Penipuan Model Baru Lewat Telepon. Waspadalah !!!

90 penipuan-via-telponKediri (Sergap) – Sebuah cara baru penipuan melalui telpon marak lagi, dengan menggunakan cara bari. Penipuan ini, sebagian besar dialami oleh pengguna kartu Telkomsel baik Simpati maupun Halo.

Pelaku yang awalnya menelepon secara acak ke nomor Telkomsel itu, akan mengaku sebagai teman lama saat sekolah, teman kerja. Ujung-ujungnya oknum tak bertanggungjawab itu berharapkan mendapatkan uang dari calon korban yang ditelepon secara acak itu.

Hal ini dialami oleh Bambang (bukan nama sebenarnya), warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Pria berusia 42 tahun ini pertama kali dari nomor Telkomsel yakni 081-282-434-999. Karena tidak merasa kenal dengan nomor itu calon korban tak mengangkat telepon itu dan dibiarkan saja.

“Saya ditelepon berkali-kali, karena merasa terganggu dan penasaran akhirnya saya terima telponnya. Dia langsung tahu nama saya dan mengaku sebagai teman sekolah saya saat di SMA”, kata Bambang, Rabu (2/7/2014).

Saat ditanya namanya, penelpon dengan tertawa berkata, “Masak lupa sama teman lama? Saya sekarang tinggal di Surabaya….”. Penelpon itu menanyakan tentang kesehatan keluarga Bambang dan sebagainya seperti pembicaraan teman yang lama tak bertemu. Namun saat sekali lagi ditanya siapa namanya, penelpon itu tetap tak mau menyebutkan, sambil selalu berkata, “Masak lupa sama teman lama….”.

Akhirnya Bambang menyebut saja nama teman SMAnya dulu, “Kamu Badu (bukan nama sebenarnya) ya….” Si penelpon itu langsung membenarkan, “Iya…masak lupa”. Tapi dalam hati Bambang mulai curiga, karena suara penelpon itu tidak sama dengan nama temannya yang bernama Badu.

Kemudian “Badu” bercerita bahwa sekarang dirinya bekerja di Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya. Di kantornya saat ini ada kendaraan bermotor illegal hasil tangkapan Bea Cukai yang akan segera dilelang.

Karena tidak membutuhkan barang-barang tersebut Bambang mengatakan, “Maaf saya tidak punya uang”. Tapi penelpon terus merayu kendaraan itu bisa dikredit dengan uang muka 20-50 persen dan bonus pengiriman dan biaya balik nama (BBN).

Merasa memang tak butuh Bambang mengakhiri pembicaraan dan menutup telponnya. Kemudian ia mengirim SMS kepada Badu temannya yang di Surabaya, apakah benar yang Badu baru saja telpon dengan nomor yang lain.

Badu yang asli, membalas SMS mengatakan ia tidak punya nomor hp lainnya, selain yang ia gunakan sekarang ini. Saat itulah Bambang yakin benar bahwa yang menelponnya tadi adalah seorang penipu.

Lantas dengan iseng dia SMS si Badu penipu itu, dengan kalimat singkat, “Bisa kredit ya?”. Tak lama kemudian “Badu” langsung menelpon dan mengatakan bisa. Dia ceritakan kendaraan-kendaraan itu jenisnya ada Honda Beat, Honda Vario, Yamaha Mio Sporty Tahun 2013 dengan harga Rp 7 juta.

“Untuk lebih jelasnya, saya SMS saja ya”, kata “Badu”. Kemudian dia SMS berbagai jenis kendaraan bermotor dan mobil, seperti Mitsubishi Pajero Sport Dakar Rp 200 juta, Toyota Fortuner TRD Rp 180 juta, Honda New CRV Rp 150 juta dan masih banyak lagi.

“Ada juga Avanza, Terios…saya lupa macamnya, karena SMSnya sudah saya hapus”, kata Bambang berkisah. Penipu itu memang berkali-kali telpon dan SMS, tapi Bambang tak meresponnya lagi. Bambang minta agar kisahnya ini diberitakan, sehingga banyak orang tahu dan tidak menjadi korban penipuan dengan modus baru ini. (tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s