Adipura Ke 10 Kebanggaan Kota Blitar

Walikota Blitar menerima Adipura dari Wakil Presiden

Walikota Blitar menerima Adipura ke 10 dari Wakil Presiden

Blitar (Sergap) – Segenap masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar saat ini tentu saja bangga dan bahagia. Betapa tidak, karena upaya untuk menjaga kebersihan kotanya telah dibuktilan dengan keberhasilan memboyong Piala Adipura 2014, yang merupakan Piala Adupura ke 10 yang mampu dikoleksi Kota Blitar selama ini.

“Ini menjadi jawaban bahwa Kota Blitar mampu untuk berbuat yang lebih baik. Masyarakatnya rukun dalam menciptakan kebersihan dan keasrian. Sehingga tak heran kembali kita mendapatkan kembali Piala Adipura”,  kata Walikota Blitar Muh. Samanhudi Anwar, SH, yang menerima secara langsung Piala Adipura itu dari Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres. Pada hari Kamis, 15 Mei 2014 yang lalu.

Walikota Samanhudi, pantas berbangga dan mengapresiasi jerih payah semua pihak, karena perjuangan yang tak ringan untik mendapatkan predikat Kota Terbersih. Apalagi tahun ini, tim juri menaikkan grade dalam penilaian.

“Saya berkomitmen untuk tetap membuat Kota  Blitar bersih dan sehat. Sekali lagi, ini bukan hanya kerja keras Pemkot saja, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, SKPD terkait hingga elemen-elemen pendukung. Kesadaran menjaga kebersihan itu juga menjadi salah satu sasaran garapan“, kata Walikota menambahkan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Blitar, Pande Ketut Suryadi, SH juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat. Perjuangan menjaga dan mempertahankan kebersihan berbuah manis di pertengahan tahun ini. Adipura menjadi bukti bahwa Kota Blitar sebagai kota sedang trerbersih. “Ini kado indah bagi Kota Blitar, mudah-mudahan dapat ditingkatkan lebih baik lagi “kata Pande Ketut Suryadi, SH kepada Tabloid Sergap.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Pande, bahwa pada tahun ini ada enam kriteria yang harus dipenuhi, yaitu inovasi, pemanfaatan sampah, penghijauan, kebersihan lingkungan, kebersihan sungai dan kebersihan jalan.

Piala dikirab start dan finish di Aloon-Aloon Kota Blitar

Piala Adipura dikirab start dan finish di Aloon-Aloon Kota Blitar

Untuk inovasi misalnya, Kota  Blitar mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dengan baik. Salah satunya yakni dengan keberadaan bank sampah yang ada di sejumlah titik. Bank sampah tersebut merupakan cara untuk menghimpun sampah dari masyarakat yang ujung-ujungnya bisa meningkatkan pendapatan warga juga.

Untuk pengelolaan sampah, Kota Blitar mampu membuat tempat pembuangan akhir (TPA) yang memenuhi kriteria yang di buktikan dengan adanya proses sanitary landfiil. “Yang paling penting lagi sampah juga diproses, reduce, reuse dan recycle (3R). Ini yang kadang tidak ada di sejumlah daerah, karena butuh penanganan serius“,jelas Pande.

Kebersihan sekolah, terminal dan fasilitas umum lainnya juga masuk dalam ktiteria penilaian. Dalam hal ini Walikota telah untuk menambah anggaran, seperti anggaran untuk penambahan atau pengelolaan sampah, peralatan yang lengkap hingga sarana-sarana pendukung, seperti penambahan armada hingga perwujudtan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

TPA milik Pemkot Blitar yang terletak di Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog Kota Blitar beda dengan TPA pada umumnya. TPA yang dimiliki Pemkot Blitar itu selain tidak bau, juga tidak dibakar begitu saja. Tetapi benar-benar dimanfaatkan demi ramah lingkungan. “Ada sampah yang dibakar, tetapi tidak serta merta dibakar begitu saja. Tetepi dimanfaatkan lagi menjadi minyak. Dan itu kami punya teknologi dan sudah mulai berfungsi“, jelas pria berkumis ini.

Kepala DKP Ketut Pande Suryadi, SH dengan Piala Adipura ke 10

Kepala DKP Ketut Pande Suryadi, SH dengan Piala Adipura ke 10

Adipura yang sudah menjadi langganan itu tidak serta merta membuat Pemkot Blitar puas diri, tetapi masih ada obsesi untuk berbuat lebih baik lagi. Jika kali ini Adipura sudah sepuluh kali ada di Kota Blitar, tahun depan targetnya Adipura Kencana. Namun tidaklah mudah mennggaet Adipura Kencana itu. TPA harus dilengkapi dengan teknologi tinggi, seperti bio gas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, hingga teknologi lainnya. “Harus ada juga teknologi tenaga Surya yang kaitannya dengan pemanfaatan pengelolaan sampah. Mudah-mudahan tahun depan bisa mendapat Adipura Kencana, maksimal tahun 2016. Mohon dukungannya“, kata Pande berharap.

Puncak kebanggaan dan kebahagiaan itu dilakukan dengan mengkirab Piala Adipura pada hari Senin (16/06/2014), start jam 07.00 WIB dari Kebon Rojo Kota Blitar menuju Kantor Walikota Blitar dengan menyusuri jalan-jalan protokol sejauh 10 Km.

Piala kebanggaan ini diiringi oleh Drum Band SDN 1 Bendogerit, SMPN 3 dan SMAN 4 Kota Blitar, disusul dengan Komunitas White Car Community (WCC), Komunitas Sepeda Motor Ninja, kelompok kebersihan dari DKP, seluruh perwakilan dari SKPD, serta kelompok musik Mega Musika dari Kawula Alit Kota Blitar. (oke/adv)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s