Jatim Raih Wahana Tata Nugraha Wiratama 2013

Gubernur Soekarwo saat menerima Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama 2013 dari Menteri Perhubungan

Gubernur Soekarwo saat menerima Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama 2013 dari Menteri Perhubungan

Surabaya (Sergap) – Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama 2013 dari Presiden RI berhasil diraih Provinsi Jawa Timur, karena dinilai mampu meningkatkan kinerja penyelenggaraan dan operasional sistem transportasi perkotaan, serta dinilai tertinggi dengan indikator kinerja penyelenggaraan lalu lintas dan pelaksanaan sistem lalu lintas jalan.

“Selama ini telah tercipta sistem lalu lintas dan angkutan kota yan tertib, lancar, selamat, aman efisien, berkelanjutan, dan menjamin kesamaan hak pengguna jalan. Ini yang menjadi dasar Jatim mendapat penghargaan,” ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan usai pemberian penghargaan di Surabaya, Kamis (03/10/2013)

Ia menegaskan bahwa angkutan darat merupakan tumpuan pertumbuhan ekonomi, sehingga konektivitas angkutan laut, udara dan darat sangat penting. Sektor perhubungan sangat menentukan keberhasilan percepatan pertumbuhan ekonomi. “Meski naik pesawat udara setinggi apapun dan kemana pun jauhnya akan kembali ke darat, begitu juga dengan angkutan kapal laut, sejauh kemana pun berlayar pasti akan kembali ke darat juga,” kata dia.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku bangga telah menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama tahun ini dan berharap prestasi itu menjadi motivasi dan tidak membuat puas diri dalam menghadapi sistem transportasi perkotaan yang semakin lama diperkirakan bertambah rumit seiring dengan kemajuan teknologi.

“Terima kasih atas kepercayaan dari pemerintah pusat. Kami akan berusaha semaksimal mungkin mengembangkan sistem operasional transportasi antardaerah dan menjadikan Jatim sebagai daerah ramah serta nyaman transportasi,” kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Disinggung tentang mobil murah, pihaknya mengaku tidak memiliki otoritas melarang. Namun, mengusulkan agar mobil murah lebih baik dari produk nasional, serta khusus daerah padat penduduk seperti di Pulau Jawa, lebih baik memaksimalkan transportasi massal.

“Kami tidak bisa melarang, namun kalau ada pembatasan produk dan pemasarannya dibatasi mungkin bisa. Kami cenderung Jatim lebih baik mengandalkan sistem transportasi massal. Selain itu, rasio jalan sudah tidak memadai meski sudah ada beberapa antisipasi, salah satunya dengan pengeprasan berem,” kata dia.

Selain Jawa Timur, empat provinsi lain yang menerima penghargaan serupa adalah Jawa Tengah, Bali, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Sedangkan kabupaten/kota penerima WTN tahun 2013 masing-masing Kota Surabaya untuk klasifikasi kota metropolitan, Kota Madiun, Mojokerto, dan Probolinggo (klasifiaksi kota sedang), dan Kabupaten Lumajang (klasiifikasi kota/kabupaten kecil).

Selanjutnya, kota/kabupaten penerima Piala WTN kategori Lalu Lintas 2013 adalah Kota Malang (Klasifikasi kota besar), Kota Blitar, Kediri, Pasuruan (kota sedang), dan tujuh kabupaten yaitu Magetan, Malang, Pacitan, Mojokerto, Sidoarjo, Tuban dan Tulungagung (klasifikasi kabupaten kecil). (ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s