Akhirnya Eny Sagita “Oplosan” Dihukum 4 Bulan Penjara

Eny Sagita

Eny Sagita

Nganjuk (Sergap) – Dianggap sering menyanyikan lagu “Oplosan” di panggung, membuat Eny Sagita berurusan dengan hukum dan harus duduk sebagai terdakwa di meja hijau. Penyanyi yang juga pimpinan Orkes Melayu Sagita, asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur itu akhirnya dijatuhi hukuman 4 bulan penjara dan 6 bulan masa percobaan atas dakwaan pelanggaran hak cipta dan mendapatkan keungtungan terhadap lagu berjudul “Oplosan”, ciptaan Nurbayan seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Kota Kediri.

Selain itu, penyanyi Dangdut Jaranan ini juga dihukum denda Rp 1 juta subsider 1 bulan penjara dan membayar biaya perkara Rp 500. Sedangkan barang bukti berupa tujuh keping VCD juga dimusnahkan.

Dalam pertimbangan hukumnya, Hakim Ketua Majelis Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, Pujo Saksono, SH mengatakan bahwa Eny terbukti secara sah dan meyakinkan menyanyikan lagu tanpa meminta izin penciptanya.

Vonis yang dijatuhkan ini, persis samadengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lukas Rohman, SH.Ini artinya bukti telah adanya perdamaian antara Eny Sagita dan Nurbayan, tidak dijadikan pertimbangan oleh Majelis Hakim dalam memberikan vonisnya.

Sebagaimana telah diberitakan Tabloid Sergap, Eny Sagita sempat mengatakan telah berdamai dan bahkan berencana melakukan rekaman bersama Nurbayan. “Rencananya setelah persidangan ini selesai, kami akan tampil bareng dengan Mas Nurbayan di Jakarta. Malahan sudah ada rencana membuat album bersama-sama,” ungkap Eny Sagita, Selasa (15/4/2014) yang lalu.

Menanggapi vonis Majelis Hakim ini, hakim ini, melalui pengacaranya Bambang Koco, SH, Eny Sagita mengaku masih pikir-pikir. Ia menilai vonis yang dijatuhkan kepada Eny tidak benar. Pasalnya, lagu “Oplosan” banyak dinyanyikan artis dangdut lain, yang juga tanpa meminta persetujuan pencipta lagu.“Mbak Eny hanya korban, ia menyanyikan lagu Oplosan atas permintaan dan untuk menghibur penontonnya. Bukan semata-mata untuk mendapatkan upah saja,”jelas Bambang.

Sedangkan atas tuduhan menyebarluaskan karya tanpa izin, Bambang Koco menjelaskan bahwa yang merekam dan mengedarkan VCD tersebut, adalah suami Eny Sagita yang sampai saat ini belum jelas keberadaannya. “Dia bukan PH (Production House, red) yang merekam dan mengedarkan VCD. Dia hanya menyanyi saja, tidak bertindak sebagai produser,” jelasnya. (gus)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s