentu karena anggarannya belum cukup, masih diotak-atik. Ada juga pemegang kartu Silver untuk siswa dari keluarga mampu yang bersekolah di Kota Solo pada jenjang SD/MI Negeri serta SMP/MTs Negeri dan jenjang SDLB, SMPLB Negeri dan SMALB Swasta.

Saya juga mengeluarkan kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). Kartu ini bisa dipakai untuk berobat gratis di 12 rumah sakit dan 17 Puskesmas, termasuk untuk terapi kanker seperti kemoterapi dan cuci darah. Jenisnya sama, Silver dan Gold. Silver untuk yang miskin “ragu-ragu” atau tidak jelas kemiskinannya, Gold untuk masyarakat yang sudah jelas miskin. Kartu PKMS sudah sekitar 4 tahun lalu diluncurkan, sementara kartu BPMKS baru dua tahun ini.

Dua jenis kartu ini hanya juga diterapkan saat Jokowi menjabat sebagai Gubernur Jakarta dengan nama Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat. Dua program ini juga menjadi andalan kampanye Jokowi ketika maju sebagai Capres dan dua kartu itu diberinya nama Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

Menjadi Gubernur Jakarta

Gebrakan Jokowi ketika menjadi Walikota Surakarta juga diwarnai aksinya membeli mobil SUV Esemka seharga Rp 95 juta. Ditambah lagi keputusan Jokowi yang menolak mengambil gaji selama dia menjabat sebagai Walikota Surakarta.

Jokowi bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan baju kotak-kotak yang terkenal itu

Jokowi bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan baju kotak-kotak yang terkenal itu

Pada 20 September 2012, Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok, berhasil memenangkan pemilihan Gubernur Jakarta mengalahkan pasangan Fauzi Bowo- Nachrowi Ramli dalam dua putaran. Jokowi yang didukung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra berhasil mengalahkan Fauzi Bowo yang didukung hampir seluruh parpol dan saat itu menjabat Gubernur dengan dukungan dana dan jaringan yang sangat besar.

Tetapi, pesona Jokowi yang diangkat oleh media massa, dukungan para relawan dan kerja keras kader-kader PDI Perjuangan berhasil mengalahkan Fauzi Bowo dan partai pendukungnya. Dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada hari Jumat, 28 September 2012, Jokowi-Basuki meraih 2.472.130 suara pada putaran kedua. Itu berarti pasangan nomor urut tiga itu menguasai 53,82 persen suara dari 4.592.945 suara sah. Sementara itu, pasangan nomor urut satu, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mengantongi 2.120.81 suara atau 46,18 persen dari jumlah suara sah.

Sebagaimana putaran pertama Juli lalu, pada putaran kedua kali ini, Jokowi-Basuki kembali menang di lima wilayah utama Jakarta. Pasangan ini hanya kalah di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Setelah menggelar rapat rekapitulasi penghitungan suara, KPU DKI Jakarta akan menetapkan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih pada Sabtu, 29 September 2012.

Setelah resmi menang di perhitungan suara, Jokowi masih diterpa isu upaya menghalangi pengunduran dirinya oleh DPRD Surakarta, namun dibantah oleh DPRD. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi juga menyatakan akan turun tangan jika masalah ini terjadi, karena pengangkatan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak dianggap melanggar aturan mana pun jika pada saat mendaftar sebagai Calon Gubernur sudah menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatan sebelumnya jika terpilih, dan benar-benar mengundurkan diri setelah terpilih.

Prestasi di Jakarta

Prestasi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta di antaranya peningkatan upah minimum provinsi UMP pada pada 24 Oktober 2012 dan saat baru 1,5 tahun menjabat Gubernur DKI, Jokowi lagi-lagi masuk nominasi penghargaan walikota terbaik dunia: “World Major 2014.” Sesuai rilis lembaga itu pada tanggal 21 Mei 2014, Jokowi masuk nominasi itu sebagai Gubernur DKI. Selain dia ada nama Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) dan Ilham Arief Sirajuddin (Walikota Makassar).

Keempat kepala daerah di Indonesia itu bakal bersaing dengan 118 wali kota di seluruh dunia, yakni 19 wali kota dari kawasan Amerika Utara, 16 wali kota dari kawasan Amerika Latin, 43 dari Eropa, 24 dari Asia, 7 dari Australia dan 9 dari Afrika.Pada tahun 2012 lalu Jokowi pernah meraih peringkat ketiga walikota terbaik saat menjabat di Solo.

Pemilihan wali kota terbaik dunia ini digelar oleh The City Mayors Foundation, sebuah yayasan internasional yang fokus terhadap isu-isu perkotaan. Anggota yayasan ini merupakan para profesional yang bekerja sama di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Asia, serta Afrika, untuk mempromosikan kota-kota yang kuat dan makmur dengan dukungan pemerintahan kota yang baik.

