Kepala KUA Kecamatan Kota Kediri Tersangka Pungli

Pada banner yang terpasang di KUA Kecamatan Kota Kediri, terpampang biaya Pencatatan Nikah dan Rujuk sebesar Rp. 30.000,-

Pada banner yang terpasang di KUA Kecamatan Kota Kediri, terpampang biaya Pencatatan Nikah dan Rujuk sebesar Rp. 30.000,-

Kediri (Sergap) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota, Kota Kediri digeledah oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, Rabu siang (23/10/2013). Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari penetapan tersangka tindak pidana korupsi pungutan liar (pungli) terhadap Romli, SAg Kepala KUA Kecamatan Kota.

Pungli yang dimaksud adalah biaya pencatatan nikah dalam rentang waktu tahun 2012. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen Agama, biaya pencatatan nikah hanya Rp 30 ribu. Namun KUA Kecamatan Kota mengutip biaya ini sampai ratusan ribu rupiah.

“Menurut PP 47 tahun 2004, biaya pencatatan nikah hanya Rp. 30 ribu, tetapi fakta di lapangan, biayanya di luar KUA bisa sampai Rp  225 ribu, sedang di dalam KUA sampai Rp. 175 ribu,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kota Kediri, Sundaya, SH.

Dari penggeledahan di KUA Kecamatan Kota Kediri di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri selama hampir 3 jam itu, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti buku ekspedisi nikah hingga bukti setoran. “Yang kami sita antara lain, buku ekspedisi yang berisi siapa saja yang menikah di tahun 2012, dan juga 49 bendel bukti setoran dari KUA ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri,” beber Sundaya.

Sementara itu, tersangka Romli mengaku, kurang tahu. Menurutnya untuk mengurus pencatan nikah yang datang ke KUA rata-rata adalah Modin (Kaur Kesra Kelurahan). Sedang untuk besarnya biaya yang ditarik Modin dirinya kurang tahu. “Semua dikondisikan oleh modin, manten tidak ada yang pernah datang ke sini,mereka meminta tolong kepada Modin untuk mengurus pencatatan nikah,” ucap Romli.

Tentang adanya pembagian fee untuk biaya pencatatan nikah, Romli membantah jika dirinya meinta. Menurutnya, kalaupun menerima setelah acara akad nikah selesai dilaksanakan, dan besarannya juga tidak pasti.

“Ya, memang kami diberi akan tetapi setelah akad nikah selesai dan jumlahnya tidak menentu. Mereka (para modin) yang mengkondisikan dan saya tidak meminta, karena mereka mengadakan rapat-rapat sendiri,” kata Romli menjelaskan. (tkr/dicky)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s