Dua Kelompok Pendukung Calon Gubenur, Demo KPU Jatim

Kiri : Kelompok massa perempuan pendukung Khofifah. Kanan : Ormas Pemuda Pancasila

Kiri : Kelompok massa perempuan pendukung Khofifah. Kanan : Ormas Pemuda Pancasila

Surabaya (Sergap)Sehari menjelang Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Timur (KPUD Jatim) menggelar rapat plemo  untuk menetapkan pasangan cagub-cawagub Jatim, dua kelompok massa juga menggelar demo mendukung calon masing-masing.

Kedua kelompok massa tersebut adalah massa Ormas Pemuda Pancasila (PP), sementara satunya massa perempuan pendukung Khofifah Indar Parawansah. Keduanya membawa isu yang bertolak belakang. Perempuan pendukung Khofifah mendesak KPU untuk segera mengesahkan pasangan Khofifah-Herman sebagai pasangan cagub-cawagub, sementara massa Pemuda Pancasila mendesak KPU untuk mencoret pasangan yang tidak memenuhi syarat dukungan partai.

Kedua kelompok massa tersebut dipisahkan oleh satu peleton polisi yang memang sudah disiagakan untuk menjaga kantor KPUD Jatim di jalan Trenggilis Surabaya, sejak makin memanasnya situasi dikarenakan pencalonan Khofifah-Herman yang masih kontroversial.

Meski tidak berhadap-hadapan secara langsung, namun kedua orator massa terdengar saling sindir. Namun orasi saling sindir itu tidak berlangsung lama, saat kumandang adzan maghrib terdengar, kedua massa sama-sama menghentikan aktifitas, dan mengantap takjil yang sudah mereka bawa sebelumnya.

Sebagaimana direncanakan, KPUD Jatim akan menggelar rapat pleno dengan agenda penetapan Calon Guberur dan Wakil Gubenur Jawa Timur dalam Pemilukada 2013, pada hari Minggu (14/7/2013). Rapat pleno tersebut diperkirakan akan berlangsung alot, menyusul terjadinya dualisme dukungan dua partai non parlemen yakni PPNUI dan PK. Selain memberikan dukungan kepada pasangan Khofifah-Herman, kedua partai itu juga memberikan dukungan kepada pasangan incumbent, Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Gus Sholah

Gus Sholah

Sementara itu, tokoh ulama Jawa Timur,  KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) menilai proses tahapan Pilgub Jatim berbelit dan penuh nuansa intervensi politik untuk menggagalkan pencalonan pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja.

Intervensi itu, kata ulama adik kandung Gus Dur ini, masuk melalui polemik dukungan ganda partai nonparlemen, yakni Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK). “Waktu penetapan pasangan calon sengaja diulur dengan melempar masalah polemik dukungan ini ke KPU Pusat,” kata adik kandung Gus Dur ini, Kamis (11/7/2013).

Gus Sholah tidak menyebut siapa pihak yang sengaja melakukan intervensi politik tersebut. “Yang jelas, ada pihak yang tidak senang melihat kekompakan tim Khofifah-Herman serta partai PKB di daerah untuk memenangkan pasangan cagub-cawagub Khofifah-Herman,” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini meminta kepada elemen masyarakat pencinta demokrasi di Jatim, untuk bersama-sama memantau proses pemilihan gubernur Jawa Timur ini, demi tegaknya demokrasi dalam suksesi pemilihan kepala dan wakil kepala daerah. Dia juga minta KPU Jatim berani berbuat jujur dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan. “Saya khawatir akan terjadi gejolak di akar rumput jika sampai KPU memutuskan secara sewenang-wenang,” terangnya.

Pleno komisioner KPU Jatim dalam menentukan pasangan cagub-cawagub Jatim sudah dimulai sejak 8 Juli lalu, hingga 14 Juli nanti. KPU Jatim juga sempat berkonsultasi kepada KPU Pusat. Namun, akhirnya kebijakan dikembalikan ke KPU Jatim. (ang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s