Kemenangan Tipis Warnai Pilwali Kediri, KPU Jatim Bongkar Kotak Suara

pilwali kediri buka police line

Pintu Kelurahan Dandangan saat dipolice line. Kapolresta Kediri membuka police line dan masuk ruangan diikuti Ketua KPU Jawa Timur dan KPU Kota Kediri

Kediri (Sergap) – Kemenangan sangat tipis Pasangan Calon (paslon) Mas Abu-Ning atas paslon Samsul-Sunardi membuat Tim Pemenangan Abu-Ning cenderung lebih sensitif dalam memantau tahapan demi tahapan dalam proses Pemilihan Walikota (Pilwali) Kediri.

Hal ini terjadi di Kelurahan Dandangan Kecamatan Kota Kediri, di mana kotak suara dibuka satu per satu sebagai KPU Kota Kediri dipimpin langsung oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Andre Dewanto Ahmad, dikarenakan adanya laporan penghitungan suara di luar jadwal yang ada.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofik, mengatakan bahwa rapat rekapitulasi suara dimulai 30 Agustus 2013. Namun di Kelurahan Dandangan Panitia Pemungutan Suara (PPS)nya sudah menghitung suara pada tanggal 29 Agustus 2013.

Kuncoro, Anggota PPS Kelurahan mengatakan, rekapitulasi (penghitungan) suara saat itu sudah disetujui oleh semua saksi paslon yang hadir. “Untuk menghemat tenaga dan biaya, langsung dilakukan penghitungan suara dari TPS-TPS yang selesainya lebih awal. Dan semua saksi yang hadir sudah setuju”, kata Kuncoro saat ditemui Tabloid Sergap di Kelurahan Jumat malam (30/08/2013).

Ditambahkan oleh Kuncoro bahwa ia dan teman-temannya tidak tahu secara pasti bahwa penghitungan suara dijadwalkan pada tanggal 30 Agustus 2013. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada sosialisasi tentang hal itu.

Penghitungan suara malam itu, diketahui oleh salah seorang anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) yang kebetulan datang ke kantor Kelurahan Dandangan untuk mengantarkan sebuah surat.

Mengetahui hal ini, anggota PPK tersebut memperingatkan dan meminta agar penghitungan suara dihentikan, karena sudah menyalahi jadwal. Seharusnya rekapitulasi baru dilakukan esok harinya.

pilwali kediri 85 bongkar kotak suara

Ketua KPU Jawa Timur Andre Dewanto Ahmad (paling kanan) memimpin “pembongkaran kotak suara”. Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq (berkopiah putih) memeriksa kotak suara.

Kabar ini dengan cepat berkembang sehingga menyebabkan Tim Pemenangan Mas Abu-Ning Lik mengajukan protes ke Panwaslu. Dan ternyata kejadian serupa juga terjadi paling tidak di Kelurahan Pesantren, Bawang, Tosaren, Burengan dan Ngampel.

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, Polresta Kediri segera melakukan penyegelan di kelurahan-kelurahan tersebut dengan cara memberi police line.

Menanggapi hal ini, Masrukin Komisioner KPU Kota Kediri enggan memberikan tanggapannya. “Nggak, nggak….”, katanya sambil bergerak menjauh.

Baru kemudian pada pukul 21.00 WIB rombongan KPU, Kapolresta, Dandim datang ke Kantor Kelurahan Dandangan datang untuk memeriksa kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan.

Kapolresta Kediri AKBP Ratno Kuncoro membuka police line, kemudian para komisioner KPU masuk ke dalam, termasuk Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Andre Dewanto Ahmad, yang kemudian memimpin langsung pembukaan dan pemeriksaan kotak suara yang disaksikan oleh para saksi TPS dan PPS.

Kantor Kelurahan Dandangan malam itu tampak ramai. Puluhan anggota Brimob Polda Jatim tempak menjaga di pintu gerbang. Ketika berita ini ditulis, pemeriksaan kotak suara sudah hampir selesai dan tampaknya tidak ada kesalahan sebagaimana dikhawatiran.

Sebagaimana diketahui Lingkaran Survey Indonesia (LSI) telah merilis hasil quick count Pilwali Kediri, di Grand Surya Hotel pada Kamis (29/08/2013) dengan kemenangan sangat-sangat tipis untuk paslon Mas Abu-Ning, sebagai berikut : Nomor Urut 1 : Arifudinsyah-Sudjatmiko (AJI) : 0,64 %; Nomor urut 2 : Bambang Harianto-Hartono (BaHar) 8,88 %; Nomor Urut 2 : Imam Subawi-Suparlan (MaPan) 0,93 %; Nomor Urut 4 : Samsul-Sunardi (SAS) 43.72 %; Nomor Urut 5 : Kasiadi-Budi Raharjo (KasiIbu) 0,91 %; Nomor Urut 6 : Mas Abu-Ning Lik 43.89 %; Nomor Urut 7 : Harry Muller-Ali Imron (HAI) 1,04 %

LSI juga menyampaikan statmen, bisa dikatakan Quick Count Pilwali Kediri ini hasilnya seri. “Secara ilmiah di bawah margin error 1 persen,” ujar Imam Fauzi Surahmad, selaku juru bicara area riset LSI Jawa Timur. “Karena selisihnya dibawah margin error, data quick count hasil Pilwali Kediri sangat bisa berubah. Oleh karena itu, LSI berharap, hasil akhir tetap menunggu perhitungan manual dari Komisi Pemilihan Umum”, kata Imam menjelaskan.

Sesuai dengan statemen LSI tersebut, wajar sekali jika kubu Mas Abu-Ning Lik menjadi sangat konsentrasi dalam menjaga proses dalam tahapan-tahapan penghitungan suara. Karena kesalahan sedikit saja, bisa menyebabkan perubahan pihak yang memenangkan Pilwali Kota Kediri tahun 2013 ini. Mengingat sebagaimana statement LSI selisih suara yang menentukan kemenangan itu hanya 3-4 suara saja. (Tkr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s