Pemprov Jatim Bebaskan Denda Pajak Ranmor Hingga 17 September 2013

DR. Rasiyo, Sekdaprov Jawa Timur

DR. Rasiyo, Sekdaprov Jawa Timur

Surabaya (Sergap) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) optimis akan dapat meningkatkan pajak kendaraan bermotor (ranmor) tahun ini. Pertumbuhan kepemilikan ranmor dinilai cukup signifikan, mencapai 3 juta unit kendaraan per tahun, harus dimbangi dengan perkembangan ruas jalan serta infrastruktur.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Rasiyo mengatakan, jumlah roda dua sebanyak 10 juta kendaraan, sedangkan untuk roda empat mencapai 3 juta. Dari Rp. 15,4 triliun pendapatan daerah dari sektor pajak, 50% berasal dari pajak ranmor yaitu sebesar Rp 7,8 triliun.

“Untuk itulah, Pemprov Jatim sangat mengharapkan adanya kenaikan pendapatan yang berasal dari pajak, sehingga infrastruktur utamanya jalan dapat diperbaiki dan dikembangkan demi kenyamanan pemakai jalan,” kata Rasiyo, Jumat (14/6/2013).

Pemprov Jatim juga telah membangun kantor baru untuk Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) untuk meningkatkan mutu pelayanan pajak ranmor di Bojonegoro, Tulungagung, Ponorogo, Bangkalan dan Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep, bekerja sama dengan Polda Jatim dan Jasa Raharja.

Ditambahkan oleh Rasiyo, pendapatan dari pajak sangat menentukan pelaksanaan program pembangunan yang bersifatmeningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dia berharap, dengan adanya tambahan kantor tersebut, pelayanan pajak menjadi semakin terkendali karena dinilai mudah, cepat dan akurat. “Pelayanan terhadap publik memang harus diimbangi dengan inovasi, sehingga pendapatannya terus mengikuti,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendapatan Jatim Bobby Sumarsono menambahkan, Samsat juga mempunyai pelayanan unggulan lainnya yaitu payment point atau pelayanan keliling. Dengan hanya membawa KTP dan STNK asli tanpa membawa BPKB, masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak atau pengesahan STNK.

Bahkan bagi warga yang masih menunggak pembayaran pajak, selama tiga bulan ke depan terhitung 7 Juni hingga 17 September 2013, bebas dari denda pajak ranmor. Selain itu, bagi kendaraan bermotor yang dari luar daerah tapi beroperasi di wilayah Jatim akan diberikan insentif 50% bila ingin dimutasi.  “Kami harap itu dapat memberi kemudahan bagi masyarakat dalam melunasi tungkakan,” ujar Bobby.

Hingga Mei 2013 tercatat ada 12.086.156 ranmor di Jatim. Dari jumlah itu 11.858.757 adalah kendaraan pribadi dan 144.390 kendaraan umum. Sedangkan yang berplat merah sebanyak 83.009 unit. Roda dua masih tertinggi yaitu sebanyak 10.672.678 unit. Dan 5% di anataranya masih menunggak pembayaran pajaknya. (ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s