Alat Pantau Gunung Kelud Ditambah

Surabaya (Sergap) – Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, usai menggelar pertemuan tertutup dengan pihak terkait Gunung Kelud di kantor BPBD Jatim, Senin (3/2/2014) mengatakan bahwa PVMBG segera menambah kekuatan peralatan untuk memaksimalkan pemantauan aktivitas Gunung Kelud. Penambahan peralatan itu dinilai mendesak agar kinerja alat-alat pantau yang ada menjadi lebih maksimal untuk melaporkan aktivitas Gunung Kelud.

Dengan pertimbangan aktivitas Gunung Kelud yang terus mengalami kenaikan baik kegempaan maupun suhu air kawah, maka PVMBG segera menambah peralatan di sekitar gunung. “Kegempaan ada kenaikan 3 hari terakhir. Suhu air mata naik dari beberapa minggu naik 5 derajat. Terakhir suhunya mencapai 55 derajat dan trennya naik,” kata Hendra Gunawan menjelaskan.

Electronic Distance Measurement (EDM)

Electronic Distance Measurement (EDM)

“Sebenarnya alat di sana sudah lengkap, tapi tetap kita tambah. Belajar dari Sinabung kita tidak sempat tambah alat karena kondisinya sudah buruk. Hari ini mungkin dari Bandung datang bawa alat dan memasang,” katanya.

Selain menambah alat pemantau aktivitas gunung, pihaknya juga akan mengevaluasi kinerja peralatan-peralatan lainnya yang sudah terpasang tersebut. “Jika masih ada yang berfungsi kurang maksimal, akan disempurnakan dan diperbaiki,” tambahnya.

Saat ini, di lokasi Gunung Kelud terpasang empat unit stasiun seismik, satu unit stasiun seismometer, dan satu unit stasiun suhu. Yang akan didatangkan adalah satu unit stasiun seismometer, dan sebuah Electronic Distance Measurement (EDM). “Dengan EDM, akan dapat dipantau secara akurat, perubahan bentuk gunung,” katanya menjelaskan.

Menjawab pertanyaan wartawan, Hendra menjawab, rekomendasi PVMBG terhadap kondisi Gunung Kelud masih waspada dengan area steril 2 km dari bibir kawah.

Gunung Kelud tercacat merupakan gunung api yang pernah “menghasilkan” letusan dasyat, karena termasuk dalam tipe stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosif. Letusan Gunung Kelud dasyat tercatat pada tahun 1919 yang menyebabkan sebanyak 5.160 jiwa meninggal. Selain itu, Kelud juga pernah meletus hebat pada tahun 1990. Saat itu letusan terjadi hingga 45 hari. Terakhir, aktivitas Kelud meningkat pada 2007, namun tidak terjadi erupsi, tetapi danau kawah yang berisi jutaan kubik air lenyap dan berubah menjadi kubah lava yang dinamakan Anak Gunung Kelud. (ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s