BOS Belum Cair, Kepala Sekolah Terpaksa Ngutang

BOSPamekasan/Probolinggo (Sergap) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan Pertama (Januari-Maret 2013) untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Madura belum jelas kapan cairnya.

Padahal dana itu sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah. Akibatnya, sejumlah sekolah terpaksa mencari utangan untuk membiaya kebutuhan operasional sekolah, termasuk untuk honor guru swasta.

Abdul Hamid, salah satu pengelola MI sekaligus MTs di Kecamatan Kadur, Pamekasan mengaku sudah memiliki utang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Dana itu digunakan untuk membayar honor guru selama tiga bulan, serta kebutuhan operasional lainnya seperti pembelian alat tulis kantor (ATK).

Menurut Hamid, pihaknya sudah beberapa kali mencari tahu tentang pencairan dana itu ke kantor Kementerian Agama setempat, tetapi belum ada kepastian hingga kini. “Kami secara kelembagaan sudah berkali-kali menanyakan ke Kemenag Pamekasan, tapi tidak ada jawaban pasti. Katanya menyangkut kebijakan pusat,” katanya Kamis (23/5/2013).

Hal yang sama juga terjadi di Probolinggo. Komisi A DPRD Kota Probolinggo menyarankan agar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang belum mendapatkan dana BOS tahun 2013 agar mengutang ke bank, agar kegiatan sekolah tetap berlanjut.

Saran tersebut disampaikan Ketua Komisi A As’ad Anshari saat dengar pendapat dengan Kementerian Agama di ruang Komisi A DPRD Probolinggo, Selasa (21/5/2013). Komisi A menemukan sedikitnya 26 MI dan 16 MTs belum mendapatkan dana BOS sepanjang tahun ini. Tak hanya itu, tunjangan profesi pendidik (TPP) sebagian besar juga belum cair.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut terungkap, selama ini, lembaga pendidikan tersebut terus melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan berutang ke sejumlah pihak. Bahkan, tak sedikit kepala sekolah yang menalangi biaya operasional sambil menunggu dana BOS cair.

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Didik Heryadi mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kanwil Kemenag Jatim dan Kemenag Pusat perihal informasi dana BOS tersebut. Namun, sampai kini, pihaknya belum mendapatkan informasi yang valid. Sambil menunggu informasi itu, para kepala sekolah tak tinggal diam. Mereka terpaksa menalangi BOS dengan mengutang.

Menjawab pertanyaan tentang sebab belum cairnya dana BOS dan TPP, Didik menyatakan tidak tahu. “Saya tidak tahu, itu kewenangan pusat,” jelas Didik. (ms)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s