Walikota Kediri Mengeluh Sakit, Polisi Hentikan Pemeriksaan

Walikota Kediri dr. H. Samsul Ashar, SpPD

Walikota Kediri dr. H. Samsul Ashar, SpPD

Kediri (Sergap) – Walikota Kediri dr. H. Samsul Ashar, SpPD hari ini, Kamis (14/03/2013) sekitar jam 08.30 datang memenuhi panggilan Tim Penyidik Tipikor Polresta Kediri untuk diminta keterangannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Walikota didampingi Kepala Bagian Hukum Pemkot Kediri Dwi Ciptaningsih, SH dan seorang pengacara bernama M. Arifin.

Namun pemeriksaan walikota yang dokter spesialis penyakit dalam ini, ternyata belum selesai sebagaimana yang direncanakan. Hal ini karena mantan Wakil Direktur RSUD Gambiran ini mengaku sakit, sehingga penyidik, terpaksa menghentikan pemeriksaannya yang baru berlangsung selama 3 jam. Para wartawan yang duduk-duduk menunggu di depan pintu masuk juga dibuat kecele, karena walikota pulang dari Polresta Kediri melewati pintu belakang, mungkin untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari para pemburu berita dari berbagai media massa yang sudah siap menunggunya.

“Pak Wali kurang enak badan, beliau kebetulan sedang puasa. Pemeriksaan dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan,” kata AKBP Ratno Kuncoro, SIk, Kapolresta menjelaskan kepada wartawan yang sempat kebingungan.

Kapolres juga menambahkan bahwa pihaknya akan menjadwal ulang kembali pemanggilan, serta akan mendatangkan tenaga medis untuk mendampingi pihak-pihak yang menjalani pemeriksaan sehingga kesehatannya akan terpantau. “Pemeriksaannya belum lengkap, jadi akan kami panggil kembali,” tambahnya.

Sebelumnya pada hari Rabu malam (13/3/2013), seorang kerabat (pripeyan, bhs Jawa) Walikota Kediri bernama Fajar Purna Wijaya (42) juga ditangkap polisi di rumahnya, setelah polisi yang mendadak datang itu melakukan penggeledahan yang diikuti dengan penangkapan.

Kedatangan polisi di malam hari di Perumahan Rejomulyo Estate ini, sempat membuat terkaget-kaget  tetangga dan keluarga Fajar yang mengaku sebagai pedagang beras ini. Apalagi setelah tim penyidik tipikor kemudian melakukan penggeledahan di dalam rumah maupun di mobilnya.

Bahkan kemudian Fajar juga dibawa ke Mapolresta untuk diminta keterangannya lebih lanjut. Dari tangan Fajar yang langsung ditetapkan sebagai tersangka, polisi berhasil mengamankan bukti-bukti transaksi uang sebesar Rp. 2 miliar.

Walikota (berpaling dari kamera), Pengacara M Arifin dan Kabag Hukum Dwi Ciptaningsih, SH saat menunggu di ruang kerja Kapolresta Kediri.

Walikota (berpaling dari kamera), Pengacara M Arifin dan Kabag Hukum Dwi Ciptaningsih, SH saat menunggu di ruang kerja Kapolresta Kediri.

Tentang Fajar Purna Wijaya, Kapolresta membenarkan bahwa tersangka Fajar ini masih kerabat Walikota Kediri. Namun untuk memastikan peran Fajar terkait aliran dana yang berasal dari PT SGS Sidoarjo, penyidik masih mendalaminya. “Yang pasti siapapun yang menerima dana harus bertanggung jawab”, kata Kapolresta menegaskan.

Yang menarik, perwira polisi lulusan FBI National Academy ini pernah mengatakan kepada wartawan bahwa dana mengalir kepada 6 orang pejabat dan juga LSM serta media massa. Keenam orang pejabat tersebut sudah diperiksa kembali oleh penyidik tipikor. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah Kota Kediri Agus Wahyudi, yang diperiksa bersamaan dengan saat walikota, namun di ruangan yang berbeda. Sampai dengan berita ini dketik, Agus Wahyudi belum tampak keluar dari ruang Unit Tipikor Polresta Kediri.

Agus Wahyudi beberapa kali keluar ke kamar kecil di sela-sela pemeriksaan. Sebagai saksi, lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga ini terkesan lebih santai, jika dibandingkan walikota yang terlihat agak tegang.

Penanganan kasus dugaan korupsi oleh Polresta Kediri ini terbilang fenomenal. Pemanggilan saksi pertama kali pada tanggal 30 Januari 2013 sampai dengan pemanggilan Walikota Kediri, pada tanggal 14 Maret 2013, total sudah 36 saksi diminta keterangannya, baik dari birokrat di Pemkot Kediri maupun politisi di DPRD Kota Kediri, termasuk ketuanya Hj. Wara Sundari Renny Pramana, SE.

Penyidik tipikor Polresta Kediri juga melakukan penggeledahan sekali di kantor Walikota Kediri, dua kali di Gedung DPRD Kota Kediri, satu kali ke kantor PT SGS Sidoarjo, juga mengirim penyidik ke beberapa hotel di kota Solo, yang diketahui sebagai tempat rapat para anggota DPRD sebelum mengeluarkan persetujuan yang kemudian kontroversial itu.

Untuk mengerjakan itu semua dikerahkan 59 personil penyidik yang diperbantukan dari 3 Polsek bahkan juga dari Polda Jatim. Sebuah pengerahan kekuatan penegakan hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kota Kediri, mungkin juga belum pernah terjadi di wilayah hukum se Polda Jawa Timur.

Jika pada ujungnya nanti, para pejabat puncak di Kota Kediri menjadi tersangka dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan, peristiwa ini akan menjadi sebuah catatan kelam dalam sejarah Kota Tahu Kediri. (tkr/ed)

Berita terkait :  Ketua DPRD Diperiksa dan Walikota Kediri Segera Menyusul  –  Terkait Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, 4 Anggota DPRD Kota Kediri Diperiksa Polisi  –  Kasenan, Tersangka Dua Kasus Korupsi  –  Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, MOU Muncul Tiba-Tiba

Iklan

7 thoughts on “Walikota Kediri Mengeluh Sakit, Polisi Hentikan Pemeriksaan

  1. Ping-balik: Ketua DPRD Diperiksa dan Walikota Kediri Segera Menyusul | TABLOID SERGAP

  2. Ping-balik: Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, MOU Muncul Tiba-Tiba | TABLOID SERGAP

  3. Ping-balik: Terkait Dugaan Korupsi Jembatan Brawijaya, 4 Anggota DPRD Kota Kediri Diperiksa Polisi | TABLOID SERGAP

  4. Ping-balik: Kasenan, Tersangka Dua Kasus Korupsi | TABLOID SERGAP

  5. Ping-balik: Polda Jatim Dukung Penuh Penuntasan BAP Kasus Jembatan Brawijaya Kediri | TABLOID SERGAP

  6. Ping-balik: Polda Jatim Tidak Main-Main Tangani Kasus Jembatan Brawijaya | TABLOID SERGAP

  7. Ping-balik: Nur Muhyar Terima Setengah Milyar dari Proyek Jembatan Brawijaya? | TABLOID SERGAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s