Ribuan Pandhu Onthel Meriahkan Hari Jadi Kota Blitar Ke 108

Wali Kota Blitar Muh. Samanhudi Anwar SH, saat memberangkatkan para Onthelis

Wali Kota Blitar Muh. Samanhudi Anwar SH, saat memberangkatkan para Onthelis

Blitar Sergap; Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Blitar ke-108 tahun, hari Sabtu dan Minggu tgl. 17-18 Mei 2014 bertempat di halaman depan Stadion Sudancho Supriadi Kota Blitar, Paguyuban Sepeda Angin (Pit Onthel) Kota Blitar yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) cabang Kab./Kota Blitar dibawah pimpinan Bambang Prijo Witjahjo ST. dan sekaligus sebagai ketua pelaksana telah mengadakan acara Temoe Onthel Nasional 2014 dengan tema Temoe Onthelis 2014.

Antusias peserta terlihat jelas dari animo dan atribut yang dikenakan ketika kegiatan berlangsung selama dua hari itu. Berbagai atribut seperti pakaian TNI, suster, anak sekolah, pakaian wayang orang, hingga pakaian tradisional membuat kegiatan yang dimaksudkan sebagai ajang silaturohmi antar komunitas sepeda onthel se-Jawa – Bali berlangsung meriah. Terlebih tidak hanya orang dewasa maupun kaum pria saja tapi juga diikuti anak-anak dan kaum wanita.

Kemeriahan kian bertambah ketika Wali Kota Blitar Muh. Samanhudi Anwar SH datang ke lokasi kegiatan. Orang nomor satu di Pemkot. Blitar ini didaulat untuk membuka dan memberangkatkan peserta ngonthel bareng tepat pukul 06.00 WIB para ontheles diberangkatkan. Ketika ditemui wartawan Sergap disela-sela kegiatan Wali Kota mengatakan bahwa, pihaknya sengaja mengundang ribuan peserta dari berbagai komunitas Sepeda Onthel se-Jawa-Bali selain untuk mempererat tali silaturohmi antar daerah juga untuk mempertahankan budaya tradisional. “Ngonthel bareng juga menjadi salah satu cara kita nguri-uri budaya leluhur” kata Muh. Samanhudi Anwar SH. Menurut dia, merasa perlu menggiatkan temoe onthelis, karena saat ini sepeda onthel kian terlupakan oleh masyarakat. Padahal sepeda onthel memiliki nilai sejarah yang tidak boleh dilupakan. Sebab sepeda onthel selain menjadi alat transportasi andalan masyarakat Indonesia di era perjuangan baik sebelum maupun sesudah Kemerdekaan, sepeda onthel juga salah satu alat transportasi yang sehat dan ramah lingkungan. “Sepeda onthel menjadi salah satu sejarah perjuangan kita, terlebih kita berada di Blitar yang nota bene-nya Kota tempat Presiden pertama RI berada” jelas Komandan Kawula Alit ini.

Selanjutnya Muh. Samanhudi Anwar SH. Mengatakan bahwa temoe onthelis dijadikan agenda rutin tahunan dengan harapan agar generasi muda dapat melanjutkan budaya asli leluhur sehingga dapat mempertahankan salah satu warisan leluhur. “Saya berharap pengguna sepeda onthel terus bertambah agar budaya tersebut tidak punah” harap Muh. Samanhudi Anwar SH.

Peserta ngonthel bareng itu menempuh jarak sekitar 10 Km. Menyusuri jalan yang melewati Makam Bung Karno, Istana Gebang dan tempat-tempat wisata religius di Kota Blitar, dengan start dan finis di muka stadion Sudancho Supriadi Blitar. Sementara itu ketua panitia Bambang Prijo Witjahjo ST, mengatakan bahwa temu onthelis merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam HUT ke-108 tahun Kota Blitar tahun 2014. Kegiatan kali ini lebih meriah dibandingkan tahun lalu, karena jumlah peserta melebihi target. “Tahun ini jumlah peserta temu onthelis mencapai 2.000 orang se-Jawa-Bali” jelas Bambang Prijo Witjahjo ST yang juga menjadi Caleg. Terpilih dari PDIP Kota Blitar. Sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya tradisional khususnya pecinta sepeda onthel, panitia memberikan layanan fasilitas kepada ribuan peserta temu onthelis. Fasilitas yang diberikan yakni menyediakan tempat menginap. “Meski tempat penginapan yang disediakan sangat sederhana, yakni ditempat Kantor Kelurahan, stadion maupun gedung pertemuan. Tapi hal ini tidak mengurangi kenyamanan” terang Bambang Prijo Witjahjo ST.

Sedangkan sebagai rasa trimakasih terhadap peserta temu onthelis, panitia menyediakan hadiah utama satu unit sepeda motor dan door prize bagi peserta yang beruntung. “Intinya silaturohmi antar komunitas sepeda onthel terus terjalin agar kita bisa melestarikan sepeda onthel sebagai budaya leluhur” jelas Bambang Prijo Witjahjo ST.   (oke)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s