Gaji Walikota Malang Hanya Rp 12 Juta, Mengapa Masih Banyak Peminatnya?

Walikota dan Ketua KPU saat launching Pemilukada Kota Malang

Walikota Peni Suparto dan Ketua KPU Hendry saat launching Pemilukada Kota Malang 2013

Malang (Sergap) – MCW (Malang Corruption Watch) Jawa Timur, mendesak KPUD Kota Malang untuk menekan seminimal mungkin ongkos politik para calon, karena berpotensi tindak pidana korupsi yang dilakukan calon terpilih dengan mengeruk uang negara.

“Ongkos politik para Calon Walikota Malang mencapai Rp. 6,4 miliar dan tidak sebanding dengan gaji Wali Kota Malang sebesar Rp. 12.189.925 per bulan dengan gaji pokok Rp. 3.900.000. Tak sebandingnya ongkos politik dengan gaji ini, maka patut diduga calon terpilih rawan dan patut diduga akan melakukan tindak pidana korupsi,” kata Hayyi Ali, Koordinator Pendidikan Pemilih dan Pemantau Pilkada Kota Malang MCW, Rabu (13/03/2013) kepada wartawan.

Menurutnya, total ongkos politik tersebut meliputi serangkaian biaya pembuatan baliho, pembuatan kaos, operasional mobil kampanye, stiker, poster, biaya pertemuan dengan warga, membayar konsultan, biaya tim sukses, dan biaya untuk membayar saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Serangkaian biayai tersebut belum termasuk pemasangan dan biaya izin pasang baliho. Ia menilai, biaya tersebut merupakan harga minimal dan sangat mungkin menggelembung bila para calon melakukan praktik politik uang. “Dugaan dan temuan kami di lapangan saat ini sudah marak praktik politik uang,” kata Hayyi menambahkan.

Menurut Hayyi, pintu masuk praktik korupsi umumnya melalui proyek yang didanai oleh negara, dengan melakukan kongkalikong dengan pemodal di daerah yang membiayainya saat Pemilukada.  “Jelas jaminannya proyek, karena tak ada dana gratis yang diberikan pengusaha lokal kepadanya saat mencalonkan,” kata Hayyi.

Saat ini sudah tercatat 5 pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Malang, yaitu Dwi Cahyono-M Nuruddin (Independen); Yunar Mulya- Ahmad Mujais (Independen); Sri Rahayu-Priyantmoko Oetoemo (PDI Perjuangan), Agus Dono-Arif HS (Partai Demokrat-PKS), Heri Pudji Utami-Sufyan Edi Jarwoko (Golkar-PAN) serta M Anton-Sutiadji (PKB). (en)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s