Pemprov Jatim Siapkan Rp1 Triliun untuk Rumah Korban Kelud

Surabaya (Sergap) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran sekitar Rp1 trilyun untuk merehabilitasi rumah dan bangunan milik warga di sejumlah daerah yang menjadi korban erupsi Gunung Kelud.

“Untuk rehabilitasi kawasan bisa mencapai lebih dari Rp1 trilyun. Tapi, dana sebanyak ini tidak akan ditanggung Pemprov sendirian,” ujar Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di Surabaya, Rabu (19/2/2014).

Kondisi rumah akibat letusan Kelud di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Malang. Jawa Timur

Kondisi rumah akibat letusan Kelud di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Malang. Jawa Timur

Menurut dia, anggaran tersebut ditanggung bersama dengan pemerintah pusat maupun pemerintah kota/kabupaten. Tidak itu saja, Pemprov Jatim juga membentuk tim gabungan untuk memverifikasi rumah-rumah dan bangunan milik warga yang rusak untuk segera dilakukan pergantian.
Menurut Wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu, asumsinya sekitar 20.000 rumah.

Asumsi ini didasarkan pada jumlah pengungsi yang mencapai 80.000 orang. Bila satu keluarga terdiri dari empat orang maka ada sekitar 20.000 ribu rumah yang harus diperbaiki. “Tapi, tentunya ada rumah yang cuma rusak gentengnya, tapi ada juga yang rusak berat. Ini yang masih dilakukan pendataan,” kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut.

Menurut Wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu, sebanyak sekitar 20.000 unit rumah yang diperkirakan mengalami kerusakan akibat Gunung Kelud meletus pada Kamis (13/2) malam lalu itu. Asumsi ini didasarkan pada jumlah pengungsi yang mencapai 80.000 orang. Bila satu keluarga terdiri dari empat orang maka ada sekitar 20.000 rumah yang harus diperbaiki.

“Tapi, tentunya ada rumah yang cuma rusak gentengnya, tapi ada juga yang rusak berat. Ini yang masih dilakukan pendataan,” kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut.

Dalam rangka merealisasikan itu semua, Pemprov Jatim mendatangkan jutaan genteng dari Jawa Tengah, karena stok genteng di Jatim sudah nyaris tidak ada. Gubernur Jatim Soekawo mengatakan, “Mendatangkan genteng dari Jawa Tengah juga karena letak geografis yang tidak jauh, sehingga sangat memungkinkan. Apalagi pembangunan rumah warga ditarget tidak lebih dari dua pecan.”

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu juga optimistis pembangunan dan rehabilitasi rumah di tiga wilayah, yakni Blitar, Kediri dan Malang, akan terelealisasi sesuai waktu yang ditetapkan.

Sementara itu, Pakde Karwo juga mengusulkan perlunya sesegera mungkin untuk memberikan bibit bagi petani yang tanamnya rusak. Hanya saja, pihaknya saat ini masih memprioritaskan pembangunan rumah warga terlebih dahulu.

Tentang pertanian warga yang lahannya rusak akibat erupsi, Pemprov Jatim komitmen segera memberi bibit bagi petani. Selain itu, juga sudah diajukan skema untuk petani yang terlilit utang di bank.

Pihaknya mengaku sudah membicarakan masalah itu ke Bank Indonesia termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur. Pemprov masih menunggu usulan yang sudah disampaikan ke kedua lembaga tersebut. (ang)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s