Kades Hajar Warganya, Polsek Ngronggot Masuk Angin?

Nganjuk (Sergap) – Seorang Kepala Desa (Kases), salah satu tugasnya adalah melindungi warganya. Namun hal yang sebaliknya terjadi di Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Sang Kades yang bernama Karjono, justru menghajar sampai dengan babak belur salah satu warganya, Robian (32th) sehingga harus dirawat di RSUD Kertosono.

90 ilustrasi-penganiayaanKejadian berawal ketika, Karjono dan Robian sama-sama melayat salah satu warga yang meninggal dunia, pada hari Minggu, 11 Mei 2014. Di saat mengusung jenazah, Karjono yang memanggul di bagian depan hampir jatuh. Karjono marah-marah karena menganggap jalannya usungan keranda itu terlalu cepat.

Robian yang kebetulan memanggul tepat di belakang Karjono, menjadi sasaran kemarahan. Lantas Karjono meminta pada salah satu temannya untuk menggantikan posisi korban. Setelah prosesi pemakaman selesai, korban dipanggil oleh Karjono dan dibonceng sepeda motor, diajak ke lokasi pembuatan batu merah miliknya.

Sesampainya di lokasi, korban langsung diajak masuk ke kamar. Saat itu, Roso Suwito, paman korban dan Jumakir Irawan, kakak korban sempat berusaha melerai. Akan tetapi Karjono malah membentak keduanya. Tanpa bicara banyak, dengan menjambak rambut korban, Karjono langsung menghujamkan bogem mentah ke tengkuk dan dada korban bertubi-tubi sampai tidak bisa dihitung berapa kali. Tak hayal korban jatuh tersungkur, sampai muntah-muntah lalu pingsan.

Usai melampiaskan kemarahanya dengan memukuli korban, Karjono langsung pergi begitu saja dan meninggalkan korban tergeletak tak berdaya. Roso Suwito dan Jumakir Surawan yang terus membuntuti dari belakang dan langsung membawa korban pulang ke rumah. Karena kondisi korban sangat menghawatirkan, lalu dibawalah ke RSUD Kertosono untuk perawatan intensif.

Jumangi (56th), paman korban membenarkan kejadian yang menimpa Robian. Jumangin sangat menesalkan kejadian yang menurutnya sangat kejam. “Keponakan saya Robian itu orangnya sederhana, kesehariannya hanya bekerja sebagai pembuat batu bata. Pak Kades harus bertanggungjawab terhadap pemukulan yang dilakukannya kepada keponakan saya”, kata Jumangin kepada Tabloid Sergap. Saat berita ini ditulis, Robian sudah pulang dari rumah sakit. Namun ia masih diungsikan keluarganya di Surabaya karena mengalami trauma atas kejadian pemukulan yang dialaminya. Bahkan ibu korban juga shock melihat nasib sial yang menimpa anaknya.

Warga dan keluarga Robian, mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Sektor Ngronggot. Kapolsek Ngronggot AKP Totok saat dikonfirmasi membenarkan kejadian kekerasan ini. Kapolsek mengatakan proses hukumnya sedang berjalan. “Penyidik sedang dalam proses pembuatan BAP. Semuanya masih dalam proses”, katanya saat ditemui di kantornya.

Merasa penanganan oleh Polsek Ngronggot dianggap lambat, maka pada hari Senin, tgl 19 Mei 2014 warga Desa Kaloran melakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati Nganjuk. Warga menuntut agar Bupati memberikan sanksi kepada Kades Karjono yang dianggap telah melakukan pemukulan dan penyiksaan kepada warganya sendiri.

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman menjanjikan untuk menyelesaikan tuntutan warga. Mendengar janji bupati tersebut, akhirnya warga membubarkan diri. Namun mereka juga mengatakan akan melakukan demo dalam jumlah yang lebih besar lagi, jika tuntutannya tidak dipenuhi. “Jika tuntutan kami tidak segera dipenuhi, kami akan datang lagi dengan jumlah lebih banyak dan melaporkan banyak permasalahan lainnya di Desa Kaloran”, kata salah seorang warga yang namanya minta untuk sementara tidak ditulis.

Akankah ini akan menjadi contoh penegakkan hukum di Indonesia yang tajam ke bawah, namun tumpul ke atas? Kita ikuti perkembangan kasusnya ke depan. (gus)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s