Pramono Anung, Penanganan Bencana Masih Tergagap-Gagap

Kediri (Sergap) – Penanganan bencana di Indonesia masih tergagap-gagap, walaupun dana yang tersedia untuk itu cukup besar. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR Pramono Anung saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Senin (03/01/2014). “Dana bencana cukup, tapi manajemen masih kurang. Dan, sering tergopoh ketika (bencana) terjadi,” katanya berpendapat.

Pramono Anung sedang berbincang dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Kelud

Pramono Anung sedang berbincang dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Kelud

Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, anggaran untuk penanganan bencana di Indonesia mencukupi. Bahkan, nominal yang dialokasikan setiap tahun juga selalu ditambah.

Bencana yang terjadi seharusnya bisa diprediksi sebelumnya. Belajar dari pengalaman penanganan bencana di sejumlah negara salah satunya Jepang. Mereka bisa memprediksi terjadinya bencana dengan bantuan alat peringatan dini (early warning system).  Walaupun tidak semua tepat, ia menyebut minimal ada data. Terlebih lagi, Indonesia berada di cincin api atau “ring of fire” yang rentan terjadinya letusan gunung berapi ataupun bencana alam akibat tumbukan lempeng tektonik.

Tentang status kenaikan Gunung Kelud menjadi waspada, ia mengatakan harus ada penanganan secara khusus dan tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi.

Caleg DPR RI Dapil VI Jawa Timur Pemilu 2014 ini, sekali lagi menyebut penanganan bencana seperti letusan gunung berapi di luar negeri dilakukan secara lebih khusus. Selain personel yang maksimal, juga adanya lokasi pemantau yang lebih dari satu.

“Di negara maju tidak hanya satu (lokasi pusat pemantau gunung api). Untuk menghitung frekuensi dan amplitudo, makin dekat makin besar dan sejauh mana bahaya gunung berapi bisa menjangkau masyarakat,” ujar Pramono.

Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana, Geologi (PVMBG) telah menetapkan status waspada dari sebelumnya aktif normal, mengingat aktivitas gunung yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, itu naik. Dengan status itu, radius 2 kilometer dari gunung tidak diperbolehkan ada aktivitas warga. (tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s