Masuknya Jokowi sebagai kandidat memang tidak mengejutkan. Walau baru 1,5 tahun, Jokowi telah membuat sejumlah gebrakan. Antara lain yang cukup fenomenal adalah pembenahan Waduk Pluit yang dulu dihuni 1.600 pemukim liar sehingga menjadikan waduk itu dangkal dan tak efektif membendung banjir Jakarta.

Gubernur Jakarta Jokowi menghiasi cover Majalah Fortune

Foto Gubernur Jakarta Jokowi menghiasi cover Majalah Fortune

Oleh Jokowi, ribuan pemukim itu tidak digusur secara paksa seperti gubernur-gubernur sebelumnya. Melainkan direlokasi ke sejumlah rumah susun. Alhasil perpindahan itu tak menimbulkan gejolak. Bahkan, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sempat terkejut karena Jokowi bisa merubah tempat yang dulu kumuh menjadi waduk yang asri dan menjadi taman kota yang sehat bagi anak-anak. “Dia (Mark Rutte), kaget ketika saya mengatakan sudah memindahkan 1.600 kk,” kata Jokowi, di Pluit, Jakarta usai melakukan peninjauan Waduk Pluit dengan PM Belanda didampingi Menteri Perdagangan Gita Wiriawan, Kamis 21 November 2013.

Tak hanya itu gebrakan Jokowi. Dia pun berhasil “membujuk” pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang yang sebelumnya  berjual di tepi jalan sehingga memacetkan kawasan itu untuk pindah. Jokowi pun berhasil memindahkan ratusan PKL tanpa kekerasan ke Blok G Pasar Tanah Abang. Di sana para PKL diberi tempat yang layak dan uang sewa yang murah. Akibatnya jalan Tanah Abang yang sejak beberapa gubernur terkenal macet oleh PKL, berhasil dibuat lancar.

Prestasi Jokowi di DKI Jakarta dari mulai dia bekerja hingga dia cuti karena maju sebagai calon presiden yang terkenal lainnya adalah program Penataan Kampung, Penataan Pasar dan Pembuatan Rumah Susun.

Di antaranya, penataan dan pengisian Rumah Susun Marunda dan Muara baru, pembangunan 200 Rumah susun di Pulo Gebang, pembangunan Kampung Deret Tanah Tinggi, penataan kampung Cakung Barat, pembangunan Rusunawa di Rawa Bebek, pembangunan 8 blok Rumah Susun Daan Mogot.

Ketika baru menjabat sebagai Gubernur DKI, bersama wakilnya Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Jokowi mengebrak dengan pemberian layanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu Jakarta melalui program Kartu Jakarta Sehat untuk 4,7 juta jiwa.  Ini diiringin kewajiban rumah sakit swasta untuk menambah kelas 3 perawatan sebanyak 40 %.

Di bidang pendidikan, Jokowi juga memberi dana bantuan pendidikan pada 320 ribu pelajar melalui program Kartu Jakarta Pintar. Dengan sejumlah gebrakan itu, tak mengherankan Jokowi kembali masuk penghargaan kepala daerah terbaik tingkat dunia.

Berbagai prestasi saat menjabat Walikota Solo, Gubernur Jakarta dan atas desakan masyarakat luas inilah yang membuat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputi mengeluarkan surat perintah harian yang isinya mendukung Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden PDI Perjuangan untuk bertarung dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

Menjadi Capres

Keputusan Megawati ini, mengejutkan banyak pihak. Walaupun sebenarnya Mega sudah memberikan sinyal-sinyal yang memberi petunjuk perihal penunjukkan Jokowi ini. Dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Ecopark Convention, Ancol, Jumat, 6 September 2013 mendaulat Jokowi untuk membacakan “Dedication of Life” yang pernah dikatakan Soekarno pada 10 September 1966. “Kenapa yang membaca ‘Dedication of Life’ justru Pak Jokowi ya karena katakan itu sebuah makna bahwa sebuah regenerasi secara alami pasti berlanjut. Pak Jokowi saya rasakan beliau dapat getaran itu, saya bilang loh,” kata Megawati disambut riuh tepuk tangan 1.300-an kader PDI Perjuangan ketika itu.

Kurang sebulan kemudian Jokowi mengajak Mega untuk meninjau langsung Waduk Pluit yang sedang menjadi buah bibir karena Jokowi berhasil memindahkan warga yang tinggal ke rumah susun dengan cara damai dan lancar.

Jokowi mengajak Mega makan di warteg

Jokowi mengajak Mega makan di warteg

Pada hari Sabtu siang 5 Nopember 2013 itu tampak benar bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sangat terkesan dengan hasil kerja Jokowi. Apalagi kemudian Jokowi juga mengajak Mega makan di sebuah warung Tegal (warteg), setelah berkeliling Waduk Pluit dan Ria Rio dan menanam pohon di sana. Peristiwa ini mendapatkan liputan luas di berbagai media massa yang menyebutnya sebagai sebuah keakraban yang jarang terjadi antara Mega dengan para kader partainya yang lain. Sementara itu berbagai lembaga survey merilis elektabilitas Jokowi yang tetap unggul sebagai bakal calon presiden dalam Pilpres 2014.

