Ketika The Salemba Band Memeriahkan Pemeran Napi Craft 2013 di JCC

The Salemba Band in action

The Salemba Band in action

UNTUK kesekian kalinya The Salemba Band tampil keluar dari “sarang”nya, untuk unjuk kebolehan. Kali ini beraksi di gedung megah Jakarta Convention Center (JCC), pada tanggal 14 Desember 2013, mengumandangkan lagu-lagu indah ciptaanya sendiri dan juga beberapa ciptaan musisi lainnya.

Applaus pertama diterima The Salemba Band ketika sang vokalis Resoy menyanyikan lagu “Ampun Bui”. Getaran pesan yang terkanding dalam lirik lagu itu mampu masuk dalam relung hati penonton, menggambarkan asal keberadaan The Salemba Band saat ini yang membuahkan tepuk tangan yang tulus.

Tampil dengan formasi lengkap, The Salemba Band menunjukkan kemampuannya  untuk menghibur dan mampu meghidupkan suasana Pameran Napi Craft 2013 yang digelar atas kerjasama Departemen Perdagangan dan Departemen Hukum dan HAM, pada 11-15 Desember 2013.

Yang wajib disyukuri adalah kesan penonton terhadap performance The Salemba Band kali ini. Bahkan, Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi, berniat pula untuk mengundang The salemba Band bermain di tempatnya. Kegembiraan karena mendapatkan apresiasipun menyesakkan dada para anak band dari dalam penjara ini.

Berkumpul usai tampil

Berkumpul usai tampil

Dan bagi The Salemba Band, happy ending dari acara itu adalah kesempatan anak-anak band warga binaan ini, makan–makan di restoran bersama 12 orang bapak-bapak pengawalnya. “Usai tampil nyaris tanpa cacat, kemudian makan-makan bersama, adalah kebersamaan yang membuat kami bahagia. Ini bagian dari proses pembinaan yang tiada henti, sampai suatu hari kebebasan itu tiba,” kata Sutedi, SH Pembina The Salemba Band dengan wajah ceria.

Sebelumnya di tempat terpisah, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin menjelaskan bahwa Napi Craft menampilkan produk hasil kerajinan narapidana dalam rangka mengangkat harkat dan martabatnya ketika nanti berbaur kembali dengan masyarakat.

“Ini Napi Craft yang kedua yang pertama dulu di The East Tower. Saya harap kolaborasi penghujung tahun, pameran sukses dan manfaat bagi kita semua,” ucap Amir kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2013).

Amir berharap, semua pihak mulai dari pemerintah, pemberi modal dan pasar, mendukung produk hasil binaan ini. Produk karya narapidana antara lain baju, kain batik, produk aksesoris, makanan, dan lain-lain.

“Ikut mengembangkan keterampilan warga binaan, memperluas jangkauan pasar, modal dan pemerintah memberi dukungan penuh produk produk warga binaan kualitas baik dan mampu bersaing dengan produk produk lainnya,” kata Amir.

Penyelenggara Napi Craft Dharma Wanita Persatuan Kemenkumham, Evi Amir Syamsudin mengungkapkan, ajang tersebut digelar sebagai wujud kepedulian serta apresiasi atas hasil karya narapidana Indonesia. Sebab kualitas hasil karya tersebut tidak hanya mencakup nasional, tapi juga internasional.

“Napi Craft ini bermuara dari program bengkel kerja produktif yang diusung Ditjen PAS. Tidak hanya sebagai pengisi waktu di Lapas atau Rutan saja. Tapi modal keterampilan juga,” ujarnya.

Evi berharap, Napi Craft 2013 menjadi bukti kepada masyarakat luas bahwa narapidana bukan predikat negatif. Narapidana juga bisa berkarya dan berinovasi. Isteri Menkum dan HAM ini juga berharap ada pihak swasta yang mau menjalin kerjasama, baik berdasarkan sisi produksi maupun pemasaran. (red)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s