Walikota dan Wakil Walikota Kediri Dilantik Gubernur, di Bawah Pengawalan Lengkap

Walikota Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Lilik Muhibbah

Walikota Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Lilik Muhibbah

Kediri (Sergap) – Gubernur Jawa Timur DR. Soekarwo, Rabu (02/04/2014) melantik secara resmi Walikota dan Wakil Walikota Kediri terpilih Abdullah Abu Bakar, SE dan Hj. Lilik Muhibbah, S.Sos, MpdI. Sebelum melantik pasangan Walikota dan Wakil Walikota terpilih, Gubernur atas nama Presiden Republik Indonesia, mengingatkan bahwa jabatan kepala daerah mengandung tanggungjawab kepada negara, Pancasila, UUD 1945 dan mengemban tugas untuk mensejahterakan rakyat.

Sumpah jabatan dilaksanakan tepat pada pukul 09.25 WIB, yang kemudian diteruskan dengan penyematan tanda jabatan, penandatangan pakta integritas dan penandatanganan serah terima jabatan dari mantan Walikota dr. H. Samsul Ashar, SpPD kepada Walikota Abdullah Abu Bakar, SE.

Saat Walikota baru, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Walikota ini berjabatan dan    bercepika-cepiki, tepuk tangan menggema di ruang sidang paripurna DRPD Kota Kediri. Bahkan ada yang nyeletuk, “Meh limang tahun, lagek saiki salaman.” (Hampir lima tahun, baru saat ini mereka bersalaman).

Memang selama ini terdengar kabar bahwa hubungan antara Samsul Ashar dengan Abdullah Abu Bakar sudah lama tak harmonis. Karena itu kemudian Abdullah Abu Bakar kemudian maju mencalonkan diri bersaing dengan Samsul Ashar.

Kabar hoax

PENGAWALAN LENGKAP Motor trail Sabhara, Mobile Security Barrier dan Mobil Taktis yang mesinnya menyala selama acara

PENGAWALAN LENGKAP – Motor trail Sabhara, Mobile Security Barrier dan Mobil Taktis yang mesinnya menyala selama acara

Bahkan beberapa hari menjelang pelantikan, masih beredar rumor bahwa kubu Samsul Ashar akan melakukan demo menentang pelantikan ini. Namun ternyata hanya hoax (kabar bohong). Walaupun demikian Polresta Kediri tidak mau mengambil resiko, sehingga penjagaan pada hari ini terlihat sangat lengkap.

Sehari sebelumnya, Kapolresta Kediri AKBP Budhi Herdi Susianto menjelaskan bahwa pengamanan pelantikan melibatkan 300 personel Kepolisian, TNI AD 100 personel, Satpol PP 100 orang, petugas Dishub 50 orang dan 10 petugas Pemadam Kebakaran. Ring 1 lantai II tempat acara utama pelantikan, akan dijaga anggota Intel. Anggota Sabara Ring II dan Ring III Sat Lantas di lantai bawah. “Semuanya, dibawah pengendalian Kabag Ops Polres Kediri Kota.

Juga tampak siaga kendaraan pembawa kawat berduri (Mobile Security Barrier), satu unit kendaraan taktis siaga di samping utara gedung utama DPRD yang mesinnya dihidupkan selama acara berlangsung. Pasukan Sabhara bermotor trail juga siaga 30 meter di selatan gedung DPRD Kota Kediri.

Disparitas pendapatan

Dalam amanatnya sebagai Gubernur Jawa Timur, Kepala Daerah Provinsi yang biasa dipanggil Pakde Karwo, menekankan pentingnya penguatan jasa keuangan di Kota Kediri. Menurut data statistik pendapatan per kapita Kota Kediri tergolong tinggi, yaitu Rp. 286 juta per tahun. “Tapi disparitasnya juga tinggi, ngumpul di Gudang Garam,” kata Pakde Karwo.

Walikota Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Hj. Lilik Muhibbah saat mengucapkan sumpah jabatan dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur

Walikota Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Hj. Lilik Muhibbah saat mengucapkan sumpah jabatan dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur

Karena itu, Pakde Karwo memandang penting untuk memperkuat BPR Kota milik Pemkot Kediri sebagai sarana untuk menyediakan modal murah bagi usaha kecil dan mikro. “BPR milik Kota Kediri, usahakan mampu menyediakan modal usaha dengan bunga 6% per tahun, untuk mengurangi tingkat disparitas pendapatan per kapita di Kota Kediri,” kata gubernur.

Gubernur juga mengingatkan kepada Walikota dan Wakil Walikota yang baru dilantik untuk segera membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJMD). “Selambat-lambatnya tiga bulan setelah pelantikan harus membuat RPJMD, agar segera disinkronkan dengan RJMD provinsi dan RJMD pusat,” ujarnya.

Pakde Karwo juga mengingatkan eksekutif dan legislatif di Kota Kediri untuk harmonis dan rukun, serta mengutamakan musyawarah mufakat. Terkait hal ini Pakde Karwo juga sempat menyentil ketidakharmonisan hubungan antara Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang baru dilantik dengan mantan walikota Samsul Ashar.”Kemarin sudah saya buatkan surat agar dokter Samsul pindah kerja di provinsi. Biarlah yang lalu sudah berlalu tidak usah diperpanjang lagi,” kata Pakde Karwo.

Acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Kediri dihadiri ratusan undangan. Tampak hadir Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung Wibowo, Walikota Depok Nurmahmudi Ismail, Bupati Kediri Hj. Haryanti, Wakil Walikota Blitar Purnawan Buchori, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Erjik Bintoro, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Guntur Wahono, mantan Walikota Kediri HA Maschut, mantan Bupati Kediri Sutrisno dan lainnya. Namun dua anggota kabinet, yaitu Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang semula akan hadir, mendadak membatalkan kehadiran karena ada agenda rapat kabinet. (tkr)

Iklan

One thought on “Walikota dan Wakil Walikota Kediri Dilantik Gubernur, di Bawah Pengawalan Lengkap

  1. Ping-balik: Acara Pamit Sambut, Mantan Walikota Kediri Tidak Datang | TABLOID SERGAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s