Tanda-tanda Jokowi akan menjadi capres semakin nampak pada Rabu tanggal 12 Maret 2014 malam, ketika ia menemani Megawati berziarah ke makam Bung Karno di Blitar. Keberangkatan Jokowi ini tidak tercium oleh para wartawan yang rajin nongkrong di pintu kantor Jokowi di Balai Kota Jakarta.

Jokowi ngantor di Balaikota DKI Jakarta sekitar pukul 07.00 WIB, namun 15 m3nit kemudian dengan tergesa-gesa dengan ditemani sekitar dua atau tiga pengawal meninggalkan ruangannya melalui pintu samping. “Tadi buru-buru sekali perginya. Sama dua atau tiga orang aja. Terus gak tau kemana perginya naik satu mobil,” ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, sebagaimana ditulis merdeka.com.

Ternyata sekitar pukul 13.00 WIB, Jokowi sudah ada di makam Bung Karno yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar bersama Megawati Soekarnoputri tiba di makam Bung Karno yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar. Tampak dalam ziarah tersebut, Puan Maharani dan mantan Walikota Djarot Saiful Hidayat. Saat berdoa di makam Bung Karno yang merupakan tokoh Proklamator sekaligus ayahanda Megawati, Jokowi berada persis di depan Mega.

Selain berziarah ke makam Bung Karno, Mega dan Jokowi juga berdialog dengan mantan Wali Kota Blitar, Djarot Syaiful Hidayat. Mereka juga bertemu dengan Wali Kota Blitar yang merupakan kader PDI Perjuangan, Samahudi Anwar.

Perintah harian Megawati

Berselang dua kari kemudian pada hari Jumat, 14 Maret 2014 kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan ada jumpa pers di mana Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan Puan Maharani membacakan ulang Surat Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal pencapresan Jokowi.

Surat Perintah Harian Megawati

Surat Perintah Harian Megawati

Saat itu baru saja digelar rapat yang dipimpin langsung oleh Megawati Soekarnoputri, di mana dalam forum tersebut, Mega membacakan langsung Surat Perintah Harian Megawati yang menobatkan Jokowi sebagai Capres PDI Perjuangan di hadapan pengurus DPP.

Puan membacakan kembali surat perintah Mega itu didampingi Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Saat Puan menyebut “Dukung Bapak Joko Widodo sebagai capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” seluruh peserta rapat DPP langsung bertepuk tangan riuh. Berikut isi surat yang ditulis tangan tersebut:

PERINTAH HARIAN: MERDEKA
Saya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kepada seluruh rakyat Indonesia yang mempunyai mata hati keadilan dan kejujuran dimanapun kalian berada! Dukung Bapak Joko Widodo sebagai capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan jaga dan amankan jalannya pemilu legislatif-terutama di TPS-TPS dan proses penghitungan yang berjalan dari segala bentuk kecurangan dan in timidasi, teguh dan tegarkan hati dalam mengawal demokrasi di RI.

Megawati Soekarnoputri

14 Maret 2014

Deklarasi Jokowi.

Gubernur DKI Joko Widodo mendapatkan kabar tentang Surat Perintah Harian Megawati itu saat sedang blusukan. Saat itu, Jokowi sedang blusukan di rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara. Lalu, dia menerima telepon dari Megawati Soekarnoputri. Tanpa jeda

Jokowi mencium bendera di rumah Si Pitung sesaat setelah terpilih sebagai Bacapres PDI Perjuangan.

Jokowi mencium bendera di rumah Si Pitung sesaat setelah terpilih sebagai Bacapres PDI Perjuangan.

waktu lama, sang gubernur naik ke atas rumah panggung itu dan memberi pidato singkat. “Saya telah mendapatkan mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk jadi capres. Dengan mengucap bismillah, saya siap melaksanakan,” kata Jokowi di Rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara.

Usai ‘deklarasi’ sangat sederhana itu, Jokowi yang mengenakan baju koko putih, peci hitam dan sarung merah yang dikalungkan ke lehernya itu langsung mencium bendera merah putih yang berada di belakangnya. Raut muka Gubernur DKI Jokowi itu terlihat serius. Momentum itu hanya berlangsung tidak kurang dari 5 detik. Jokowi juga menyebut alasan pendeklarasian itu dilakukan di Rumah Si Pitung. “Ini adalah simbol perlawanan,” kata Jokowi. Kegiatan blusukannya pun kembali dilanjutkan.

Jokowi Resmi Capres

Usai dicapreskan PDI Perjuangan, Jokowi menambah lagi agenda blusukannya ke tokoh-tokoh nasional, baik tokoh politik maupun non politik, yang kebanyakan dilakukannya pada akhir pekan. Jokowi sedang melakukan yang pada era yang lalu disebut sebagai safari politik.

