Swiss dan Kanada Pelajari Penanganan Bencana Letusan Kelud

Aparat kepolisian sedang membantu evakuasi pengungsi Gunung Kelud

Aparat kepolisian sedang membantu evakuasi pengungsi Gunung Kelud

Surabaya (Sergap) – Keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam menangani bencana letusan Gunung Kelud membuat negara Swiss dan Kanada terkagum-kagum. Pemerintah Swiss menyampaikan undangan ke Gubernur Soekarwo untuk memaparkan keberhasilan Pemprov Jatim tersebut beberapa waktu lalu.

Menurut Pakde Karwo, Pemerintah Swiss terkejut dengan langkah serta pendekatan Pemprov Jatim menangani dampak letusan Gunung Kelud hanya dalam waktu dua minggu. Padahal, pengungsi yang harus ditangani mencapai lebih dari 12 ribu orang, dengan jumlah rumah yang rusak mencapai 14 ribu. Dan, tidak ada korban jiwa yang jatuh karena dampak langsung erupsi.

“Nah, keberhasilan itulah yang tampaknya diapresiasi Pemerintah Swiss. Sehingga mereka mengundang Pemprov Jatim untuk memaparkannya,” ujarnya, Senin (14/4/2014). Pemprov Jatim menyatakan tanggap darurat terkait letusan Gunung Kelud tersebut dan selama penanganan bencana, Pemerintah Pusat hanya sebagai pemantau. Semua proses rehabilitasi sampai pembiayaan dilakukan sendiri oleh Pemprov Jatim.

Yang tak kalah pentingnya, Pemprov juga mampu mensinergikan antara TNI dan Polri menjadi satu bagian dalam penanganan dan dikendalikan langsung oleh Gubernur. “Sinergi seperti itu jarang terjadi, dimana antara TNI dan Polri serta Gubernur jadi satu ikut serta dan terjun langsung menangani letusan Gunung Kelud,” jelasnya.

Selain Pemerintah Swiss, Kedutaan Besar Canada di Jakarta juga sudah datang ke Jatim untuk menimba ilmu dan belajar terkait penanganan bencana letusan Gunung Kelud.

Sementara itu,Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah memberikan penghargaan kepada Gubernur Jatim Soekarwo, pada tanggal 12 Maret 2014 yang lalu. Penghargaan diberikan karena Pemprov Jatim dinilai sangat sigap dan cepat dalam menangani letusan Gunung Kelud, 13 Pebruari 2014 itu.

Namun karena Gubernur Soekarwo sedang mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Jatim, maka penghargaan dari Kepala BNPB Syamsul Ma’arif tersebut diterima Asisten III Bidang Kesra Sekdaprov Jatim Muhammad Ashar.

Ashar mengatakan, penghargaan yang diterimanya diberikan BNPB tidak lain karena sikap leadership Gubernur Jatim yang mempu mengkoordinasikan semua unsur dan elemen di Jatim, mulai instansi pemerintah, TNI/Polri, dan berbagai unsur lainnya untuk menanggulangi dampak letusan Gunung Kelud dengan cepat. “Karena leadership yang bagus tersebut, penanganan dapat dilakukan dalam waktu singkat. Target dua minggu proses rehabilitasi dapat dipenuhi dengan baik,” kata Ashar kepada wartawan saat itu.

BNPB menilai belum pernah ada penanganan bencana yang dilakukan sangat koordinatif dan begitu cepat serta hampir semua masyarakat ikut terlibat di dalamnya. Sehingga, apa yang dilakukan Pemprov Jatim dalam menangani bencana letusan Gunung Kelud, akan dijadikan sebagai role model atau acuan bagi provinsi lain setiap kali ada bencana.

“Makanya penanganan bencana di Jatim dapat dijadikan contoh yang baik dalam proses penanganan bencana di wilayah Indonesia lainnya,” kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Wisnu Widjaja, menambahkan. (ang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s