Acara Pamit Sambut, Mantan Walikota Kediri Tidak Datang

Walikota Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Hj. Lilik Muhibbah beserta suami dan istrinya masing-masing.

Walikota Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Hj. Lilik Muhibbah beserta suami dan istrinya masing-masing.

Kediri (Sergap)Setelah siang harinya dilantik oleh Gubernur Jawa Timur DR. Soekarwo, maka Rabu malam (02/04/2014), Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Hj. Lilik Muhibbah menghadiri acara Malam Pamit Sambut di Restoran Panglima Kota Kediri.

Acara yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat ini, sayangnya tidak dihadiri oleh mantan Walikota dr. Samsul Ashar. Mestinya dalam acara pisah sambut ini, sebagaimana tercantum dalam susunan acara yang tertera dalam undangan ada sambutan dari pejabat lama yang tentunya adalah mantan Walikota dr. Samsul Ashar.

Hadirin baru mengetahui setelah Walikota Abdullah Abu Bakar menyampaikan kepada para hadirin, bahwa dr. Samsul Ashar tidak dapat hadir karena ada keperluan di Surabaya. “Tadi siang di rumah dinas, Pak Samsul mengatakan tidak dapat hadir dalam acara malam ini, karena ada keperluan di Surabaya,” kata walikota saat memberikan sambutan.

Tampak aneh sekali bahwa pejabat lama (mantan walikota) tidak hadir dalam acara yang biasanya diisi dengan ucapan terima kasih, permintaan maaf dan sebagainya di hadapan hadirin yang terdiri dari para PNS jajaran Pemkot Kediri, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolresta, Komandan Kodim 0809 dan tokoh-tokoh berbagai agama dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. “Kok pergi tanpa pamit ya?”, celetuk salah satu PNS yang hadir.

Dalam sambutannya Walikota Abdullah Abu Bakar meminta dukungan dari semua lapisan masyarakat Kota Kediri. “Saya berharap dukungan dari seluruh warga Kota Kediri, mulai dari yang tinggal di jalan besar, sampai yang tinggal di gang buntu. Karena tanpa dukungan itu, saya tidak bisa apa-apa”, kata walikota yang didampingi oleh Wakil Walikota Hj. Lilik Muhibbah beserta suami dan istrinya masing-masing.

Panggil saya Mas Abu…

Dalam acara ini tergambar jelas, bahwa Walikota Kediri ingin merangkul semua warga. Pada saat doa semua perwakilan agama ikut berdoa bersama. Mereka dari Kerukunan Antar Umat Beragama Kota Kediri, mewakili agama Islam, Katolik, Kristen, Hidhu, Buda dan Kong Hu Cu, yang mendoakan agar hidup dan kehidupan pemerintah dan warga Kota Kediri selalu dalam naungan Tuhan YME.

Dalam kesempatan itu Walikota kelahiran Kediri, 12 April 1980 ini juga meminta agar tetap dipanggil dengan panggilan akrabnya Mas Abu. “Supaya nggak repot, panggil saya Mas Abu dan Ibu Wakil Walikota Ning Lik”, katanya dengan santai. (Tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s