Publik melihat dalam blusukan ini, Jokowi disebut juga sedang menjajaki siapa saja tokoh yang sekiranya akan menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres)nya. Tak heran jika kemudian muncul nama-nama yang ramai dibicarakan publik, yakni Jusuf Kalla, Mahfud MD, Hatta Rajasa, Gita Wiryawan, Dahlan Iskan, Basuki T Purnama (Ahok), Muhaimin Iskandar dan juga Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu. Namun kemudian Drs. H. Mohammad Jusuf Kalla akhirnya mendampingi Ir. H. Joko Widodo sebagai Cawapres pada Pilpres 2014.

Jokowi-JK didampingi istri sesaat setelah deklarasi

Jokowi-JK didampingi istri sesaat setelah deklarasi

Duet Jokowi-JK resmi dideklarasikan. Jokowi mengumumkan cawapresnya itu di depan pimpinan parpol koalisi dan ratusan pendukungnya di Gedung Joang. “Setelah melalui perenungan-perenungan dan setelah melalui konsultasi dan pertimbangan pertimbangan dengan seluruh ketua partai pendukung PDIP, Partai NasDem, PKB, dan Partai Hanura dan khususnya juga pertimbangan dari Ibu Megawati Soekarnoputri. Tadi malam telah kita putuskan wakil presiden atau calon wakil presiden yang akan mendampingi saya adalah Bapak Drs H Muhammad Jusuf Kalla,” kata Jokowi dalam pidato politik pendeknya di Gedung Joang, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).

Jokowi dan JK berdiri bersebelahan dengan latar belakang bendera merah putih. Keduanya mengenakan kemeja putih lengan panjang. Jokowi yakin bersama JK bakal membawa perubahan bagi Indonesia. “Kita mempunyai keyakinan insya Allah kami berdua akan membawa gerakan perubahan di negara yang kita cintai ini. Terimakasih,” tutup Jokowi. Keduanya kemudian mencium bendera merah putih.

Pasangan Capres-Cawapres ini kemudian resmi mendaftarkan diri ke KPU pada sekitar jam 14.15 hari Senin, 19 Mei 2014.  Pendaftaran ini berlangsung meriah dan sedikit kocak, karena Calon Presiden dan Wakil Presiden ini berangkat dari kediaman Megawati di jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, mengendarai Sepeda Onthel menuju ke gedung KPU. Tentu saja, diiringi oleh ratusan komunitas Sepeda Onthel dengan wajah riang gembira mengiringi dari belakang.

Bajaj Bawa Rejeki

Jokowi-JK mengulangi lagi menggunakan moda transportasi rakyat saat pengambilan nomor urut di KPU pada hari Minggu, 1 Juni 2014, sekitar pukul 13.20 WIB. Kali ini mereka memilih menggunakan Bajaj BBG (bahan bakar gas). Jokowi duduk di dalam Bajaj bersama jubir Jokowi-JK, Anies Baswedan dengan pelat nomor B 2954 MA. Sementara JK menggunakan Bajaj dengan pelat nomor B 2062 DE didampingi stafnya.

Bori memberi kesaksian bahwa saking semangatnya dia ketika mengantar Jokowi-JK ke KPU sampai-sampai dia lupa apakah tim sukses sudah membayar atau belum. “Pokoknya bangga aja bajaj dipakai calon presiden,” ujar dia. Dua hari setelah mengantar Jokowi-JK, bajajnya laris manis. Dia sering mendapat bayaran lebih dari para penumpang.

Sekarang  kedua  bajaj itu  telah dibeli oleh  Presiden Direktur  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat. Irwan mengatakan kedua Bajaj itu  memiliki sejarah  tersendiri dalam  perjalanan pemilihan presiden periode  2014 – 2019, sehingga  tak tanggung-tanggung  kedua baja itu dibeli  dengan  harga  Rp 280 juta dari pemiliknya.

“Bajaj itu kalau dibeli secara inden harganya Rp 120 juta, namun  karena  nilai sejarahnya yang begitu  tinggi akhirnya satu bajaj saya beli Rp  140 juta.  Selain itu sang  pengemudi  masing-masing Rahmat dan Bori diberi uang Rp 25 juta”, kata Irwan sebagaimana dikutip tribunnews.com, Kamis, 24 Juli 2014. Kedua Bajaj itu telah ditandatangani oleh  Jokowi dan Yusuf  Kalla dan ditempatkan  sebagai display di Hotel Tentrem milik Sido Muncul  di Yogyakarta.

Jokowi ditemani Anis Baswedan saat naik Bajaj ke KPU

Jokowi ditemani Anis Baswedan saat naik Bajaj ke KPU

Rejeki nomplok juga diterima oleh dua pengemudi Bajaj, Rahmat dan Bori. Mereka mendapatkan bonus masing-masing Rp 25 Juta dari Irwan Hidayat. “Saya amat bersyukur selain   mendapatkan  bajaj baru lagi dari sang pemilik, juga mendapat uang tambahan pak Irwan”, kata Bori.

