Rektor UNIPA Ancam Polisikan Guru Pemalsu Ijazah

Surabaya (Sergap) – Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya akan melaporkan kepada polisi bila Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tidak bertindak tegas, terhadap pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh salah satu oknum guru dari kabupaten tersebut.

Ijazah yang dipalsu oleh guru berinisial J ini berasal dari Unipa. Hal itu diketahui ketika guru tersebut mengumpulkan berkas Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) sebagai syarat untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. Unipa tahun ini, merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara PLPG Rayon 142.

Rektor Unipa Surabaya Drs. H. Sutijono, MM

Rektor Unipa Surabaya Drs. H. Sutijono, MM

Ketika proses verifikasi berkas dilakukan, ijazah S-1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari Unipa diketahui telah dipalsukan. “Panitia telah mendiskualifikasi guru itu, kami juga sudah menyurati Dinas Pendidikan  Sumenep terkait masalah ini. Diharapkan, Dinas Pendidikan setempat mendalami kasus tersebut, dan melaporkan kasus tersebut ke polisi,” kata Rektor Unipa Surabaya Drs. H. Sutijono, MM, Selasa (20/8/2013)

Jika Dinas Pendidikan tidak segera melakukan tindakan tegas dan tidak melaporkannya ke polisi, maka pihaknya yang akan melaporkan. Apalagi, guru bersangkutan mengaku menggunakan ijazah S-1 FKIP dari Unipa. Institusinya pun jelas merasa dirugikan dengan perbuatan tersebut. “Sementara ini kami masih menunggu tindakan konkret Dinas Pendidikan Sumenep,” ujarnya.

Diceritakan lebih lanjut oleh Rektor Unipa bahwa pihaknya pernah melaporkan kasus serupa pada 2008. Saat itu, juga ada salah seorang guru yang memalsukan ijazah dari Unipa. Setelah dilaporkan ke polisi, guru itupun disidang dan diputuskan hakim bersalah. Namun sayang, guru tersebut dijatuhi hukuman ringan, yaitu hanya tiga bulan. Alasannya, guru ini hanya menjadi korban. Dia pun kaget saat mengetahui guru pemakai ijazah palsu itu hanya dihukum ringan, padahal dia sudah melakukan kesalahan fatal.

Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), tambahnya, hukuman bagi guru itu seharusnya cukup berat. Bab XX Pasal 67 Ayat 1 disebutkan perseorangan, organisasi, atau penyelenggara pendidikan yang memberikan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi tanpa hak dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara dalam Pasal 68 ayat 1 disebutkan, setiap orang yang membantu memberikan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500 juta.

Sedangkan pada ayat 2 disebutkan, setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang diperoleh dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500 juta.

“Kami berharap aturan ditegakan. Pemalsu atau pengguna ijazah palsu tersebut bisa dihukum sesuai dengan  UU Sisdiknas itu. Jadi, bisa memberikan efek jera agar tidak terulang kembali ditahun-tahun mendatang,” kata rector berharap.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemprov  Jatim Dr. Harun mengaku prihatin dengan adanya oknum guru yang melakukan tindakan pemalsuan ijazah. Dia mengatakan, tidak sepatutnya guru memalsukan atau menggunakan ijazah palsu. Hal itu jelas melanggar aturan dan harus dijatuhi sanksi yang tegas.

“Pemalsuan ini merupakan tindakan menyimpang yang jauh dari tujuan sertifikasi. Kami pun mengimbau kepada guru agar menaati aturan dengan tidak berbuat curang. Apalagi ini dunia pendidikan, tidak boleh ada kecurangan seperti itu,” jelasnya. (ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s