Ketegangan Warnai Pemakaman Bomber Mapolres Poso

Suasana pemakaman pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso

Suasana pemakaman pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso

Lamongan (Sergap) – Pemakaman Zainul Arifin (34th), pelaku peledakan bom bunuh diri Mapolres Poso, Sulawesi Tengah diwarnai dengan kedatangan sekelompok orang berjenggot dan bercelana di atas mata kaki. Mereka mengenakan baju koko dan sebagian mengenakan rompi.

Mereka datang di  Lingkungan Semangu, Kelurahan Blimbing,  Kecamatan Paciran, Selasa (25/6/2013) menumpang dua kendaraan roda empat berpelat nomor Semarang (H) dan langsung memasang benner berukuran 2,5 x 1, 5  meter dengan menutup papan nama perguruan Muhammadiyah.

Pemasangan benner bergambar dua senjata jenis AK-4 yang bertuliskan huruf Arab kalimat tauhid dan ucapan Selamat Datang Mujahid Poso ini, ditentang oleh sebagian keluarga Zainul Arifin. Namun orang-orang berjenggot itu dengan muka garang, memaksakan untuk memasangan benner itu walau sempat ribut dengan keluarga almarhum Zainal Arifin.

Ada tiga benner yang dipasang, dua di antaranya bertuliskan, “Selamat datang jihad Poso”, “Mati satu tumbuh seribu” dan “Kami semua akan segera menyusulmu”.

”Sebenarnya keluarga tidak menginginkan itu , karena akan memanaskan suasana,”, kata Sis, yang mengaku sebagai adik Zainul Arifin kepada wartawan.

Massa dengan ciri khasnya ini juga seakan menunjukkan dirinya sebagai kelompok yang seolah paling bertanggungjawab dalam semua urusan menyambut kedatangan hingga proses pemakaman. Massa relawan ini kemudian lalu lalang di Jl Pendidikan, tempat kediaman Zainul Arifin.

Beberapa orang diantaranya dengan muka garang, menyisir keberadaan awak media massa dan menyruh wartawan keluar dari Jl Pendidikan. Mereka selanjutnya membentuk barisan yang saling bergandengan tangan memblokir pintu masuk Jl Pendidik yang berjarak dengan rumah duka sekitar 75 meter dengan terus meneriakkan kalimat tauhid dan takbir.

Mereka seolah tidak perduli dengan warga yang hendak masuk Jl Pendidikan, termasuk para awak media massa yang hendak masuk meliput. Salah seorang dari mereka berulang-ulang menginstruksikan tidak ada orang lain, kecuali mereka yang sudah ditunjuk untuk mengangkat dan mengusung jenazah dalam peti. ”Termasuk para wartawan nanti juga tidak boleh masuk,” kata orang berjenggot itu .

Pukul  10. 30 WIB, mobil ambulan yang mengangkut jenazah Zainul Arifin muncul dari arah barat. Kalimat takbir dan tauhid terdengar bertambah keras. Peti jenazah Zainul diturunkan dari ambulan dan langsung diusung oleh mereka ke rumah duka.

Sempat terjadi keributan antara massa berjenggot dengan warga yang melayat. Relawan menghadang dan mendorong semua orang yang ingin masuk ke Jl Pendidikan. Dan warga memilih mengalah setelah melihat kegarangan massa yang konon datang dari Semarang, Madura, Pekalongan, Bandung itu.

Setelah disemayamkan sekitar satu jam, jenazah lalu disolatkan di Masjid Darussalam dan orang yang dianggap tidak berkepentingan dilarang mendekat oleh massa berciri khusus itu. Saat jenazah diangkat dari peti dan dimasukkan ke liang lahat satu diantara mereka mengomando dengan lafal takbir. Setelah usai pemakaman, mereka membakar peti jenazah, tidak jauh dari situ.

Suasana tegang dalam pemakaman pelaku bom Mapolres Poso ini tak diduga sama sekali oleh warga sekitarnya. Toha Mansur, Kepala Kelurahan Blimbing mengaku tidak tahu menahu, perihal pemakaman tersebut. “Yang pasti tiap kampung ada kumpulan kematian yang bertugas mulai mengurusi masalah merawat jenasah. Namun dalam kasus ini saya tidak tahu,” terangnya. Kepala Kelurahan ini juga tidak bisa memastikan dari kelompok siapa yang mengatur pemakaman tersebut, yang pasti pihak kelurahan telah memberi ijin untuk menerima korban dimakamkan di pemakaman setempat.

Sekitar 100 orang personil polisi berseragam maupun tidak, telah dikerahkan guna mengamankan pemakaman bomber Mapolsek Poso tersebut.  Wakapolres Lamongan Kompol Yudistira yang berada di sekitar lokasi pemakaman mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemantaun. “Kita selaku Polri sudah menyerahkan pada keluarga di Jakarta namun karena mereka meminta pengamanan ya kita bantu dari jauh,” ujarnya. (sule/ang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s