Rupanya rejeki dua sopir Bajaj ini tak berhenti sampai di sini. Keduanya juga dikontrak untuk memerankan sebagai sopir Bajaj untuk produk jamu kesehatan terbaru Sido Muncul. “Mereka jadi bintang iklan, tayang seminggu lagi,” ujar pemilik kedua Bajaj yang juga merupakan CEO PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, saat menghadiri acara relawan yang bertajuk “Doa Jokowi Untuk Negeri” di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2014) sebagaimana ditulis kompas.com.

Rahmat (33), sopir Bajaj yang ditumpangi Jokowi, tidak menyangka bahwa pengalaman dirinya menjadi “sopir” untuk Jokowi saat mengantar ke KPU, akan membawa rezeki hingga ia menjadi bintang iklan. Dia mengaku senang karena sekarang dirinya akan semakin dikenal oleh masyarakat luas. “Sehari-hari dari bajaj, sekarang jadi bintang iklan, pasti senang,” ujar Rahmat.

Sementara itu Bori, sopir Bajaj yang dinaiki Jusuf Kalla, mengaku dibayar sekitar Rp 25 juta saat diminta untuk menjadi bintang iklan tersebut. Dia mengaku belum mengetahui uang itu akan dibelanjakan untuk apa. Dia juga mengatakan akan tetap menjadi sopir Bajaj. “Tetap jadi sopir lah,” ujar Bori.

Maraknya Kampanye Hitam

Serangan kampanye hitam dan kampanye negatif marak dalam Pilpres yang hanya diikuti Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK ini. Pantauan PoliticalWave Selama periode Mei-Juni 2014 ada 458.678 percakapan dengan konten tentang fitnah atau kampanye hitam. “Pasangan Jokowi-JK merupakan pasangan  yang paling banyak diserang oleh kampanye hitam. Presentase 74,5% serangan kampanye hitam dan 25,5% kampanye negatif,” ujar pendiri PoliticalWave, Jose Rizal, Senin (7/7/2014) pagi, sebagaimana ditulis gatra.com

Kampanye hitam melalui Tabloid Obor Rakyat

Kampanye hitam melalui Tabloid Obor Rakyat

Beberapa kampanye hitam yang menyerang Jokowi-JK dianalisa sebagai berikut tuduhan beragama Kristen dan keturunan Tionghoa, tuduhan komunis, tuduhan membuat surat penangguhan ke kejaksaan. Serta capres boneka, tidak bisa shalat, wudhu dan ngaji, didukung Yahudi/Zionis, akan menghapus sertifikasi guru dan akan menghapus raskin.

Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berdasarkan pantauan PoliticalWave, lebih banyak mendapat serangan kampanye negatif. Presentasenya 83,5%, jika dibandingkan kampanye hitam hanya sebesar 16,5%.

“Beberapa topik Kampanye hitam terhadap Prabowo-Hatta yakni memiliki dua kewarganegaraan, tuduhan psikopat, video pemukulan di KPU, transaksi saham palsu dan video kampret,” lanjut Yose.

Yose menuturkan, banyaknya kampanye negatif dan hitam yang menyerang dua kandidat menodai pesta demokrasi di Indonesia. Pemilu dinodai oleh oknum-oknum yang menempatkan kepentingan sesaat di atas kerukunan dan stabilitas bangsa.

PoliticalWave memantau percakapan kampanye hitam dan negatif terpantau melalui enam media sosial yakni Twitter, Facebook, Blog, Forum, Online News dan Youtube. Setiap percakapan terkait kedua pasangan pilpres di media-media tersebut dicapture, dikelompokkan dan dianalisa oleh platform PoliticaWave.  “Semua BOT dan akun-akun spammer juga difilter dalam proses ini, sehingga percakapan yang dihitung hanya yang berasal dari netizen asli,” tukas Yose.

Nitizen (sebutan untuk pengguna internet), pada akhirnya banyak yang mendukung Jokowi-JK.  “Dari hasil monitoring terdapat 5.184 percakapan netizen yang akhirnya menjatuhkan pilihannya pada tanggal 5 Juli 2014,” jelas pendiri Politicawave Yose Rizal kepada Liputan6.com di Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Hasil ini bukan berarti semua suara yang akhirnya menyatakan telah menetapkan pilihan menyokong pasangan Jokowi-JK, namun angkanya melebihi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta).”Terlihat pada hari terakhir masa kampanye, jumlah undecided voters yang menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi-JK jauh lebih besar daripada yang ke Prabowo-Hatta,” tambahnya.

Nitizen, Relawan dan Media Massa

Seakan mengulang kisah ketika berhadapan dengan Foke-Nara dalam Pilgub Jakarta, dalam Pilres ini Jokowi-JK juga dikeroyok oleh banyak kekuatan politik dan lawan yang berlogistik kuat. Dan sekali lagi, dukungan Nitizen, Relawan dan Media Massa mampu mengalahkan kekuatan politik riil itu.

Koalisi pendukung Prabowo-Hatta terdiri dari 7 parpol, yaitu Partai Gerindra, Golkar, PPP, PBB, Demokrat, PKS, dan PAN dengan perolehan jumlah suara dari Pileg 9 April 2014 lalu sekitar 60 persen. Sementara Jokowi-JK hanya 5 parpol, yaitu hanya didukung 5 parpol, yakni PDI Perjuangan, PKB, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKPI dengan perolehan suara lebih kecil.

