Waspadalah, Premanisme Ala Adira Finance

Car Key with Leasing Tag on WhiteSurabaya (Sergap) – Satu lagi  kasus tentang debt collector yang bergaya preman terjadi. Kali ini dilakukan oleh perusahaan PT. Adira Finace. Kejadian bermula, ketika pada hari Jumat tanggal 26 April 2013 sekitar jam 18.00 WIB, di jl. Raya Candi Sidoarjo, ketika secara mendadak mobil Toyota Innova Nopol L 48 EL yang dikendarai oleh Haji Umar dihentikan secara paksa dengan cara dipotong kompas oleh sebuah mobil yang berisikan lima orang.

Mereka memaksa turun Haji Umar dan isterinya dan saat ditanya mereka mengaku sebagai jurusita dari PT Adira Finance yang ditugasi untuk mengambil mobil Innova tersebut. Karena tidak percaya, Haji Umar meminta kepada debt collector ini untuk ke kantor polisi terdekat dengan maksud mencari penyelesaian secara baik-baik, jika benar mereka adalah kolektor dari PT Adira Finance.

Namun usulan Haji Umar tak digubris, mereka mengarahkan mobil ke kantor PT Adira Finance terdekat. Haji Umar dengan terpaksa, karena tak bisa berbuat lain, akhirnya mengiyakan dan mengikuti para debt collector itu.

Namun ternyata kantor PT Adira Finance sudah tutup, mereka diarahkan ke gudang penyimpan dan mobil Innova itupun dibawa secara paksa. Sedangkan Haji Umar beserta istri  ditinggalkan begitu saja di kantor PT Adira Finance Sidoarjo, dan para kolektor pergi begitu saja, sementara mobil dibawa secara paksa.

Hanya terlambat 25 hari

Keesokan harinya, Nik Aimur Rohman pemilik mobil Toyota Innova Nopol L 48 EL, mendatangi kantor PT Adira Finance di jalan Kayoon Surabaya untuk meminta penjelasan perihal perampasan mobil yang dilakukan oleh para jurusitanya.

Rohman juga minta untuk dicek pembayaran angsurannya yang ternyata ternyata hanya telat 25 hari. Bukan hanya itu, sehari kemudian PT Adira Finance juga mengeluarkan Surat Keterangan Lelang terhadap mobil Toyota Innova Nopol L 48 EL atas nama Nik Amur Rohman tersebut.

Kepada Tabloid Sergap, dengan nada kesal dan marah Rohman mengatakan bahwa dirinya sebagai konsumen, belum mendapatkan solusi yang sepantasnya dari PT Adira Finance. Sebagai konsumen Rohman melihat bahwa PT Adira Finance tidak bisa melayani konsumennya dengan etika.

“Saya hanya terlambat 25 hari, mobil dirampas di tengah jalan, Abah saya ditinggalkan begitu saja. Adira tidak melayani memberikan solusi secara etis namun premanisme yang ditonjolkan dan tiba-tiba dengan seenaknya sendiri mobil saya akan dilelang”, kata Rohman.

Merasa diperlakukan tidak pantas, sore harinya Rohman selaku pemilik akan mengadukan hal ini ke Balai Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Tidak hanya itu, Rohman juga melapor ke Polres Sidoarjo, perihal perampasan dan tindakan tidak menyenangkan yang dialaminya. “Besok saya akan ke Polres Sidoarjo mengecek perkembangan penanganan kasus ini. Hal ini saya lakukan agar tidak terjadi peristiwa yang sama kepada konsumen yang lainnya”, tambah Rohman.

Tabloid Sergap mencoba mengkonfirmasi ke kantor PT Adira Finance, jalan Kayoon Surabaya pada Selasa, 7 Mei 2013, dan Eko, Manager Debt Collector membenarkan jika telah dilakukan penarikan terhadap mobil Toyota Innova Nopol L 48 EL tersebut. Namun untuk keterangan lainnya, Eko mengatakan tidak berwenang untuk memberikan keterangan. Sedangkan, staf maupun manager tidak ada yang bersedia menemui wartawan.

Salahuddin, Kasi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, pada bulan Oktober 2012 menengarai timbulnya keresahan masyarakat yang diakibatkan oleh kreditur yang menggunakan jasa debt collector untuk mengambil secara paksa kendaraan debitur. “Padahal belum tentu kendaraan yang berstatus kredit itu telah didaftarkan Jaminan Fidusia,”ungkapnya.

Meski telah dilakukan pendaftaran Jaminan Fidusia, sebenarnya pihak leasing tidak bisa melakukan pengambilan secara paksa atau eksekusi jaminan tanpa melibatkan pihak Kepolisian. “Dalam aturanya, eksekusi jaminan itu harus melibatkan pihak Kepolisian bukan debt collector,”paparnya.

Semuanya itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu), tertanggal 7 Agustus 2012 yaitu : PERMEN_KEU_130PMK0102012_2012 (klik untuk mengunduh Permenkeu).

Pembelian barang dengan cara leasing, adalah sebuah kebutuhan nyata di masyarakat. Karena itu saat ini marak muncul perusahaan-perusahaan leasing, bak jamur di musim hujan. Masyarakat sebagai konsumen harus mewaspadai fenomena ini. Jangan hanya tergiur potongan harga dan hadiah-hadiahnya (door prize). Bacalah secara teliti, perjanjian leasing sebelum menandatanganinya, agar tidak terjebak dalam sebuah masalah yang tidak dipahami sebelumnya. Waspadalah !!! (ang/tkr)

Berita terkait : Debt Collector Tidak Bisa Lagi Lagi Sita Paksa Ranmor  –  Debt Collector Rampas Motor Masih Marak di Banyuwangi  –  Debt Collector Marak Rampas Motor, Dewan Segera Panggil Finance

Iklan

5 thoughts on “Waspadalah, Premanisme Ala Adira Finance

  1. konsumer proteksion protokol tidak ada di Indonesia. Di negara lain, semua diatur secara mendetail, misalnya, komplain konsumen akan terselesaikan maksimum 28 hari terhitung dari tanggal komplain, pihak yg terkomplain (perusahaan) terikat secara hukum untuk menuruti peraturan ini, kalau tidak maka akan ada kompensasi terhadap yang komplain.

    bangsas ini memang banga preman. Sebaiknya kita individu punya geng, jangan berdiri sendiri, kalau terjadi hal seperti di atas maka kita punya back-up, untuk melawan orang2 seperti preman, parahnya lagi konsumen malah dihimbau untuk “waspada”, padahal masih banyak hal lain yang perlu diwaspadai ketimbang hal2 ini. Bukankah perusahaan pada saat mendapatkan izin usaha di ikat oleh undang2 jual beli, termasuk “credit” didalamnya?

    Ketidak tegasan sangat berbahaya!, dan kalau pengusaha dan penguasa sudah berkongsi maka kecurangan akan terjadi. Bukankah kita sebagai rakyat terwakilkan oleh dewan untuk menyuarakan aspirasi kita, membuat kebijakan atas nama kita (rakyat) bukan sebaliknya pengusaha yang mewakili rakyat???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s