Bupati Meluruskan Hari Jadi Blitar

Blitar (Sergap) –Peringatan Hari Jadi Blitar ke-689 tahun 2013 ini, agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Di Hari Jadi tahun ini Bupati Blitar H. Herry Noegroho meresmikan pemberian nama bagi Pendopo Kabupaten Blitar dengan nama Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro. Nama ini diambilkan dari nama Bupati Blitar pertama yang menjabat mulai tahun 1866 sampai dengan tahun 1901 Masehi.

Bupati Blitar menerima Panji Pusaka dari Sekdakab Palal Ali Santoso

Bupati Blitar menerima Panji Pusaka dari Sekdakab Palal Ali Santoso

Acara yang sekaligus merupakan puncak acara rangkaian Peringatan Hari Jadi Blitar ini dilaksanakan pada Senin, 5 Agustus 2013 bertempat di Pendopo Pemkab.  Kegiatan yang disaksikan dan dihadiri Wakil Bupati, Forumpimda, tokoh masyarakat dan ratusan warga dan pegawai dari berbagai SKPD di lingkup Pemkab Blitar, sekaligus pelurusan Sejarah Hari Jadi Kabupaten Blitar dan Hari Jadi Blitar yang berbeda.

Dalam sambutannya Bupati H. Herry Noegroho menjelaskan bahwa, setelah melalui penelusuran dan pengkajian terhadap berbagai bukti dan prasasti sejarah, maka jika sebelumnya tanggal 5 Agustus selalu diperingati sebagai Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Blitar, namun mulai tahun ini tanggal 5 Agustus akan diperingati sebagai Hari Jadi Blitar.

Menurut Bupati Blitar, Herry Noegroho, sesuai buku sejarah berdirinya Blitar, tanggal 5 Agustus merupakan hari berdirinya Blitar yang tahun 2013 ini akan memasuki usia ke 689. Sedangkan untuk pemerintahannya, baru didirikan pada tanggal 31 Desember tahun 1830, sehingga Pemkab Blitar mengembalikannya sesuai sejarah yang ada.

Lebih jauh Bupati mengungkapkan, mulai tahun ini Pemkab. Blitar akan melaksanakan 2 kali peringatan Hari Jadi, yakni Hari Jadi Blitar pada tanggal 5 Agustus yang akan ditandai dengan Upacara Budaya, dan Hari Jadi Pemkab Blitar pada tanggal 31 Desember yang akan ditandai dengan apel seluruh karyawan Pemkab Blitar.

“Lewat kesempatan ini saya Bupati Blitar H. Herry Noegroho juga mengumumkan nama Pendopo Kabupaten Blitar secara resmi bernama Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, sebagai penghormatan kepada Bupati Pertama Kabupaten Blitar”, kata Bupati disambut tepuk tangan hadirin.

Pelurusan sejarah dan pemberian nama Pendopo ini, bertujuan untuk memberikan indentitas bagi Kabupaten Blitar. Oleh sebab itu jangan sampai sejarah ini terjadi kekeliruan. Karena ini merupakan kebanggaan dari eksistensi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Blitar. Sementara untuk penamaan Pendopo ini, disebabkan memang Pendopo harus mempunyai nama, juga sebagai indentitas yang akan selalu diingat oleh masyarakat. “Sebelumnya tidak ada yang sempat berfikir untuk berkonsentrasi meluruskan sejarah ini. Bahkan hingga saat ini Pendopo Kabupaten Blitar yang belum memiliki nama” jelas bupati yang akrab dipanggil Kang Herry ini.

Menurut Kang Herry nama tersebut adalah sosok nama Bupati Pertama Kabupaten Blitar yang menjabat selama 35 tahun. Selain berdasar pada telaah dan pengkajian sejarah yang dilakukan oleh tim, serta fakta sejarah yang ada di Negeri Belanda tentang Hari Jadi Kabupaten Blitar, juga kesepakatan berbagai instansi, sejarawan, hingga sesepuh Kabupaten. “Semua fakta dan bukti sejarah ada disalah satu musium di Negeri Belanda. Ini memang sudah kesepakatan bersama, dan dinamai nama Bupati Pertama sebagai bentuk penghormatan kepada beliau,” tambahnya.

Ditegaskan oleh Kang Herry, sejak berdiri pada Zaman Majapahit, dari masa ke masa melewati berbagai perubahan terus terjadi. Dan dalam perjalanan itu berbagai prestasi telah berhasil diraih oleh Kabupaten Blitar, baik ditingkat Regional maupun di tingkat Nasional. “Ini patut disyukuri, karena Tuhan YME sudah memberikan anugerah yang luar biasa kepada Blitar dan Kabupaten Blitar khususnya”, katanya.

Melalui tema “Dengan semangat Hari Jadi Blitar ke-689, Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-68 Tahun 2013, Kita Tingkatkan Prestasi Kerja Dan Pelayanan Publik Menuju Masyarakat Yang Sejahtera, Religius, dan Berkeadilan, Bupati Blitar H. Herry Noegroho mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Blitar untuk terus berbenah, memupuk prestasi. Karena dari masa-kemasa Kabupaten Blitar selalu mengukir prestasi.

Di tahun 2012-2013 Kabupaten Blitar yang memiliki 22 Kecamatan ini telah meraih Adipura kategori kota kecil, Piala Tata Nugraha, Adiwyata, Juara Umum Nasional KB Kesehatan, dan Juara PKK Tingkat Nasional.

Ritual puncak peringatan hari jadi ini dimulai dengan Kirab Pataka (panji) dan Pustaka (kitab) Sejarah Kabupaten Blitar. Kirab dua pusaka ini dipimpin oleh Manggala Yudha (komandan pasukan) diikuti oleh pasukan pembawa Pataka serta foto para Bupati Kabupaten Blitar, diikuti oleh pasangan Raja dan Permaisuri.

Di belakangnya menyusul dua tumpeng yang dikawal oleh Bhayangkara dan Bhayangkari serta pager ayu dan pager bagus. Setelah tiba di Pendopo, satu-persatu kitab dan panji daerah diserahkan oleh Sekdakab Palal Ali Santoso, kepada Bupati Blitar H. Herry Noegroho, yang sebelumnya yang menerima dari kepala Disporbudpar, Suwandito.  Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan Tumpeng oleh Bupati yang diserahkan kepada Ketua DPRD Guntur Wahono, selaku Wakil Rakyat Kabupaten Blitar. (oke)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s