Hanya PKB yang sebelumnya merupakan bagian dari pemerintahan petahana di bawah kepemimpinan SBY-Boediono. PDI Perjuangan 10 tahun berada di luar pemerintahan, Partai Nasdem pendatang baru, sedangkan Partai Hanura dan PKPI tak pernah memperoleh suara cukup untuk berperan signifikan di pemerintahan. Pertarungan antara koalisi Prabowo dan Jokowi ini diibaratkan seperti kisah dalam Alkitab, Daud dan si raksasa Goliat yang berakhir dengan kemenangan Daud.

Konser Salam Dua Jari yang sangat fenomenal

Konser Salam Dua Jari yang sangat fenomenal

Dalam acara Halal Bihalal bersama relawan di Restoran Kembang Goela, Jakarta Pusat, Minggu (3/8/2014), Jokowi mengungkapkan empat hal yang menyebabkan dirinya bisa memenangkan Pilpres 2014 ini, sebagaimana ditulis merdeka.com.

Pertama, adalah peran para relawan khususnya di daerah-daerah yang door to door ke masyarakat menyampaikan visi dan misi langsung ke masyarakat.

Kedua ada orang yang menyampaikan “Jokowi itu sinting” melalui media sosial Twitter yang kemudian menyebar luas melalui Facebook dan diberitakan secara luas oleh berbagai media massa. Orang yang dimaksud Jokowi itu adalah Fahri Hamzah politisi PKS, walaupun kemudian segera minta maaf.

Ketiga Konser Salam Dua Jari pada 5 Juli 2014, yang dihadiri para relawan dan kader partai di Gelora Bung Karno. Jokowi mengatakan, berkat konser yang diadakan seniman, musisi, sutradara, artis dan relawan menyumbangkan efek luar biasa kepada masyarakat. Konser yang megah dan meriah ini menjadi sorotan masyarakat lainnya setelah dipublikasikan oleh media massa dan media sosial, sehingga menyebabkan swing voters (suara mengambang) terpengaruh dan menggunakan hak memilih Jokowi-JK.

“Kemudian yang terakhir, keempat, katanya lagi waktu debat. Katanya saya kelihatan pintar. Ini katanya loh ya,” katanya sambil tertawa. Walaupun begitu, bagi Jokowi yang terpenting saat ini adalah hasil dari Pilpres yang menyatakan dirinya dan wakilnya JK sebagai pemenang Pilpres.

Sebagaimana diketahui, debat ini disiarkan secara langsung oleh SCTV, Indosiar dan Berita Satu, Metro TV dan Bloomberg TV, TV One dan ANTV, RCTI, MNCTV dan Global TV, TVRI dan Kompas TV, sedangkan rekamannya dapat dilihat setiap saat di Youtube.

Relawan Penghitung Suara

Pilpres yang digelar pada tanggal 9 Juli 2014 berlangsung aman dan lancar. Penghitungan suara di TPS juga dapat lebih cepat, karena pesertanya hanya 2 pasangan calon. Justru “kekacauan” mulai muncul karena beberapa lembaga survei melakukan hitung cepat (quick qount) dengan hasil yang berbeda.

Banyak lembaga survei independen yang mengunggulkan Jokowi (52-53% suara versus 46-48% suara untuk Prabowo). Prabowo juga mengklaim kemenangannya sambil mengutip hasil beberapa lembaga survei lain.

Menjelang pengumuman hasil resmi oleh Komisi Pemilihan Umum, Prabowo meminta KPU menunda pengumumannya selama dua minggu agar partainya bisa memeriksa dugaan manipulasi proses pemungutan suara. Permintaan ini ditolak oleh KPU. Kubu Prabowo juga menuntut diadakannya pemungutan suara ulang di sejumlah wilayah.

Namun demikian, beberapa pendukung Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi atas pemilihannya. Politisi PAN, Hanafi Rais, tiga hari sebelum hasil resmi diumumkan, mengirimkan sebuah pernyataan pers yang isinya, mengucapkan selamat kepada Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang akan memegang tampuk kepemimpinan nasional dalam waktu 5 tahun mendatang”. Pada hari yang sama, Ketua Tim Kampanye Prabowo, Mahfud MD mengembalikan mandatnya kepada Prabowo dan menyatakan bahwa pemilihan umum sudah berakhir.

Khawatir ketegangan antar partai ini berdampak pada stabilitas keamanan, pemerintah mengerahkan lebih dari 250.000 personel polisi di seluruh Indonesia. Ratusan polisi ditempatkan di sekitar gedung KPU Pusat, beberapa KPU daerah juga ditingkatkan pengamanannya.

Selain hitung cepat, beberapa kelompok independen maupun organisasi dan partai mendukung juga melakukan perhitungan yang di media disebut real count. Berbeda dengan hitung cepat yang mengambil sampel secara statistik, real count berusaha mengumpulkan data dari seluruh pemilih atau TPS, atau mendekati seluruhnya. Ada yang menggunakan data dari KPU, dan ada juga yang menggunakan input dari saksi-saksi relawan partai dan tim sukses di TPS.

