Polres Malang, Segera Panggil Dosen Planologi ITN

AKBP Adi Deriyan Jayamarta, SIK

AKBP Adi Deriyan Jayamarta, SIK

Malang (Sergap) – Terkait dengan meninggalnya (maba) Jurusan Planologi Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang, Fikri Dolasmantya Surya, saat Orentasi Kemah Bakti Desa dan Temu Akrab di Kawasan Pantai Goa China di desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang, Polres Malang telah memeriksa 102 dari total 114 maba.

Sementara itu, pemeriksaan kepada panitia Kemah Bakti Desa (KBD) Jurusan Planologi juga masih berlangsung. “Sekarang kita fokus menyelesaikan pemeriksaan pada panitia secepatnya. Kalau sudah selesai, baru kita undang dosen Planologi,” papar Adi.

Polres Malang tampaknya sudah menjadwalkan untuk memeriksa dosen Jurusan Planologi ITN Malang. Pemanggilan dilakukan jika pemeriksaan terhadap panitia selesai dilakukan.

Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, SIK, mengatakan, pemeriksaan kepada dosen pembimbing hingga kepala jurusan Planologi itu bertujuan untuk menelusuri keterlibatan mereka dalam kegiatan itu. “Sekaligus untuk mengetahui apakah ada kelalaian dari para dosen itu. Karena mereka juga ikut bertanggungjawab dalam kegiatan tersebut,” kata Adi, Kamis (19/12).

Ketika ditanyakan tentang kemungkinan pemanggilan Rektor ITN Malang, Kapolres yang mantan penyidik KPK ini menjawab, belum ada petunjuk yang mengarah pada pimpinan pergurun tinggi itu. “Kami melihat belum ada kepentingan memanggil Rektor, karena belum ada bukti yang mengarah ke situ,” ujar Adi.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kapolres, bahwa pemeriksaan saksi–saksi dari maba dan panitia KBD itu adalah pemeriksaan yang berangkat dari bawah. Untuk panitia misalnya, penyidik meminta penjelasan mengenai ruang lingkup kegiatan dan tugas di kepanitiaan.

Foto-foto kekerasan dalam acara Kemah Bakti Desa dan Temu Akrab ITN Malang, yang diemailakn ke redaksi Tabloid Sergap

Foto-foto kekerasan dalam acara Kemah Bakti Desa dan Temu Akrab ITN Malang, yang diemailakn ke redaksi Tabloid Sergap

Jika pemeriksaan itu semua sudah selesai dilakukan, kepolisian masih membutuhkan keterangan saksi ahli pidana, ahli pendidikan dan ahli kesehatan forensik. Kemudian dilakukan gelar perkara di Polda Jatim melibatkan Divisi Profesi dan Keamanan, Inspektur Pengawas Daerah, Bidang Hukum, Direktur Kriminal Umum.

“Kalau semua berkas telah lengkap disertai pendapat ahli, tinggal dilaksanakan gelar perkara. Untuk memutuskan siapa yang paling bertanggungjawab untuk dijadikan tersangka. Kami akan secepatnya menyelesaikan pemeriksaan pada saksi – saksi, mungkin saja minggu depan sudah bisa gelar perkara,” pungkas Adi,” ungkap Adi.

Dipilihnya Polda Jatim untuk gelar perkara itu sekaligus sebagai pengawas internal. Agar bisa menilai apakah penanganan perkara sudah baik, sesuai prosedur dan professional. Sementara ini, polisi menjerat pelaku dengan pasal 359 KUHP yakni kelalaian yang menyebabkan kematian dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (en)

Berita terkait :  Polisi Selidiki Kematian Mahasiswa ITN Malang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s