Jusuf Kalla Tinjau Kesiapan Hadapi Letusan Gunung Kelud

Kediri (Sergap) – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla datang langsung meninjau kesiapan jajarannya dalam  menghadapi bencana letusan Gunung Kelud yang saat ini sudah berstatus siaga.  “Kami tidak mau dikatakan terlambat, jadi sebelum terjadi sudah disiapkan,” katanya saat menghadiri apel kesiapsiagaan menghadapi bencana letusan Gunung Kelud di “rest area”, Rabu (12/02/2014).

Hagglunds saat tiba di rest area Gunung Kelud

Hagglunds saat tiba di rest area Gunung Kelud

Mantan wakil presiden yang akrab disapa JK ini juga melihat langsung segala keperluan seperti air bersih, tempat penampungan, kamar mandi atau WC, serta stok makanan, serta perlengkapan yang dibawa oleh PMI, misalnya alat untuk evakuasi, sampai dapur umum dan kendaraan serbaguna Hagglunds yang handal di segala medan.

Kegiatan apel itu diikuti relawan PMI seluruh Jatim. Kegiatan diawali dengan apel, serta peantauan langsung kesiapan para relawan.

JK juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk persiapan letusan Gunung Kelud, salah satunya masker. Masker itu akan diberikan pada warga korban terdampak, terutama di tiga daerah, yaitu Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang.

Ia juga mengingatkan warga agar mematuhi petunjuk pemerintah misalnya dilarang naik, maka harus mematuhi dan tidak naik. Pihaknya menyesalkan korban meninggal dalam bencana letusan Gunung Sinabung. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tidak melanggar larangan. “Jika mengikuti aturan, Insya Allah aman,” ucapnya.

Ia menolak disebut jika pemerintah lambat menangani bencana. Ia hanya mengatakan, dalam penanganan bencana tidak ada kesempurnaan. Evaluasi secara nasional, ia mengatakan tentunya ada hal yang positif dan ada yang harus diperbaiki. Untuk itu, kecepatan penanganan sebelum bencana itu terjadi harus dilakukan.

JK juga sempat melihat langsung isi dalam museum Gunung Kelud di gedung museum dan teater yang lokasinya berada di “rest area”.

PVMBG telah memutuskan kenaikan status Gunung Kelud dari semula waspada menjadi siaga. Kenaikan itu dipicu terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik di gunung tersebut, terhitung sejak Senin (10/2) pukul 16.00 WIB.

Peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik menunjukkan peningkatan dan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik dalam, data suhu air panas di kawah dan pemantauan visual yang memang menunjukkan peningkatan. Karena itu direkomendasikan agar pendaki, wisatawan, dan masyarakat tidak mendekati puncak kawah Gunung Kelud. (tim)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s