Jokowi Blusukan ke Berapa Daerah di Jawa Timur

Jatim (Sergap) – Joko Widodo atau Jokowi, tampaknya masih sangat mempesona di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, meskipun dirinya sudah menjadi Gubernur dan hijrah ke DKI Jakarta.

Hal inilah yang menjadikan PDI Perjuangan yang kembali mengerahkan Jokowi untuk membantu memenangkan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Bambang Dwi Hartono dan Said Abdullah (Bambang-Said). Jokowi menjadi juru kampanye Bambang-Said di Ngawi, Magetan, Ponorogo, Situbondo, Bondowoso dan Surabaya.

Selain Jokowi PDI Perjuangan juga mengerahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka. Ganjar akan membantu pemenangan Bambang-Said dengan cara bertatap muka dengan warga Jombang, dan dilanjutkan dengan kampanye akbar di Kabupaten Nganjuk. Sementara, Rieke akan menggelar Lokasi pertama yang ditujunya adalah Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Setelah dari Ngawi, Jokowi mendampingi Bambang DH menemui kader dan simpatisan PDIP serta masyarakat Kabupaten Magetan. Di sana, Bambang DH dan Jokowi di Magetan juga melakukan pertemuan dengan Asosiasi Kepala Desa Se-Magetan. Setelah itu Jokowi akan berkampanye di Ponorogo.

Jokowi yang selalu dikerubuti warga

Jokowi yang selalu dikerubuti warga

Jokowi berkampanye dengan blusukan ke pasar besar Kabupaten Ngawi untuk mengenalkan calon Gubenur yang di usung PDIP Bambang Dwi Hartono. Jokowi mengenalkan ‘jempol’ dan meminta agar Bambang di pilih dan di beri kesempatan untuk memimpin Jawa Timur. “Pilih jempol bu nggeh,” kata Jokowi dengan bahasa Jawa, di Ngawi, Minggu 18 Agustus 2013.

Dalam blusukannya Jokowi di dampingi Bupati Ngawi Kanang Dwi Sulitioyono dan juga puluhan kader dan pengurus PDIP Kabupaten Ngawi. Kedatangan Jokowi disambut meriah oleh ratusan pedagang besar Ngawi. Pedagang mengaku sangat senang sekali Jokowi bisa blusukan ke pasar Ngawi. “Alhamdulillah pak Jokowi datang ke sini,” kata salah satu pedagang buah di pasar besar Ngawi, Sariti. Pedagang juga antusias mengangkat jempol saat Jokowi mengenalkan Bambang DH sebagai Calon Gubenur Jawa Timur.

Kedatangan Jokowi dan Bambang DH di Kabupaten Magetan disambut Bupati Sumantri dan Wakil Bupati Samsi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan. Diantar Wakil Bupati Samsi, Bambang DH dan Jokowi menemui para pedagang sayur di Jalan Kunti, Magetan. Di pasar yang tidak pernah sepi pengunjung itu, Jokowi tidak henti-hentinya mengenalkan Bambang DH. ‘Pun supe nggih, nyoblos gambar jempole. Niki calone, Pak Bambang DH,’’ pinta Jokowi senyum khasnya.

Puas di Magetan, Jokowi dan Bambang DH langsung menuju Kota Roeg Ponorogo. Begitu sampai mereka didaulat memakai pakaian Warok Ponorogo. Keduanya tampil dalam kampanye rapat umum di Lapangan Babadan yang dihadiri ribuan orang. ‘’Kalau ingin perubahan di Jawa Timur, pilih Bambang dan Said nomor 3,’’ ajak Jokowi.

Di Pasar Songgolangit, Ponorogo,  Bambang DH dan Jokowi membius warga Ponorogo. Pasar menjadi penuh sesak. Jokowi sempat berbelanja, sedang Bambang DH melayani warga yang ingin berfoto dan bersalaman. ‘’Mudah-mudahan Pak Bambang DH menjadi gubernur, seperti Pak Jokowi,’’ doa seorang ibu.

Selanjutnya, Jokowi mengkampanyekan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Bambang DH – Said Abdullah dalam kampanye akbar di lapangan Desa Kapongan, Situbondo, Sabtu (24/08/2013).

Kedatangan pria yang akrab dengan panggilan Jokowi mendapat sambutan positif dari kalangan simpatisan massa PDIP Situbondo. Jokowi datang bersama Said Abdullah tidak menggunakan mobil ke lapangan kampanye, melainkan menggunakan becak gowes. Sambil melambaikan tangannya, Jokowi bersama Cawagub Said Abdullah juga terlihat menunjukkan jempolnya sebagai simbol kampanyenya.

Selain itu kedatangan Mantan Walikota Solo dan Said Abdullah disambut artis penyanyi lokal Situbondo dan Bondowoso saat masa kampanye terakhirnya tersebut.

Dalam orasi politiknya, Said Abdullah menyatakan, dirinya sengaja membawa Jokowi dalam kampenyenya , karena akan dijadikan guru kita semua. “Banyak hal yang sudah kami dapat dari pak Jokowi,dan saya mengingatkan sebentar lagi pada tanggal 29 Agustus ada pemilihan Gubernur Jatim,” ujar Said Abdullah.

Sementara itu Jokowi dalam orasinya di hadapan massa simpatisan PDIP mengatakan, pada saat dirinya dicalonkan sebagai calon Gubernur di DKI, dirinya mengaku sama sekali tidak memiliki uang untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur.

Menurutnya, untuk menjadi seorang pemimpin, seharusnya tidak memberikan uang. Melainkan memberikan program yang baik. “Paling diberi uang hanya Rp 50 ribu. Uang itu kalau dihitung lima tahun, sehari paling diberi uang tiga rupiah. Tapi kalau program lima tahun akan dirasakan manfaatnya,” kata pria kelahiran Solo ini.

Pemimpin harus dekat dengan rakyat, dan rakyat diajak untuk berbicara agar bisa merakyat. “Saya jamin pasangan Bambang dan Said akan memperhatikan rakyat. Salah satunya programnya akan memberikan anggaran Rp 500 juta untuk setiap Desa, agar dana itu bisa dirasakan rakyat,” tegas Jokowi. (tim)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s