2014, Ditetapkan Sebagai Tahun Budaya Jatim

Saresehan Seniman Dalang dan Pelawak Jawa Timur

Saresehan Seniman Dalang dan Pelawak Jawa Timur

Surabaya (Sergap) – Dalam Sarasehan Seniman Dalang dan Lawak se Jawa Timur, di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Rabu (10/4/2013) Gubernur H. Soekarwo mengatakan bahwa Pemprov Jatim menetapkan tahun 2014 sebagai Tahun Budaya. Dengan demikian maka diharapkan kebudayaan Jatim dapat terus dapat dilestarikan.

Selanjtnya gubernur menjelaskan, dalam ilmu budaya materi bukan utama, yang penting adalah rasa dan jiwa dari masing-masing seniman. ”Pola berfikir seniman itu simpel, orang cukup ukurannya berbeda-beda, tidak semua bisa diukur dengan materi,” kata Soekarwo.

Sebagai provinsi yang memilki ragam budaya melimpah, Jatim ingin mengembalikan dasar-dasar yang digunakan para pejuang dalam membangun bangsa. Sebab selain ilmu pengetahuan dan kerja keras, yang juga harus diperhatikan adalah budaya dan etika sebagai Karakter Bangsa Indonesia.

“Selama ini pemprov selalu bekerjasama dengan para seniman untuk senantiasa menjaga dan mengembangkan seni budaya. Setiap kabupaten dan kota di Jawa Timur memiliki kesenian yang menarik, patut untuk ditonjolkan dan dikembangkan. Untuk itu, Pemprov Jatim bekerjasama dengan para seniman untuk melestarikannya,” katanya.

Soekarwo menjamin Pemprov akan senantiasa memikirkan pelestarian dan pengembangan seni budaya di Jatim. Melalui upaya terus menerus secara tidak langsung memberikan landasan yang kuat terhadap generasi muda dalam mengatasi pengaruh global seni budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Bangsa Indonesia.

Sementara dalam sesi Dialog Budaya, Ki Manteb Soedharsono mengatakan, seni wayang sebagai warisan budaya bangsa membunyai nilai dan pesan yang sangat lengkap untuk membangun karakter bangsa.

Saat ini menurutnya, Indonesia sedang gencar menjalankan pendidikan berkarakter yang diharapkan mampu mencegah pengaruh budaya asing. “Wayang banyak memberi pelajaran pada kita, tentang budi pekerti, kerja keras, dan perjuangan, karena itu harus kita lestarikan,” katanya.

Kirun, sebagai perwakilan Pelawak Jatim, menegaskan yang harus disiapkan para seniman untuk menyongsong Tahun Budaya 2014 bukan sekadar memperkaya wawasan dan kreatifitas saja, tetapi yang lebih penting adalah membangun kembali kecintaan masyarakat pada budaya bangsanya. “Kita jangan sampai lupa pada budaya bangsa sendiri, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikannya,” katanya. (ang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s