Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan oleh Lemhanas RI di Kalteng

Palangkaraya (Sergap) – Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Ir. H. Achmad Diran mengatakan ISIS adalah ideologi yang memecahkan persatuan dan kedamaian Kalteng, sehingga dia juga telah menginstruksikan kepada semua bupati agar mewaspadai ISIS.  “ISIS tidak boleh di RI dan dilarang. Para bupati sudah saya perintahkan. Betul di Kalteng tidak ada, tapi hati-hati. Kita harus terus waspada, karena cita-cita mereka memengaruhi agar di republik ini menjadi Negara ISIS,” katanya.

Peserta sedang mengikuti  outbound

Peserta sedang mengikuti outbound

Wagub Achmad Diran menyampaikan hal itu pada acara pembukaan pemantapan nilai-nilai kebangsaan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia di wilayah Kalteng di Ball Room Hotel Aquarius, Kamis (21/8/2014).

Ditegaskan oleh Wagub  Achmad Diran di depan peserta kegiatan Lemhanas itu bahwa ISIS jangan sesekali diberi ruang di Bumi Tambun Bungai. “Jangan sampai bertentangan kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Jangan beri kesempatan bagi ISIS,” katanya.

Wagub juga mengajak pejabat, pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda yang bergerak di berbagai organisasi, agar memanfaatkan sebaik-baiknya agenda Lemhanas yang difasilitasi oleh Komandan Korem 102/ Panju Panjung, bekerja sama dengan Deputi Lemhanas RI.

Semantara itu, Deputi Pemantapan Nilai Kebangsaan Lemhannas RI, Mayjen TNI Nasir Majid mewakili Gubernur Deputi Lemhanas Budi Susilo Soepandji menjelaskan, bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu merupakan salah satu wujud dari tugas dan fungsi Lemhannas RI dalam melaksanakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi seluruh komponen bangsa. Pemantapan yang berlangsung selama tujuh hari, mulai tgl 21 Agustus s/d 27 Agustus 2014 ini, memberikan ilmu atau wawasan kepada masyarakat, pejabat, tokoh agama, tokoh adat, untuk memperkuat keutuhan bangsa dan negara kita selama ini.

Nilai-nilai kebangsaan menjadi unsur utama dalam membangun karakter kebangsaan dalam bernegara. Hal ini membuat Indonesia akan dikenal sebagai bangsa yang memiliki jati diri, bangsa yang bermartabat, bangsa yang rela berkorban demi bangsa dan negaranya, termasuk bangsa yang menghargai bangsa lain.

Ahmad Bakri (paling kiri) bersama peserta lainnya.

Ahmad Bakri (paling kiri) bersama peserta lainnya.

Para peserta yang juga mewakili warga masyarakat, memiliki tugas membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, beretika, bermartabat dan berbudaya, tidak menginginkan demokrasi berubah makna menjadi kebebasan hingga melampaui batas etika politik. Demokrasi juga idealnya berjalan dengan baik bila didukung oleh stabilitas politik yang mantap dan sehat. “Stabilitas politik hanya akan terwujud bila budaya politik yang dikembangkan selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa. Nilai-nilai inilah yang menjadi acuan dan sekaligus penuntun dalam etika berpolitik,” kata Mayjen TNI Nasir Majid.

Pemantapan yang berlangsung selama 7 hari ini, bukan hanya diisi dengan ceramah, diskusi saja, tetapi juga diselingi dengan outbound dan permainan-permainan interaksi lainnya. Ternyata Kalimantan Tengah mendapat pengukuran dengan hasil cukup tangguh untuk kategori ketahanan nasional. “Kalteng merupakan nomor 7 terbaik di Indonesia,”ungkap Mayor Jenderal TNI M Nasir Majid.

Ahmad Bakri, Wartawan Tabloid Sergap di Palangkaraya juga tercatat sebagai peserta, mewakili unsur tokoh pemuda. “Sebagai sebuah upaya memperkuat pertahanan bangsa, pemantapan selama seminggu ini, banyak memberikan pengetahuan tentang memperkuat keutuhan bangsa dan negara dalam wadah NKRI. Selanjutnya merupakan tugas kami untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat”, katanya. (AB)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s