Ainun Najib

Ainun Najib

Kawalpemilu.org adalah website independen yang diprakarsai oleh Ainun Najib untuk menjalankan pengawasan Pilpres 2014 melalui penghitungan suara form C1 hasil pindaian KPU. Upaya tersebut dibantu oleh sekitar tujuh ratus relawan melalui mekanisme crowdsourcing alias urun daya secara sukarela.

Sekalipun tinggal di Singapura, hati Ainun Najib (29) tak pernah lepas dari Indonesia. Keriuhan pemilu presiden kali ini, yang menciptakan polarisasi tajam di masyarakat, pun meresahkannya. Awalnya, dia berharap setelah pencoblosan pada 9 Juli 2014 keriuhan akan usai. Namun, persoalan ternyata jauh dari usai.

Menurut Ainun, ide pembuatan situs ini bermula dari ketika ia sedang flu dan harus mengambil cuti sakit dari pekerjaannya setelah pilpres. Ide itu muncul dari sebuah Facebook Chat yang ia lakukan dengan teman-temannya yang juga ahli teknologi informasi. Mereka terinspirasi dengan diunggahnya formulir C1 oleh KPU, dan keinginan mereka adalah mencegah terjadinya manipulasi dalam proses rekapitulasi suara.

Dari percakapan tersebut, Ainun bersama rekan-rekannya yaitu Felix Halim di Mountain View (di Silicon Valley, Kalifornia) dan Andrian Kurniady di Sydney, Australia berikut Ilham WK yang berada di Jerman dan Fajran Iman Rusadi yang berdomisili di Belanda, mereka lanjut mengimplementasikan kawalpemilu.org dengan konsep mandiri dan sukarelawan.

Ainun lalu merekrut 700 sukarelawan melalui sebuah grup Facebook yang awalnya dirahasiakan. Implementasi situs tersebut selesai dalam waktu dua hari. Ketika akhirnya hasil digitalisasi dan perhitungan kawalpemilu.org diumumkan melalui jejaring media, situs tersebut mendapat liputan media cetak dan elektronik, baik nasional dan internasional.

Hasil akhir kawalpemilu.org yang dirilis pada Rabu, 16 Juli 2014 adalah Prabowo – Hatta mendapat suara sebesar 58.664.360 atau 47, 17 persen. Sedangkan Jokowi-JK mendapat  65.685.780 suara atau 52,82%. Persentase tersebut hampir sama dengan sejumlah lembaga yang melakukan quick count yakni Litbang Kompas, RRI, SMRC, CSIS-Cyrus, LSI, IPI, Poltracking

Protes Prabowo

Pihak Prabowo-Hatta menggunakan real count yang dilakukan oleh PKS. Berbeda dengan hasil hitung cepat maupun real count lainnya, perhitungan ini menunjukkan keunggulan tipis Prabowo-Hatta. Namun sempat terjadi kontroversi karena publikasi hasil real count sementara pada 9 Juli 2014 sama persis dengan publikasi hasil exit poll yang dilakukan pada tanggal 5 Juli 2014. Setelahnya, kubu Prabowo Hatta tidak pernah lagi mempublikasikan hasil real countnya.

Pada tanggal 22 Juli 2014, hari pengumuman hasil resmi oleh KPU, Prabowo menyatakan menarik diri dari proses pemilihan umum setelah sebelumnya menegaskan kemenangannya sejak hasil hitung cepat dirilis.

Menyusul pengunduran Prabowo, saksi-saksinya juga meninggalkan acara pengumuman hasil pemilu oleh KPU. Akan tetapi, penghitungan resmi terus berlanjut, dan Ketua KPU, Husni Kamil Manik, mengatakan bahwa mereka sudah memenuhi kewajibannya untuk mengundang para saksi. Menurut The Jakarta Post, selisih suara sebesar 6,3 persen akan menyulitkan Prabowo menggugat hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Menurut Undang-Undang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo bisa dipidana dengan kurungan penjara paling lama 6 tahun dan denda 100 miliar rupiah karena mengundurkan diri.

Jokowi Presiden Terpilih

Beberapa jam kemudian karena jadwal pengumuman yang awalnya ditetapkan pukul 16:00 mundur empat jam, menjadi pukul 20.00. Komisi Pemilihan Umum menetapkan Pasangan Jokowi-JK sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2014.

“Ketua Komisi Pemilihan Umum, menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya. Memperhatikan dan seterusnya. Memutuskan, menetapkan Keputusan pemilihan umum tentang Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pilpres 2014. Pertama menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Nomor Urut 2, Saudara Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H.M. Jusuf Kalla dengan perolehan suara sebanyak 70.997.833 atau 53,15 persen dari total suara sah nasional. Kedua, pasangan sebagai mana dimaksud ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih Periode 2014-2019. Ketiga, Petikan ini ditetapkan tanggal 22 Juli 2014,” kata Ketua KPU, Husni Kamil Manik membacakan Surat Keputusan KPU. Jokowi dan JK yang hadir saat itu, langsung menerima salinan Keputusan KPU itu dari Ketua KPU.

