KPU Kota Kediri, Kami Anggap Sebagai Obat Kuat

Tim Pemenang SAS saat demo menuntut penghitungan ulang

Tim Pemenang SAS saat demo menuntut penghitungan ulang

Kediri (Sergap) – Sebagaimana ramai diberitakan di berbagai media massa, Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Samsul Ashar-Sunardi (SAS), menuding bahwa Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq tidak netral dan memihak salah satu calon.

Saat ditemui di kantornya, Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq membantah tuduhan tersebut. “Kami dalam melaksanakan atau tidak melaksanakan, mengungkapkan atau tidak mengungkapkan sesuatu, semua sudah kita dasari sesuai perintah. Semenjak kami dilantik sebagai anggota KPU, kami sudah berkeyakinan  dan kami lambari apapun yang kami lakukan atas nama Bangsa Indonesia, bukan untuk kepentingan golongan tertentu apalagi demi kepentingan perorangan”, kata Gus Rofiq, demikian ia akrab dipanggil, menjelaskan.

Agus Rofiq, Ketua KPU Kota Kediri

Agus Rofiq, Ketua KPU Kota Kediri

“Yang penting bukti riil di lapangan, kita tidak melakukan (sebagaimana yang dituduhkan, red) dan waktu yang akan menjawab, sebab mereka akan tahu kalau kami netral. Itu semua kami anggap sebagai obat kuat” tegasnya.

Sebelumnya, bertempat di Sekretariat Bersama SAS jalan Imam Bonjol Nomor 362 Tim Kemenangan SAS dan para kader SAS melakukan orasi mengkritik ketidaknetralan Ketua KPU Kota Kediri. Mereka akan melakukan gugatan sengkata pemilukada ke Mahkamah Konstitusi (MK).

”Yang jelas dengan adanya kecurangan-kecurangan di mulai dari tingkat TPS sampai perhitungan suara di PPS maupun di PPK, apapun kecurangan itu akan kami sertakan bukti-bukti ke MK. Kami menuntut perhitungan ulang atau Pilkada ulang. Hal ini juga kami sampaikan ke KPU baik KPU Kota, KPU Provinsi, termasuk Panwas dan Bawas”, kata Jaka Siswa Lelana Ketua Tim Pemenang yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kediri kepada Tabloid Sergap.

Tuntutan Tim Pemenangan SAS, selengkapnya adalah : 1). Panwas tidak netral, kita menuntut Ketua Panwasda Kota Kediri MUNDUR. 2). Menuntut Ketua KPU Kota Kediri untuk MUNDUR karena tidak netral, memihak pada salah satu calon. 3). Menuntut Kapolresta Kediri MUNDUR karena melebihi kewenangan pengamanan dengan mempolice line di PPS-PPS. 4). Menuntut perhitungan ulang seluruh kotak suara yang ada / pilkada  diulang.

Ditandatangani di Kediri pada 2 September 2013 oleh Edi GD, Pri Wahono, Samsudin, Ali Fauzi, Panggih Widodo, Dani Ragata. (dick/tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s