Waspadalah, Jalur Rawan di Tuban-Bojonegoro-Lamongan

Jalur rawan di Pantura

Jalur rawan di Pantura

Bojonegoro – Para pemudik harus mewaspadai Jalur Pantai Utara (Pantura) dan Jalur Tengah Tuban-Bujonegoro-Lamongan, Jawa Timur. Di sejumlah jalur, kerap terjadi macet, rawan kecelakaan, dan juga tindak kriminalitas.

Di Bojonegoro terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas, yaitu kilometer 9 di Kecamatan Kapas, kilometer 13, dan kilometer 14 di Desa Balen, Kecamatan Balen. Di jalur yang menghubungkan antara Bojonegoro-Babat, Lamongan, dikenal padat lalu lintas serta jalan sempit dan lurus. “Pemudik mesti hati-hati,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Ajun Komisaris Polisi Oscar Samsudin, Sabtu (13/07/2013).

Selain jalur rawan kecelakaan, ada juga tiga rawan macet, yaitu Pasar Boureno, Pasar Sumberejo, dan Pasar Kalitidu. Jika pagi hingga siang, terjadi pasar tumpah yang aktivitasnya memakan setangah badan jalan.

Di jalur Pantura Kabupaten Tuban juga perlu diwaspadai, karena rawan lalu lintas dan tindak kriminalitas. Tiga titik rawan tersebut semuanya berada di jalur Pantura dan penghubung jalur antarkabupaten. Pertama, Alas Jati Peteng yang berlokasi di Kecamatan Jenu sekitar 17 kilometer arah barat Kota Tuban. Di jalur padat lalu lintas ini kerap terjadi tindak kriminalitas. Di sisi kiri-kanan badan jalan terdapat hutan jati yang kerap terjadi tindak kriminal, seperti “bajing loncat”.

Kedua, di jalur perbatasan antara Bancar, Tuban dengan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Jalur padat lalu lintas tapi lebar jalan yang terbatas, sekitar 10 meter, mengakibatkan kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Ada lagi, jalur rawan lalu lintas, terutama di Pos Jaga Temangkar, Kecamatan Widang. Meski relatif lebar, tapi jalannya lurus dan pemakai kendaraan kerap melaju dengan kecepatan tinggi.

Di Lamongan, polisi juga mengaktifkan razia malam hari selama bulan Ramadan di jalur Pantura. Razia malam hari juga digelar di jalur antar kecamatan yang dikoordinir 27 Kantor Kepolisian Sektor di seluruh Lamongan.

Ketiga, jalur Pantura Lamongan, yaitu mulai dari sepanjang jalan antara Kecamatan Palang, Tuban, yang berbatasan dengan Kampung Lohgung, juga di daerah Sedayu Lawas, Kecamatan, Brondong. Kemudian jalur sepi berlokasi di antara Kecamatan Brondong hingga ke Kecamatan Paciran. Pada malam hari, sejumlah titik di jalan peninggalan Gubernur Jenderal Daendles di jaman Pemerintah Hindia Belanda itu, memang sepi. (sule)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s