Pasca pengumuman, Jokowi mengatakan bahwa seumur-umur hidup di bawah pemerintahan Orde Baru, ia tidak pernah membayangkan seseorang berlatar kelas bawah bisa naik menjadi presiden. The New York Times melaporkan bahwa Jokowi berkata, “Sekarang sudah seperti Amerika. Kita kenal yang namanya impian Amerika, dan di sini ada impian Indonesia”. Jokowi adalah presiden Indonesia pertama yang tidak berasal dari kalangan militer atau elit politik yang terkait dengan Soeharto.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono memberikan ucapan selamat kepada Jokowi sesaat setelah penetapan KPU. Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, juga memberikan ucapan selamat di Twitter. Ucapan selamat kemudian mengalir dari Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Prabowo Belum Legowo

Sementara itu kubu Prabowo tetap menolak hitungan KPU dan menyatakan bahwa mereka lebih memercayai hasil yang diberikan PKS ketimbang KPU. Prabowo-Hatta mendaftarkan gugatan pemilihan umum presiden ke Mahkamah Konstitusi, pada Jumat (25/07/2014) malam. Gugatan ini dimasukkan sekitar setengah jam sebelum tenggat berakhir.

Namun pada akhirnya 9 Hakim Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan hasil Pilpres 2014 yang diajukan Prabowo-Hatta. “Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ucap Hamdan Zoelva sambil mengetok palu sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (21/8/2014).

“Kesepakatan diambil pada Kamis 21 Agustus 2-014 pukul 20.44 WIB oleh 9 hakim konstitusi,” tutur Hamdan membacakan 9 nama hakim konstitusi. kemudian menyebutkan pihak dan kuasa hukum masing-masing pemohon Prabowo-Hatta, termohon KPU, dan pihak terkait Jokowi-JK.

Siang hari sebelumnya, akibat bentrok dengan anggota kepolisian, sebanyak 46 orang pendukung Prabowo-Hatta terkena gas air mata. Polda Metro Jaya menyatakan, para pengunjuk rasa di sekitar Bundaran Patung Kuda itu yang sempat menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. Mereka terkena tembakan gas air mata, terkilir, dan luka benturan. “Namun mereka sudah kembali pulang ke rumah,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Musyafak, Jakarta, Kamis (21/8/2014). Sementara itu sebagaimana ditulis liputan6.com,  seorang petugas Polres Metro Jakarta Pusat Brigadir Polisi Giyanto harus menjalani perawatan di Dokkes Polda Metro Jaya.

Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta

Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta

Keputusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat. Tidak ada lagi upaya hukum  di dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dapat membatalkan kemenangan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke 7.

Sambil menunggu pelantikannya pada tanggal 20 Oktober 2014 nanti, saat ini Jokowi membentuk Tim Transisi yang bertugas melakukan koordinasi dengan Kabinet Pemerintahan SBY, dengan tujuan agar peralihan kekuasaan berlangsung lancar, sehingga Pemerintahan Jokowi-JK dapat langsung bekerja tanpa harus terlalu banyak membuang waktu untuk penyesuaiaan diri. Tim Transisi ini dipimpin oleh kepala staf Rini Mariani Soemarno, yang dibantu empat deputi. Mereka adalah Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan, Andi Widjajanto, dan Akbar Faizal.

Selamat Datang Presiden ke 7

Jokowi yang masa kecilnya serba berkekurangan dan dibesarkan dari keluarga wong cilik, telah memberi inspirasi kepada kita bahwa kesuksesan bukanlah hal yang mustahil dapat kita capai, jika kita selalu disiplin, bekerja keras dan jujur.

Jokowi Presiden RI ke 7

Jokowi Presiden RI ke 7

Yang tak bisa dipungkiri punya peran besar membuka pintu untuk Jokowi menjadi Presiden RI adalah Megawati Soekarno Putri, Presiden RI ke 5 dan putri Sang Proklamator yang sekaligus Presiden RI pertama DR. Ir. H. Soekarno.

Banyak orang kaget sekaligus kagum ketika Ketua Umum PDI Perjuangan ini pada akhirnya menunjuk Jokowi sebagai Capres PDI Perjuangan dengan sebuah Surat Perintah Harian. Langkah Mbak Mega ini akan tercatat dalam sejarah kita, sekaligus menegaskan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang tetap setia memperjuangan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), membela kepentingan rakyat kecil (wong cilik/kawula alit).

Jokowi akan segera tinggal di Istana Merdeka dengan jabatan Kepala Negara Republik Indonesia. Jokowi adalah simbol kemenangan perjuangan rakyat Indonesia, simbol perjuangan rakyat menuju Indonesia Hebat, Adil dan Makmur. (Tkr-dari berbagai sumber).

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s