Proyek Digital Society Pertama di Indonesia Dilaunching di Banyuwangi

Menkominfo, Bupati dan Kepala Dinas Kominfo Jatim saat launching Digital Society di Banyuwangi

Menkominfo, Bupati dan Kepala Dinas Kominfo Jatim saat launching Digital Society di Banyuwangi

Banyuwangi (Sergap) – Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai daearah pertama yang menikmati Proyek digital society atau masyarakat berbasis teknologi informasi di Indonesia. Salah satu alasannya, karena Kabupaten Banywangi mempunyai pertumbuhan ekonomi yang sangat bagus.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoninfo) RI, Ir H Tifatul Sembiring meresmikannya dengan ditandai dimulainya akses kolosal 3.000 pelajar SMA di Gedung Olahraga Tawang Alun Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Sabtu (9/3/2013) sore.

Tifatul Sembiring mengatakan, pemerintah menargetkan tahun 2045 Indonesia harus menjadi 8 besar dunia bidang teknologi. Kini, PT Telkom telah aktif dalam percepatan pembangunan teknologi Indonesia. Ini artinya ada visi, strategi dan langkah konkret yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan itu..

Ini target tidaklah berlebihan, karena pada tahun 2011 bangsa Indonesia mampu berada di posisi 16 besar dunia. Kemajuan teknologi kini telah dan terus berkembang dengan baik dan pesat. Dirinya memberi apresiasi kepada PT Telkom yang nyata nyata adalah anak bangsa dan berbendera merah putih yang mau berjuang dan membangun bangsa menjadi negara maju.

“Bagi anak anak muda, bermimpi hari ini, pasti akan terbukti di hari esok. Jadilah petarung dan petarung. Saya tegaskan, bangsa besar lahir tidak dengan cara bermalas-malasan. Bangsa ini besar dengan perjuangan yang keras dan kompetisi yang berat. Saya yakin kalian semua bisa,” tegasnya.

Dijelaskan oleh Menkoninfo, bahwa melalui Banyuwangi Digital Society, teknologi informasi dan komunikasi menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing masyarakat yang nantinya bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi warga setempat. “Ada keyakinan klasik bahwa mereka yang menguasai pengetahuan dan informasi akan mampu menggenggam masa depan. Contoh sederhana saja, kita bisa mengakses perkembangan teknologi terbaru dari berbagai cabang ilmu pengetahuan melalui internet dan hal itu bisa dimanfaatkan oleh para pelajar, mahasiswa, dan warga Banyuwangi,” paparnya.

Membacakan sambutan gubernur, Kadis Kominfo Jatim, Haryogi, SH, MSi mengatakan, teknologi informasi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan di era globalisasi, salah satunya dengan munculnya era cyber termasuk munculnya e-commerce, e-government, internet banking, mobile internet, e-mail, newspaper dan lainnya.

Dipilihnya Banyuwangi sebagai pilot project digital society, bagi pemerinah Provinsi Jawa Timur adalah sebuah langkah cerdas sebagai sebuah framework yang mengintegrasikan ekosistem masyarakat dan pemerintah dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha serta menciptakan pengelolaan pemerintahan yang lebih efektif.

Gubernur berharap, program digital society yang sudah dicanangkan dapat diwujudkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Jawa Timur harus menjadi model pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di pemerintah kabupaten/kota yang dimotori oleh Dinas Kominfo atau yang menangani TIK di masing masing daerah. Sehingga selain dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah, juga dapat menumbuhkan industri kreatif di daerahnya masing masing.

Perwakilan pelajar serentak memposting ke situs ilovebanyuwangi.com.

Perwakilan pelajar serentak memposting ke situs ilovebanyuwangi.com.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya mengata-kan, digital society di Banyu-wangi akan memudah-kan berbagai urusan mulai dari pelayanan publik hingga perkembangan ekonomi. Kepengurusan KTP akan lebih cepat, karena terinte-grasi semua. Zakat juga lebih mudah dan langsung terpan-tau. Pihaknya menyatakan sepenuhnya sadar bahwa masa depan hanya akan dimiliki oleh mereka yang menguasai teknologi infor-masi, sehingga harus disiapkan sejak sekarang sebagai bagian dari “human investment” di kabupaten setempat untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan.

Ia menegaskan, teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi pilar dalam berbagai pengembangan sektor kehidupan di Banyuwangi, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan khususnya pembayaran zakat, hingga berbagai macam pelayanan pemkab ke masyarakat. “Kami mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis elektronik untuk memacu kualitas layanan publik secara efektif dan efisien,” ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tertinggi di Jatim

Tentang pertumbuhan ekonomi Banyuwangi, Azwar Anas mengatakan, data Bank Indonesia menyebutkan pada 2012, simpanan masyarakat (dana pihak ketiga/DPK) di perbankan Banyuwangi meningkat sekitar 23,5 persen menjadi Rp 4,2 triliun dan tingkat pertumbuhan simpanan masyarakat melampaui pertumbuhan rata-rata seluruh Jatim yang hanya 16 persen. Sementara untuk penyaluran kredit meningkat sekitar 18,5 persen menjadi Rp 5,7 triliun pada 2012 dan lebih tinggi dari sejumlah kota/kabupaten lain di Jatim.

Pada kesempatan launching, ribuan pelajar bersama-sama memposting harapan dan ungkapan kecintaannya terhadap Banyuwangi ke situs ilovebanyuwangi.com yang sekaligus juga merupakan acara peluncurannya.

Menkominfo juga mengukuhkan pengurus  relawan TIK yang ditandai penyematan PIN. Selain itu, juga diberikan bantuan CSR oleh PT Telkom berupa tourism information center, pojok laktasit puskesmas, bantuan pembangunan masjid, pembangunan TPQ, pembangunan pantiasuhan, ponpes, dan pembangunan laboratorium multi media sekolah. (smd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s