Adipura Lagi Untuk Kota Wlingi Kabupaten Blitar

 Piala Adipura Kencana 2013 tampak sedang dibanggakan oleh Bupati Herry Noegroho dan Wabup Rijanto


Piala Adipura Kencana 2013 tampak sedang dibanggakan oleh Bupati Herry Noegroho dan Wabup Rijanto

Blitar (Sergap) – Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kembali merasa lega dan bangga karena kerja keras selama ini tidak sia–sia. Hasilnya Kabupaten Blitar sukses kembali membawa Piala Adipura untuk ke–10 kalinya, untuk Kota Wlingi sebagai Kota Kecil terbersih tahun 2013. Penghargaan ini berdasar Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI No.192 tahun 2013 tentang Penghargaan Adipura.

Piala diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yodoyono pada tanggal 10 Juni 2013 di Istana Negara, bersama sekitar 142 Kota lain seluruh Indonesia dari berbagai kategori, baik kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil.

Bupati Blitar H. Herry Noegroho mengatakan bahwa penghargaan ini adalah support untuk lebih membangun dan berbenah. Kabupaten Blitar yang memiliki 22 Kecamatan ini juga pernah meraih penghargaan lain di antaranya dibidang Penataan Transportasi, Ketahanan Pangan dan lain – lain.

“Harapan ke depan Kabupaten Blitar dapat memboyong Adipura Kencana”, kata bupati bersemangat. Selanjutnya Kang Herry -sapaan akrab Bupati Blitar- menambahkan bahwa berbagai prestasi ini harus menjadi penyemangat kecamatan – kecamatan yang lain untuk segera berbenah, memperbaiki kualitas pelayanan dan fasilitas untuk masyarakat. Sehingga mampu mengikuti jejak Kecamatan Wlingi yang rutin meraih penghargaan tingkat nasional ini. “Ini dapat menjadi semangat dan motivasi bagi kecamatan yang lain untuk mampu meraih prestasi yang sama, kita berharap Kota Wlingi nantinya mampu meraih Adipura Kencana”, kata Kang Herry berpesan.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar , Ir. M. Krisna Triatmanto, M.Si mengatakan bahwa Kota Wlingi mendapat Adipura sebelum Reformasi 4 kali (1992–1993, 1993–1994, 1994 –1995 dan, 1995–1996) dan setelah Reformasi selama 6 kali (2006–2007, 2007–2008, 2008– 2009, 2009–2010, 2011–2012 dan 2012–2013).

Dengan keberhasilan Kota Wlingi mendapatkan Adipura setiap tahun, maka kebersihan dan keasrian lingkungan perkotaan akan dikembangkan ke setiap ibukota kecamatan, melalui Gerakan Memasyarakatkan Adipura (GEMA ADIPURA) dan Lomba Kebersihan dan Keasrian Ibukota Kecamatan, yang telah dilakukan sejak tahun 2008 dengan kriteria penilaian baik fisik maupun non fisik.

Membagi kiat tentang sukses meraih Adipura, M Krisna Triatmanto menjelaskan kuncinya adalah menggerakkan seluruh warga yang dikoordinasikan melalui Satgas Bangun Praja Wibawa Kota Wlingi, yang terdiri dari unsur–unsur warga masyarakat yang peduli atas kebersihan dan keasrian Kota Wlingi.

Juga dilakukan perbaikan terus menerus fasilitas umum, yang berinovasi dalam pengelolaan lingkungan dengan membangun instalasi Pengelolaan Sampah Plastik menjadi BBM di TPA Tegalasri. Serta Bank Sampah di lingkungan perumahan di Kota Wlingi. Sampai saat ini sudah ada 5 Bank Sampah sebagai bentuk Pengelolaan Sampah Mandiri.

“Partisipasi masyarakat sangat besar dalam meraih penghargaan Adipura, mereka telah sadar memilah sampah sejak dari rumah tangga, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Selain itu setiap lingkungan Permukiman telah mengembangkan kawasan hijau, di mana setiap rumah memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman organik/sayuran dalam polybag serta menambah penanaman tanaman hias dalam pot–pot”, jelas Krisna.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Krisna bahwa untuk menuju Adipura Kencana, Pemkab Blitar akan membangun instalasi 3R di Lingkungan Majegan Kelurahan Wlingi, Lingkungan Kromasan Kelurahan Beru.

Juga terus menyempurnakan ruang terbuka hijau (RTH) Kota Wlingi sebagai paru-paru kota dan pusat kegiatan masyarakat yang rekreatif, dengan menambah sarana prasarana permainan anak, jogging track, air mancur, lapangan senam, taman keanekaragaman hayati, rumah kompos yang dapat dijadikan sarana pembelajaran lingkungan.

Untuk diketahui bahwa Program Adipura merupakan Program Kementrian Linkungan Hidup yang dilaksanakan oleh Deputi Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah. Inti Pelaksanaan Program Adipura adalah Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Lingkungan Perkotaan, berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana daerah telah mencapai Tata Kepemerintahan yang baik dalam Pengelolaan Lingkungan Perkotaan. Dan salah alah satu sasaran program Adipura adalah menciptakan kota yang cerdas, manusiawi dan ekologis. (oke-adv)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s